Terjebak Cinta Anak Tiri

Terjebak Cinta Anak Tiri
Chapter 8


__ADS_3

Laura duduk di ruang tamu, memegang secangkir kopi yang sudah dingin. Pikirannya melayang-layang pada apa yang baru saja dia temukan. Dia sudah mengetahui kebenaran tentang hubungannya dengan anak tiri suaminya, Daniel. Saat ini, Laura merasa sangat terluka dan bingung.


Laura menarik nafas dalam-dalam dan mencoba mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Daniel. Dia harus memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Tiba-tiba pintu terbuka, dan Emma, sahabatnya masuk ke dalam ruangan. Dia tersenyum lebar ketika melihat Laura, tapi kemudian ekspresinya berubah menjadi khawatir ketika dia melihat wajah Laura yang terlihat gelisah.


"Apa yang terjadi, Laura? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Emma.


Laura mengangguk, "Ya, aku baik-baik saja, hanya sedikit stres saja."


Emma mendekati Laura dan duduk di sampingnya di sofa. Dia meraih tangan Laura dan berkata, "Kamu tahu bahwa kamu selalu bisa mengandalkan aku untuk membantu mengurangi stres kamu, Laura. Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?"


Laura merasa air mata menetes dari matanya ketika dia mengangkat kepalanya dan memandang ke luar jendela.


"Aku telah menemukan sesuatu yang mengejutkan, Emma,” katanya dengan suara lembut.


"Ada apa?" tanya Emma.


"Aku telah menemukan bahwa Daniel adalah anak kandung Tom," Laura menjawab.


Emma terlihat terkejut dan memandang Laura dengan tatapan tak percaya. "Siapa yang memberitahumu itu, Laura?"


Laura mengambil nafas dalam-dalam sebelum menjawab, "Seseorang memberitahuku setelah beberapa hari kemarin.”


"Siapa yang memberitahumu itu?" tanya Emma lagi.


"Mary, wanita yang menjadi selingkuhan Tom, dia merasa bahwa aku harus tahu kebenaran tentang hubungan ini,” jawab Laura.


Emma diam sejenak sebelum berkata, "Aku tahu bahwa ini pasti sangat mengejutkanmu, Laura. Aku harap kamu bisa memahami bahwa ini semua juga bukan kesalahan Daniel.”


Laura menatap Emma dan berkata dengan suara gemetar, "Tapi Dani telah bersamaku dan menjadi kekasihku, Emma. Aku merasa terluka dan meragukan hubungan kami sekarang."

__ADS_1


Emma meraih tangan Laura lagi dan berkata, "Laura, aku mengerti bahwa kamu terluka dan meragukan hubungan kalian sekarang. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengubah situasi ini, tapi aku ingin kamu tahu bahwa Daniel sangat mencintaimu dan aku pikir ia tidak ingin kehilanganmu."


Laura menangis dan berkata, "Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi ini, Emma. Aku merasa sangat terluka dan bingung."


Emma mengusap punggung Laura dengan lembut sambil berkata, "Aku tahu ini sulit, Laura, tapi kalian bisa melaluinya bersama-sama. Aku yakin Daniel akan melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memperbaiki hubungan kalian.”


Laura menarik nafas dalam-dalam dan berkata. “Aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya, Emma. Aku merasa seperti semua fondasi hubungan kami telah terguncang. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya."


Emma meraih tangan Laura lagi dan berkata, "Aku mengerti, Laura. Kamu harus mengambil waktu yang kamu butuhkan untuk memproses semuanya. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa kamu pasti bisa menghadapi semua rintangan ini.” Laura tersenyum pada Emma dan menganggukkan kepalanya.



Daniel duduk di teras rumahnya, matanya menatap kosong ke langit-langit yang tinggi di atasnya. Hatinya tercabik-cabik setelah mengetahui identitas aslinya yang sebenarnya, yang selama ini disembunyikan dari dirinya. Dia adalah anak hasil dari perselingkuhan ayahnya Tom dengan seorang wanita lain.


Perasaan marah, sedih, dan kecewa bercampur aduk dalam dirinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa setelah mengetahui kebenaran ini. Dia merasa seperti kehidupannya hancur. Daniel telah tumbuh dengan baik bersama Lusi, ibu yang mengasuhnya sejak kecil yang dia anggap sebagai sosok ibu sejati.


