Terjebak Cinta Anak Tiri

Terjebak Cinta Anak Tiri
Chapter 15


__ADS_3

Daniel meraih tangan Laura dan menghiburinya. "Kita akan melewati ini bersama-sama, Laura. Kita akan menemukan cara untuk menjalani hidup kita tanpa takut dan merasa bahagia bersama."


Pengacara itu mengambil nafas dan berkata, "Ada beberapa opsi yang bisa kalian pertimbangkan. Kalian bisa mencari daerah atau negara yang tidak menganggap hubungan seperti ini sebagai ilegal dan pindah ke sana. Atau kalian bisa menikah agar hubungan ini sah di mata hukum."


Laura dan Daniel saling menatap, merenungkan opsi-opsi yang diberikan oleh pengacara tersebut. Mereka tahu bahwa pilihan mereka akan mempengaruhi hidup mereka dan juga kehidupan anak-anak mereka nanti.


Laura mengambil nafas dalam-dalam dan berkata, "Kami akan mempertimbangkan semua opsi ini dan memutuskan yang terbaik untuk kami dan keluarga kami.”


Daniel mengangguk dan memberikan senyuman lembut kepada Laura.


"Baiklah," kata pengacara itu. “Mari saya jelaskan lebih detail tentang hukum dan undang-undang yang terkait dengan hubungan seperti yang kalian jalani saat ini, agar mempermudahkan kalian dalam mempertimbangkan keputusan kalian.”


Laura dan Daniel mendengarkan dengan seksama, mencatat setiap kata yang diucapkan oleh pengacara itu.


"Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa hukum dan undang-undang yang terkait dengan hubungan seperti yang kalian jalani berbeda-beda di negara dan wilayah yang berbeda. Jadi, perlu saya tekankan bahwa apa yang saya katakan saat ini hanya berlaku untuk wilayah ini saja," jelas pengacara tersebut.


Laura dan Daniel mengangguk, memberi tahu pengacara bahwa mereka memahami.


"Lalu, dalam wilayah ini, hubungan seperti yang kalian jalani bisa dianggap sebagai incest," lanjut pengacara itu. "Ini berarti bahwa kalian berdua bisa dikenakan hukuman penjara jika terbukti melakukan hubungan seksual yang tidak sah."


Laura terkejut dan memandang Daniel dengan tatapan cemas. Dia tak bisa membayangkan harus terpisah dari pria yang dicintainya.


"Namun, saya harus mengatakan bahwa tidak semua jenis hubungan seperti ini dianggap ilegal," kata pengacara tersebut. "Ada beberapa pengecualian yang bisa membuat hubungan seperti ini sah di mata hukum."


Laura dan Daniel mendengarkan dengan seksama, mencatat setiap penjelasan yang diberikan oleh pengacara itu. Mereka berharap ada solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

__ADS_1


"Salah satu cara untuk membuat hubungan kalian sah di mata hukum adalah dengan menikah," jelas pengacara itu. "Namun, saya harus memberitahu bahwa dalam wilayah ini, bahkan jika kalian menikah, masih ada beberapa jenis hubungan seperti ini yang tetap dianggap ilegal."


Laura dan Daniel merasa sedikit lega mendengar bahwa menikah bisa menjadi solusi untuk masalah mereka. Tapi mereka tetap merasa khawatir dengan kemungkinan konsekuensi hukum yang bisa mereka hadapi.


"Pertanyaannya sekarang adalah apakah kalian ingin menikah atau tidak," kata pengacara itu. "Jika kalian memutuskan untuk menikah, maka kalian harus mempersiapkan diri dengan baik dan memastikan bahwa hubungan kalian sah di mata hukum."


Laura dan Daniel saling menatap, saling memberi dukungan satu sama lain. Mereka tahu bahwa ini adalah keputusan besar yang akan mempengaruhi hidup mereka dan anak-anak mereka nanti.


"Kami akan mempertimbangkan semuanya," kata Laura akhirnya, dengan suara lembut. "Kami hanya ingin mencintai satu sama lain dan menjalani hidup kami dengan bahagia."


Pengacara itu mengangguk dan memberikan senyuman lembut kepada Laura dan Daniel. "Saya mengerti, dan saya akan siap mendukung keputusan apa pun yang diambil oleh kalian berdua," kata pengacara itu dengan tegas.


Pengacara itu melanjutkan, "Saya mengerti bahwa ini adalah keputusan yang sulit, tetapi saya ingin kalian memahami konsekuensi hukum dari hubungan seperti yang kalian jalani. Ini bukan hanya masalah moral atau etika, tetapi juga masalah hukum yang serius."


Laura dan Daniel mengangguk, menunjukkan bahwa mereka memahami serius apa yang sedang dihadapi.


