
Laura duduk sendirian di ruang tamu, menatap ke luar jendela. Langit sedang gelap, dan hujan deras turun dari langit. Bunyi hujan menimbulkan keheningan yang mencekam di dalam rumah. Laura merasa seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya.
Dia merasa sepi, ia tidak bertemu dan merasakan kehadiran Daniel sejak beberapa minggu terakhir. Mereka saling mengabaikan satu sama lain, dan Laura merasa kesepian karena mereka tidak lagi berbicara seperti dulu.
Laura merindukan saat-saat ketika mereka bahagia bersama. Mereka akan duduk di teras depan rumah, menikmati matahari terbenam, dan bercerita tentang hidup mereka. Mereka akan tertawa bersama, dan itu membuat Laura merasa hangat di dalam hatinya. Tapi sekarang, semuanya berbeda.
Laura bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke dapur. Dia membuka lemari es dan mengambil satu botol air mineral dan duduk kembali di ruang tamu. Dia menatap ke luar jendela dan memikirkan hidupnya.
"Kenapa harus seperti ini?” gumamnya sendiri.
Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia ingin Daniel tahu betapa dia merindukan waktu bersama, tapi dia tidak tahu cara membuat dia mengerti. Dia merasa kesepian dan itu membuatnya semakin sedih.
Laura meminum air mineralnya sampai botol itu habis. Dia merasa semakin sedih dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia ingin menghubungi teman-temannya, tapi dia merasa seperti ada yang hilang dalam hidupnya. Dia merindukan Daniel, dan dia merindukan waktu ketika mereka bahagia bersama.
Suasana di rumah semakin tegang saat malam tiba. Laura merasa seperti dia terjebak dalam keheningan yang menakutkan. Dia merindukan suara Daniel, tapi dia tidak bisa mendengarnya. Dia merindukan kehangatan Daniel, tapi dia merasa sendirian.
Laura bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke teras depan rumah. Dia menikmati udara malam. Hujan masih turun dari langit, dan Laura merasa seperti dunia sedang menangis bersamanya. Dia merindukan Daniel, dan dia merindukan waktu ketika semuanya bahagia.
Laura merasa sepi dan terisolasi. Dia ingin Daniel mengerti betapa pentingnya dia bagi hidupnya, tapi dia tidak tahu cara membuat dia mengerti. Dia merindukan waktu ketika mereka saling mencintai, dan dia merasa sedih karena itu tampaknya tidak lagi ada dalam hidupnya.
Laura merenungkan hidupnya dan memikirkan masa depannya dengan Daniel. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia tahu bahwa dia ingin mengubah situasinya. Dia ingin merasa dicintai dan dihargai, dan dia berharap Daniel mau berjuang bersamanya.
Sementara itu Daniel juga merasakan hal yang sama. Dia duduk di kamarnya, menatap kosong ke dinding. Dia merasa sepi tanpa kehadiran Laura bersamanya.
Mereka berdua tidak lagi berbicara satu sama lain. Dia merindukan waktu ketika mereka bahagia bersama dan saling mencintai.
__ADS_1
Daniel merasa kesepian tanpa Laura, meskipun dia tidak tahu cara mengungkapkan perasaannya. Dia merindukan kehangatan Laura, dan dia merindukan waktu ketika mereka saling mencintai. Tapi sekarang, semuanya berbeda.
Dia tidak tahu bagaimana cara mengubah situasi ini. Dia merasa seperti dia terjebak dalam keheningan yang mencekam, dan dia sangat merindukan Laura.
Daniel berjalan ke teras belakang rumah. Hujan masih turun dari langit, dan dia merasa seperti dunia sedang menangis bersamanya. Dia merindukan Laura, dan dia merindukan waktu ketika semuanya bahagia bersama.
Dia merasa sepi dan terisolasi. Dia ingin Laura tahu betapa pentingnya dia bagi hidupnya, tapi dia tidak tahu cara membuatnya mengerti. Dia merindukan waktu ketika mereka saling mencintai, dan dia merasa sedih karena itu tampaknya tidak lagi ada dalam hidupnya.
