Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti

Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti
Mencari Daun Herbal 2


__ADS_3

Alaric memberhentikan kudanya, ia melihat lereng gunung yang sudah terlihat dekat, ia pun turun dari kudanya, lalu mengikatkan kudanya ke salah satu pohon disana, lalu ia segera mencari tumbuhan herbal yang disebut tabib, namun entah mengapa ia tidak menemukannya.


" ini aneh sekali Mengapa aku tidak bisa menemukan tumbuhan herbal itu "


namun ia tidak menyerah Ia terus mencari tumbuhan herbal itu, tiba-tiba ia melihat Seekor buaya besar, buaya putih yang mendekatinya namun Buaya itu berubah ketika mendekatinya sesosok kakek bersorban putih yang tersenyum ramah kepadanya, lalu kakek itu menanyakan kepada alaric Apa maksud dan tujuannya datang ke tempat itu, ia mengatakan bahwa saudaranya Tengah terluka, dan membutuhkan sebuah tanaman herbal yang tumbuh di tepi Gunung itu sang kakek itupun tersenyum kepada alaric seakan ia tahu bahwa alaric Tengah berjuang untuk saudaranya, ia mengatakan bahwa ia masih berada di bawah lereng, dan belum sampai ke Puncak di mana tumbuhan itu tumbuh,


" Apa maksud dan tujuan Anda datang kemari?,"


"saya sedang mencari obat herbal untuk saudara saya yang sedang terluka kakek yang katanya dia tumbuh di atas tepi Gunung itu,"


" sepertinya penglihatanmu sedang ditutupi oleh jin nakal yang sedang mempermainkanmu"


" apa maksud kakek, aku tidak mengerti,"


" kamu masih berada di lereng bukit ini dan belum mencapai puncak gunung yang kau maksud "


Hal itu membuat alaric terkejut, Ia berpikir bahwa perjalanannya akan secepat yang ia pikirkan, Lalu ia bertanya Mengapa dia melihat bahwa ia sudah mendekati pucuk gunung tumbuhnya herbal itu, Kakek itu mengatakan pada Alaric bahwa dia sedang diusili oleh jin nakal yang mengelabui penglihatannya, dan seolah-olah alaric sudah sampai di atas gunung tumbuhnya herbal itu, namun sebenarnya tempat itu masih sangat jauh sekali,


kakek itu mengatakan kepada Alaric bahwa dia selalu melihat ke belakang saat melewati Gunung itu, ada pantangan saat seseorang memasuki lereng gunung tumbuhnya tumbuhan herbal yang dimaksud Alaric, yaitu tidak boleh melihat ke belakang, dan menghiraukan panggilan-panggilan dari siapapun, saat alaric bertemu dengan seorang kakek dan seorang nenek yang meminta makanan kepadanya, itu adalah perwujudan Jin nakal yang iseng kepadanya.


"apa kau bertemu seseorang selama perjalanan menuju kesini?,"


"ia benar saya menemui seorang kakek dan juga nenek, tapi kenapa anda bisa mengetahuinya?,"

__ADS_1


kakek itu hanya tersenyum pada alaric, dan mengatakan jangan sesekali melihat kebelakang jika ia ingin cepat sampai di pucuk bukit tumbuhnya tanaman herbal itu, alaric mencoba menuruti semua perkataan kakek itu, ia segera melepas tali kudanya yang iya ikat di sebuah pohon dan segera menaikinya, ia pun melanjutkan perjalanannya dengan menunggangi kudanya, alaric menuruti perkataan kakek tadi, ia sama sekali tidak melihat kearah belakang sedikit pun, pandangan nya fokus kearah yang dituju.


di sisi lain terlihat alaya yang kondisinya semakin memburuk, ia sudah tidak bisa menahan sakit pada lukanya, tubuhnya pun lemas, ratu cyhara dengan setia menunggu alaya ia mengenggam tangan alaya yang terasa dingin sesekali sang ratu menitikan air matanya, ia tidak tahu apakah putrinya akan baik baik saja, alaya juga tidak tahu, apakah dirinya akan mati dan kembali menjadi keyna di masa depan, ia sudah tidak sanggup menahan semuanya,


ia merasakan kantuk yang tidak biasa, tubuhnya lemas, dan semuanya terlihat gelap, samar samar alaya mendengar suara keramaiyan di dekatnya, namun ia tidak kuasa untuk membuka matanya.


ia juga merasakan ada yang membelai kepalanya dengan lembut, ia hanya bisa merasakan itu semua dengan mata tertutup,


disisi lain alaric terlihat sudah sampai di pucuk gunung tumbuhnya herbal itu, ia meminta izin kepada sang pemilik tumbuhan, lalu memetiknya sebanyak mungkin, setelah dirasanya cukup, ia kembali menunggangi kudanya dan berjalan pulang.


dalam perjalanan pulang, alaric terus memikirkan kondisi alaya ia tidak tahu, apakah saudaranya itu dapat bertahan.