Setelah itu pengacara mereka meminta izin untuk pamit, setelah pengacara itu pergi Laura dan Daniel masih dalam kebimbangan dalam menentukan keputusan akan hubungan mereka. Mereka memutuskan untuk mencari solusi lain untuk masalah mereka, dan mulai mencari tahu apakah ada alternatif lain yang dapat mereka pertimbangkan.



Laura tertunduk lesu dan berkata. “Aku merasa seperti hidupku kembali hancur. Aku mencintaimu Daniel, tapi aku tidak bisa membayangkan bagaimana akan jadinya kehidupan keluarga kita nanti.”


Daniel memegang tangan Laura. “Aku juga tidak tahu harus berbuat apa. Tapi kita harus mencoba mencari alternatif lain. Mungkin ada solusi yang bisa kita temukan bersama.”


Laura dan Daniel memutuskan untuk mencari bantuan dari pengacara lain yang mungkin bisa memberikan saran atau opsi lain untuk situasi mereka. Setelah beberapa waktu mencari, mereka menemukan seorang pengacara yang memiliki pengalaman dalam kasus seperti ini.

__ADS_1


Pengacara itu memandang Laura dan Daniel dengan penuh perhatian. “Saya paham betapa sulitnya situasi yang kalian hadapi. Namun, saya yakin ada beberapa alternatif yang bisa kita pertimbangkan.”


Laura bersemangat setelah mendengar perkataan pengacara di depan mereka. “Apa alternatif yang bisa kami coba?”


“Pertama-tama, kita bisa mencari tahu apakah ada negara atau wilayah di mana hubungan seperti ini dianggap legal. Saya bisa membantu mencari tahu lebih lanjut tentang undang-undang di negara-negara tersebut dan membantu kalian dalam proses perpindahan ke negara tersebut.” Ucap pengacara itu.


Daniel terlihat khawatir dan berkata. “Tapi, apakah itu berarti kamu harus meninggalkan semuanya di sini? Pekerjaan dan keluarga kami?”


“Saya paham kekhawatiranmu, Daniel. Namun, kita bisa mencari solusi yang bisa membuat perpindahan ini lebih mudah untuk kalian berduaz Misalnya, kita bisa mencari pekerjaan atau bisnis di negara tersebut, atau mencari bantuan finansial untuk membantu proses perpindahan kalian.” Jelas pengacara itu.


“Saya merasa ini bisa menjadi solusi yang baik bagi kami. Tapi, apakah kita harus meninggalkan semuanya di sini begitu saja?” Tanya Laura.


“Tidak selalu begitu, Laura. Kalian masih bisa menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman kalian di sini, meskipun kalian berada di negara yang berbeda. Kalian juga masih bisa melakukan kunjungan ke sini secara berkala untuk menjaga hubungan dengan keluarga dan teman-teman kalian.” Ucap pengacara.


Daniel terlihat lega. “Saya merasa solusi ini bisa berhasil untuk kami berdua. Tapi, apakah ada alternatif lain yang bisa kami pertimbangkan?” Ucap Daniel.


“Ya, ada. Selain mencari tahu tentang negara atau wilayah di mana hubungan seperti ini dianggap legal, kalian juga bisa mencari bantuan dari organisasi atau lembaga yang mendukung hak-hak seperti kalian. Mereka bisa memberikan saran atau dukungan bagi kalian dalam situasi seperti ini.” Ucap pengacara itu.


Laura terlihat sedikit bingung dan bertanya. “Organisasi atau lembaga seperti apa?”


“Ada beberapa organisasi atau lembaga yang mendukung hak-hak untuk hubungan ini. Mereka bisa memberikan saran atau dukungan hukum bagi kalian dalam situasi seperti ini.” Ucap pengacara.


Daniel terlihat tertarik. “Apa yang harus kita lakukan untuk mencari bantuan dari organisasi atau lembaga tersebut?”


Pengacara itu menjelaskan. “Kalian bisa mencari tahu lebih lanjut tentang organisasi atau lembaga tersebut melalui internet atau mencari bantuan dari pengacara yang memiliki pengalaman dalam kasus seperti ini. Saya juga bisa membantu kalian dalam proses ini.”

__ADS_1


Daniel merasa lega setelah mendengar opsi-opsi alternatif yang mereka bisa pertimbangkan. Iamerasa lebih percaya diri dalam mencari solusi bagi masalah mereka.


Sementara itu Laura hanya terdiam mendengar apa yang dijelaskan oleh pengacara itu. Ia merasakan kebimbangan apakah mereka terutama Daniel harus berkorban begitu besar seperti ini untuk hubungan mereka? Apakah pengorbanan ini sepadan dengan cinta mereka?


__ADS_2