
Laura sedang duduk di teras depan rumahnya saat ponselnya berbunyi. Dia melihat panggilan masuk dan mengenali nomor tersebut sebagai nomor yang tidak dikenal. Dia ragu untuk mengangkat panggilan itu, tapi akhirnya memutuskan untuk mengambil panggilan itu.
"Halo?” Laura menjawab dengan hati-hati.
"Halo Laura, saya Mary." Suara di ujung telepon itu tidak dikenal bagi Laura.
"Maaf, saya tidak mengenal Anda," Laura menjawab bingung.
"Saya tahu itu," kata Mary, "tapi saya ingin bertemu denganmu. Saya punya sesuatu yang ingin kukatakan padamu."
"Maaf, saya tidak bisa bertemu denganmu. Saya tidak tahu siapa kamu dan apa yang kamu inginkan dariku," jawab Laura.
"Saya mengerti jika kamu merasa takut, tapi aku ingin membicarakan sesuatu tentang suamimu, Tom. Aku tahu tentang Tom dan tentang kematian tragisnya," kata Mary.
Laura terkejut mendengar nama suaminya. "Apa yang kamu ketahui tentang Tom?" tanya Laura.
"Akan lebih baik kita bertemu secara langsung,” kata Mary. “Saya merasa seperti kamu harus mengetahui sesuatu.”
"Di mana kita bisa bertemu?" Laura akhirnya menyetujui untuk bertemu dengan Mary.
"Di Kafe Biru, saya akan mengirimkanmu alamat kafenya, saya akan menunggumu di sana dalam satu jam," jawab Mary.
Laura menyetujui dan menutup teleponnya dengan rasa penasaran dalam benaknya, Laura pergi ke kafe seperti yang telah dijanjikan dan menemukan Mary di sudut kafe yang jauh dari kerumunan. Dia duduk di depan Mary, mencoba menenangkan diri sendiri.
"Maaf jika aku datang mengejutkanmu dan memintamu bertemu denganku secara tiba-tiba seperti ini, Laura," kata Mary dengan lembut.
Laura tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia tidak pernah berbicara dengan Mary sebelumnya, dan sekarang dia duduk di depannya, membuatnya merasa canggung.
"Jadi, apa yang kamu inginkan dariku, Mary?" Laura akhirnya menanyakan pertanyaan yang memanggil Mary ke sini.
"Ada sesuatu yang perlu aku katakan padamu," kata Mary, mengambil nafas dalam-dalam.
Laura merasa curiga dan menatap Mary dengan tajam.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Laura.
"Tom dan aku..." Mary terhenti sejenak, mengambil nafas. "Tom dan aku punya hubungan, Laura. Kami selingkuh."
Laura merasa seolah dunianya runtuh. Dia tidak bisa mempercayai apa yang dia dengar. Tom, suaminya, adalah orang yang paling setia yang pernah dia kenal.
"Apa maksudmu?" tanya Laura, mencoba menenangkan dirinya.
"Tom dan aku memiliki hubungan selama lebih dari 25 tahun bahkan sebelum ia menikah dengan istri pertamanya dan denganmu,” kata Mary.
"Apa?” tanya Laura.
"Dan saat kecelakaan yang merenggut nyawa Tom," lanjut Mary. “Dia habis bertemu denganku di malam itu. Kami memiliki pertengkaran besar dan dia meninggalkanku di jalan. Itu adalah pertemuan terakhir kami."
Laura merasa seperti dia harus menenangkan dirinya. Dia merasa seperti dunianya sedang runtuh, dan dia tidak tahu bagaimana harus menangani semua ini.
"Tapi itu bukan satu-satunya hal yang aku ingin sampaikan," kata Mary lagi.
Laura menatap Mary dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya.
Laura merasa seperti dia ingin muntah. Dia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Dia tidak bisa mengerti bagaimana Tom bisa melakukan hal seperti ini, dan mengapa Mary merasa perlu memberitahunya semua ini sekarang.