Daniel merenungkan hidupnya dan memikirkan masa depannya dengan Laura. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia tahu bahwa dia ingin merubah situasi ini. Dia ingin merasa dicintai dan dihargai, dan dia berharap bisa mengembalikan kebahagiaan mereka bersama.
—
Setelah beberapa hari merenung dan memikirkan cara untuk mengubah situasi dengan Laura, Daniel akhirnya memutuskan untuk mengunjungi rumah Laura. Dia berharap bisa mengungkapkan perasaannya dan membuat segalanya kembali seperti dulu.
Daniel tiba di rumah Laura di sore hari. Langit masih mendung dan hujan masih turun, memberikan suasana yang suram dan sedih. Dia mengetuk pintu dan menunggu dengan hati yang berdebar-debar.
Mereka duduk di ruang tamu, dan suasana menjadi canggung. Daniel merasa gugup dan tidak tahu harus mulai dari mana. Laura tampak sedih dan murung.
"Kenapa kita harus seperti ini?” tanya Laura akhirnya.
"Karena kita berbeda," jawab Daniel singkat.
"Tapi kita bisa mencoba untuk saling mengerti," kata Laura.
"Kamu tidak pernah mencoba untuk mengertiku yang sangat mencintaimu,” balas Daniel. Laura hanya diam menundukkan kepalanya. Daniel menghela napasnya berat.
__ADS_1
"Maafkan aku, Laura," ucap Daniel dengan suara lembut, "Aku tahu aku salah dan aku menyesal juga karena bersikap seperti anak kecil dan menyebabkan semua yang terjadi pada kita sekarang.”
Laura mengangkat kepalanya dan menatap mata Daniel, "Aku juga menyesal, Dan. Aku merindukanmu."
Daniel merasakan hatinya tersentuh mendengar kata-kata Laura. Dia meraih tangan Laura dengan lembut dan menggenggamnya, "Aku juga merindukanmu, Laura. Aku merindukan waktu ketika kita saling mencintai."
Laura menangis dan Daniel berusaha untuk menghiburnya, "Jangan menangis, Laura. Kita bisa mengubah semuanya dan kembali saling mencintai."
Laura menatap Daniel dan tersenyum, "Aku ingin itu juga, Dan. Aku mencintaimu."
Daniel merasa hatinya berbunga-bunga mendengar kata-kata Laura. Dia mengangkat tangan Laura dan menciumnya dengan lembut di bibirnya. Mereka berdua merasakan getaran cinta yang tulus dan tumbuh di antara mereka.
Laura merasa seperti ada harapan untuk masa depan mereka bersama. Dia ingin mencoba lagi, dan dia berharap Daniel akan melakukannya juga.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Laura.
"Kita harus berjuang untuk cinta kita,” kata Daniel. "Kita harus saling mengerti dan saling mendukung."
Laura tersenyum. Dia merasa seperti ada harapan bagi mereka. Dia tahu bahwa mereka masih mencintai satu sama lain, dan dia merasa yakin bahwa mereka bisa mengatasi masalah mereka jika mereka bekerja sama.
"Aku mencintaimu, Daniel," kata Laura.
"Aku juga mencintaimu, Laura," kata Daniel sambil mencium bibir Laura.
Laura merasakan getaran cinta dan harapan di dalam dirinya. Dia tahu bahwa mereka masih memiliki masalah yang harus diatasi, tapi dia merasa yakin bahwa ia dan Daniel bisa menghadapi masalah itu bersama.
__ADS_1
Daniel dan Laura menghabiskan waktu bersama dan merayakan kebahagiaan mereka yang baru ditemukan. Hujan turun dari langit, tapi kali ini tidak membuat mereka sedih. Mereka berdua menikmati kehangatan cinta dan merasa seperti semuanya akan baik-baik saja.
Malam itu, Daniel dan Laura merayakan kembali cinta mereka dan mengukuhkan janji untuk selalu saling mencintai dan menghargai satu sama lain. Mereka tahu bahwa hubungan mereka telah berubah, dan mereka siap untuk melangkah maju bersama.