"bertahanlah alaya, aku pulang dengan membawakan tumbuhan ini untuk mu "


alaric mempercepat laju kudanya, namun tiba tiba kudanya berhenti seketika, membuat alaric semakin tidak sabar, ia melihat apa yang terjadi dan ia bertemu dengan seorang anak kecil yang menakuti kudanya, alaric merasa bahwa dia bukan manusia, alaric menanyakan pada anak itu kenapa dia menghalangi jalannya.


anak itu hanya tersenyum lalu ia memberikan hiasan ramut kepada alaric, dan mengatakan bahwa alaya akan segera pulih, ia juga mengatakan bahwa alaya bukanlah putri alaya namun, seseorang yang berasal dari masa depan.


Alaric sempat memandang hiasan rambut itu, sebelum melanjutkan perjalanannya, hiasan rambut itu sangat indah, setelah memandangnya ia kembali menunggangi kudanya dan melanjutkan perjalanan pulang menuju kerajaan ratu camilla sedang memikirkan betapa bahagianya dia jika alaya meninggal, ia mendapat kabar jika kondisi alaya sudah sangat memburuk, ia senang bahwa semua yang ia lakukan tidak sia sia.


namun ia sempat berfikir jika alaric berhasil menemukan tumbuhan itu, maka alaya akan pulih kembali, sang ratu sepertinya tidak akan tinggal diam, ia kembali menyuruh pembunuh bayarannya untuk menyusul alaric dan merebut tumbuhan itu, agar alaya tidak dapat meminumnya.


ia menyuruh salah satu prajurit untuk menyusul alaric dan merebut daun herbal itu, sepertinya ratu akan melakukan berbagai cara agar alaya tidak dapat sembuh dari sakitnya.

__ADS_1


"ku perintahkan kau, untuk menyusul pangeran alaric, dan sebisa mungkin kau rebut tumbuhan yang ia dapat "


"baik, laksanakan ratu "


perajurit itu pun pergi dari hadapan sang ratu dan segera menyusul alaric dengan menunggangi kudanya, ratu tersenyum sinis, ia mengambil sebotol alkohol dan meminumnya, ia tidak peduli jika raja akan memberikan hukuman gantung kepadanya, ia akan lebih lega jika saat ia mati alaya telah mendahuluinya.


di sisi lain, alaric tengah dihadang oleh prajurit suruhan ratu camilla tadi, ia geram akan semuanya, seolah banyak sekali rintangan yang harus ia lalui, sama seperti julukan alaya pada alaric, yang mengatakan beruang kutup agresif tengah ingin mencakar musuhnya, benar saja alaric melawan prajurit itu dengan sekuat tenaga nya, ia tidak tahu jika sang prajurit hanya menginginkan tumbuhan yang dibawanya saat alaric hendak menyerang nya, prajurit itu merebut tanaman yang dibawa alaric dan pergi begitu saja, membuat alaric geram dan mencoba melawannya, naasnya malah lengannya terkena pedang sang prajurit yang berhasil melukainya.


dengan perasaan hampa ia terduduk lemas, setelah perjuangan nya mengambil tanaman itu diatas bukit yang tinggi, dengan mudahnya prajurit itu mengambilnya.


ia bingung harus berbuat apa, sangatlah tidak mungkin jika ia harus kembali mengambil tumbuhan itu di atas bukit yang sudah terlalu jauh, ditambah hari yang sudah mulai gelap, ia memutuskan untuk kembali ke istana dengan tangan kosong.


alaric samapai di istana sekitar jam tujuh malam terlihat sang raja yang sudah menunggu kedatangan nya, raja tersenyum padanya namun itu malah membuat alaric semakin bersalah karna ia tidak bisa membawa pulang tumbuhan itu untuk alaya.


ia terduduk lemas di hadapan raja, alaric menitikan air matanya, ia mengatakan ia gagal meperjuangkan hidup alaya.


"maafkan aku ayah, aku gagal, seseorang telah merampas tumbuhan yang ku ambil, dengan susah payah aku mengambilnya"


"namun begitu mudahnya ia mengambilnya dariku"


alaric masih menangis, ia menangis karna ia tidak bisa memenuhi janji yang ia ucap pada sang raja bahwa, ia akan menemukan tumbuhan itu dan membuat alaya kembali pulih, namun ia malah pulang dengan tangan kosong, sang raja menyuruh alaric untuk bangun dari duduknya, dan raja mengatakan bahwa alaya sudah baik baik saja sekarang.


hal itu membuat alaric bingung, namun raja menyuruh alaric untuk menemui alaya sesegera mungkin, karna alaya sudah menunggu kedatangannya, tanpa berfikir panjang alaric segera berlalu dari hadapan sang raja untuk menemui alaya.

__ADS_1


alaya tengah bersandar di tempat tidurnya, dengan ditemani oleh ratu cyhara, sang ratu pun bangkit dari duduknya, ia tersenyum kepada alaric dan menyuruh alaric untuk menemani alaya, ratu pun berlalu dan meninggalkan alaric bersama alaya.


alaya tersenyum kepada alaric, alaric sudah tidak bisa menahan kesedihannya, ia memeluk alaya dan membelai rambutnya, ia bergumam bahwa ia sangat mencemaskannya.


__ADS_2