“Jadi Daniel adalah anak kandung Tom dan bukan anak tirinya?” Tanya Laura tidak percaya dan dijawab anggukan oleh Mary.
"Mengapa kamu memberitahuku ini sekarang?" tanya Laura.
"Karena aku ingin kamu tahu siapa sebenarnya Tom," kata Mary. "Dan agar kamu bisa lebih memikirkan lagi tentang kedekatanmu dengan Daniel, aku mendengar semua kabar tentang kedekatan kalian.”
Laura merasa seperti dia ingin meledak. Dia tidak tahu bagaimana dia bisa merespons semua ini. Dia merasa seperti hatinya sudah rusak dan tidak mampu lagi menanggung beban penderitaan lagi.
Semua yang baru saja didengarnya terasa terlalu berat untuk ditanggung. Laura menutup matanya dan mengambil nafas dalam-dalam. Dia berusaha untuk tetap tenang dan mempertimbangkan segala sesuatu yang baru saja diungkapkan oleh Mary.
"Daniel... anaknya?" tanyanya dengan suara lirih.
__ADS_1
"Iya, Laura. Tom adalah ayah dari Daniel," jawab Mary dengan tegas.
Laura merasa seperti dunianya runtuh. Dia merasa tidak mampu lagi menanggung beban ini. Dia menangis, meratapi semua yang baru saja dia dengar.
"Maafkan aku, Laura," kata Mary, mencoba menenangkan Laura.
"Tolong pergi," kata Laura dengan suara lirih.
Mary berdiri dan melangkah ingin pergi meninggalkan Laura. Sebelum dia pergi, dia berpaling ke arah Laura dan berkata, "Aku tahu ini sangat sulit untuk kamu terima, tapi kamu harus tahu kebenaran. Tom mencintaimu, dan dia selalu mencintaimu. Tapi dia juga memiliki kesalahan, seperti kita semua. Jangan pernah lupakan cintanya."
Setelah Mary pergi, Laura duduk di kafe itu dan menangis. Dia tidak tahu bagaimana dia harus menghadapi semuanya. Hati dan pikirannya terus menerus teringat ke masa lalu, tentang Tom yang selalu menghabiskan waktu bersamanya dan setia padanya yang ternyata punya rahasia gelap seperti yang didengarnya.
Ketika dia tiba di rumah, dia mencari semua foto Tom dan melihatnya satu per satu. Dia merasa sedih ketika melihat gambar mereka bersama, tapi dia juga merasa marah. Tom telah berbohong padanya, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dia terima.
Dia merasa seperti dia harus memproses semuanya sendiri, tapi dia juga merasa kesepian. Dia tidak tahu kepada siapa dia harus berbicara atau bagaimana dia harus merasa.
—
Malam berlalu dengan sangat lambat dan Laura terus merenung tentang semuanya. Tiba-tiba, pintu rumahnya terbuka dan Daniel masuk. Laura terkejut dan tidak tahu bagaimana cara merespons.
“Laura, apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Daniel khawatir. “Aku mencoba menelponmu tapi kamu tidak mengangkatnya.” Lanjut Daniel mendekati Laura.
“Pergi!” Teriak Laura marah. “Pergi, jangan pernah kamu menginjakkan kakimu di rumahku lagi.”
Daniel terkejut dengan perubahan sikap Laura, tapi ia tetap mendekati Laura dan berusaha menyentuh Laura tetapi Laura dengan cepat menepisnya.
“Melihat wajahmu membuatku teringat dengan kelakuan Tom dan itu membuatku muak!” Teriak Laura marah dan menangis.
“Apa yang terjadi, aku mohon katakan kepadaku,” tanya Daniel, ia masih berusaha ingin memeluk wanita di depannya tetapi Laura selalu berhasil menepisnya, ia melihat tubuh wanita itu bergetar.“Aku mohon katakan padaku, apa yang terjadi? Apa yang dilakukan oleh ayahku?”
“Ka…kamu adalah anak kandung Tom,” ucap Laura.
***
__ADS_1
Mohon bantu like dan votenya teman-teman semua. ❤️