Dia merasa terkejut dan kecewa pada ibunya yang telah menyembunyikan rahasia besar ini darinya selama bertahun-tahun.


"Terserah kamu mau berpikir apa,” suara ibunya, Lusi tiba-tiba terdengar dari belakang Daniel. "Tapi ibu harap kamu tidak mengabaikan hubungan kita karena ini."


Daniel menoleh dan melihat Lusi berdiri di belakangnya. Dia merasa terkejut dan merasa bersalah karena tidak mendengar kedatangannya.


"Maafkan, Daniel,” kata Daniel sambil berdiri untuk memeluk Lusi. “Daniel tidak bermaksud seperti itu.”


Lusi mengelus rambut Daniel dengan lembut. "Ibu mengerti kalau ini sangat mengejutkan. Tapi kamu harus tahu bahwa ibu mencintaimu sebagai anak ibu sendiri. Apapun yang terjadi, ibu akan selalu di sini untukmu."


Daniel merasa haru dan tersentuh oleh kata-kata Lusi. Dia merasa beruntung memiliki wanita seperti Lusi di sisinya.


"Makasih, ibu," kata Daniel sambil menangis. "Aku menyayangi ibu juga."


__ADS_1


Beberapa minggu kemudian, Daniel masih merasa bingung tentang bagaimana cara mengatasi perasaannya tentang perselingkuhan ayahnya dan hubungannya dengan Laura. Dia mencoba untuk tidak memikirkan tentang hal itu, tetapi terus terbayang-bayang dalam pikirannya.


Daniel memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang ayahnya dan wanita yang menjadi ibu kandungnya. Dia mulai menggali informasi tentang mereka dan menemukan beberapa informasi mengejutkan. Tom ternyata telah memiliki beberapa hubungan selingkuh sebelumnya dan wanita yang menjadi ibu kandungnya adalah salah satunya.


Daniel merasa semakin sedih dan marah setelah mengetahui hal ini. Dia tidak bisa memaafkan ayahnya atas kesalahannya.


"Daniel, ibu ingin bicara denganmu," kata Lusi.


Daniel merasa tidak ingin mendengar apa yang akan diucapkan Lusi tentng ayahnya. Tapi dia tahu bahwa dia harus menghadapinya. Mereka duduk di teras dan Lusi mulai membicarakan tentang apa yang terjadi.


"Daniel, ibu tahu bahwa kamu marah pada ayahmu. Ibu sangat menyesal telah menyembunyikan kebenaran ini darimu selama ini," kata Lusi.


Daniel merasa tidak percaya dengan kata-kata ibunya. Dia merasa ibunya tidak mengerti betapa besar kekecewaannya atas tindakan ayahnya tersebut.


"Ibu, apa yang ayah lakukan sangat salah. Dia telah menghancurkan hidupku," kata Daniel dengan suara lirih.


Lusi mengangguk, "ibu tahu itu. Tapi apa yang sudah terjadi memang sudah takdirnya, sekarang bagaimana kita menghadapi apa yang ada di depan kita. Dulu ibu juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan, betapa sakitnya, marahnya dan kecewanya saat ayahmu membawa kamu ke hadapan ibu, tapi ibu sekarang bersyukur memiliki kamu yang sudah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri.”


"Mengapa ibu tidak memberitahukanku sejak awal? Atau ayah yang melarang ibu memberitahukannua kepada Daniel?” tanya Daniel.


“Ibu sendiri yang memutuskan untuk tidak memberitahumu. Inu takut kamu tidak akan menerima kebenaran itu." Ucap Lusi lembut.


Daniel merasa bingung. Dia tidak tahu bagaimana harus merespon kata-kata ibunya.


"Baiklah, mungkin kamu membutuhkan waktu untuk memikirkan semua ini,” kata Lusi sambil berdiri. "Tapi ibu berharap kamu bisa memaafkan ayahmu suatu saat nanti."


Daniel hanya diam dan tidak menjawab. Dia merasa terluka dan kesal atas tindakan ayahnya. Dia merasa membutuhkan waktu untuk mengobati luka di hatinya.


***


Mohon bantu like dan votenya teman-teman semua. ❤️

__ADS_1


__ADS_2