Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti

Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti
Terkuaknya Indentitas Alaya


__ADS_3

Alaya melepas pelukannya pada alaric, lalu ia menatap alaric ekat-lekat, lalu memalingkan pandangannya menatap ke bawah, Entah mengapa ada perasaan berat untuk melepas Alaric pergi, Alaric meremas tangan Alaya dengan lembut lalu mengatakan bahwa, dia akan menjaga hubungannya dengan Alaya dengan sering mengirimkannya surat.


" Alaya kau tak perlu mencemaskan aku, Aku berjanji akan sering mengirimkan kau surat,"


" Baiklah aku pegang Perkataanmu itu, Lalu kapan kau akan berangkat??"


" aku hanya tahu jika ayah akan mengirimku ke medan pertempuran,


" lalu aku akan berangkat ke asrama panglima"


Alaya tersenyum kepada Alaric dan berkata bahwa dia harus berhati-hati, dan dapatkan gelar Panglima untuknya,


" berhati-hatilah jika berangkat Alaric, dapatkan gelar Panglima untukku,"


" Baiklah Tuan Putri aku akan menuruti semua keinginanmu."


alaric pun kembali memeluk alaya sambil tersenyum, ia mendekapnya dengan penuh kasih, berharap itu adalah Pelukan Terakhir dan pertama baginya, di sisi lain Ratu Camilla Tengah merayakan kebahagiaannya, Iya merayakannya Dengan meminum alkohol, Iya tersenyum sinis lalu berkata bahwa dia akan bahagia ketika anaknya jauh dari Alaya.


" Kenapa ini tidak terjadi dari dulu saja, sungguh bahagianya diriku,"


" sang pemberontak itu akhirnya jauh dari anakku,"


" aku harus merayakannya, sangat tidak enak merayakan ini sendirian,"


Ratu Camilla pun berlalu dari kamarnya, Iya pun pergi entah ke mana, Sepertinya dia akan memberikan alkohol gratis kepada semua orang, di sisi lain sang raja Tengah memikirkan pengiriman alaric ke asrama panglima, ia memikirkan ketika alaric pergi Apakah Alaya akan baik-baik saja, Ia pun menepiskan semua pikirannya itu, lalu fokus untuk mengurus beberapa Project yang ia tangani, satu chyara datang membawakan sebuah teh hangat untuk sang raja, Raja tersenyum ketika melihat kedatangan sang ratu, lalu sang raja mau minum teh yang dibawa oleh sang ratu tadi, Ratu menatap ke arah jendela tanpa arah, Raja sepertinya mengetahui apa ya ratu pikirkan, iya memilih untuk mengerjakan tugasnya, daripada harus berdebat untuk masalah yang tidak seharusnya ia debatkan, namun sang ratu malah menanyakan soal alaric, ia menanyakan Kenapa lari harus dikirim ke medan pertempuran, Kenapa tidak langsung datang ke asrama panglima, Hal itu membuat raja diam ia tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh sang ratu,


" Kenapa alaric harus dikirim ke medan pertempuran, seharusnya ia langsung saja dibawa ke asrama panglima,"


suasana menjadi Hening dan dingin, tidak ada jawaban yang keluar dari sang raja, sauratu menatap raja lekat-lekat, Iya kembali mengatakan bahwa Alaya harus dimasukkan ke asrama putri, sang raja menatap sang ratu dengan heran, Iya mengatakan bahwa semua hal yang ia lakukan bukanlah pertandingan,


" Apakah tidak sebaiknya Alaya juga dimasukkan ke asrama putri, di mana dia akan belajar banyak di sana," (saran ratu chyara)


" apa yang aku lakukan kepada alaric itu adalah hal yang sudah aku pertimbangkan "


" ini bukan pertandingan, yang mana kita harus berlomba-lomba untuk menjadikan mereka yang terbaik,"

__ADS_1


" namun aku melakukan ini agar Cinta Terhalang itu tidak semakin luas tumbuh di hati mereka,"


sang ratu tersenyum kepada raja, ia mengatakan bahwa ia merasa yang sekarang ini bukanlah alaya yang ia kenal dulu, melainkan sesosok gadis lembut dan baik hati, ia menjelaskan bahwa alayanya tidak pernah sama sekali menaruh perasaan sedikit pun pada alaric, dan ia pun memiliki sifat yang sangat kasar, kejam, dan sadis, lalu tidak mungkin alaya bisa merubah sikap buruknya secepat itu, jika saja sisi lembut alaya saat ini tidak ada mungkin saja alaric tidak menyukainya,


" aku merasa bahwa dia bukan putri kita,"


" apa maksudmu?!"( tanya sang raja)


" apa kau tahu, alaya terkenal akan sikapnya yang kasar, dan kejam,"


" aku yakin alaya tidak sedikitpun menyukai alaric,"


" melainkan ia hanya mengangapnya sebagay musuh nya,"


" mungkin alaric menyukai alaya kita sebab sifat lemah lembutnya saat ini,"


raja sempat memikirkan perkataan sang ratu yang sepertinya benar, ia menyuruh sang ratu untuk menanyakannya pada alaya, sang ratu pun menurutinya, ia berlalu dari kamar sang raja dan pergi menemui alaya.


Alaya tengah berada di kamarnya, ia Masih memikirkan Bagaimana seorang Alaric bisa hidup Tanpanya, Iya menghelay nafas berat lalu menatap ke arah vas bunga yang terdapat bunga mawar didalamnya, bunga mawar merah yang tadi diberi oleh alaric, ia berjalan menuju vas bunga itu, alaya mencium aroma yang keluar dari mawar merah yang alaric petik untuknya, ia menitikan air matanya, lalu kembali menaruh mawar itu kedalam vas yang sudah diberi air dengannya.


sang ratu menatap alaya lekat lekat, alaya tidak tahu mengapa sang ratu menatapnya begitu, ia hanya bisa menundukan pandangannya saat ratu menatapnya, sang ratu menanyakan soal alaric yang membuatnya bingung, ia tidak tahu harus jujur atau bagaymana.


" apakah kau sudah mulay mengenal saudara mu itu anakku?? "


" apa maksud ibu aku tidak mengerti,? "


" aku melihatmu begitu akrap pada alaric akhir akhir ini, apakah ada persaan lain selain dari teman?? "


alaya tidak menjawap pertanyaan sang ratu, ia memilih diam, ia berkata dalam hatinya bahwa sang ratu mengetahui hubungannya pada alaric yang lebih dari seorang saudara.


" aih..mengapa wanita cantik yang mendadak jadi ibuku ini menanyakan hal seperti itu sih,"


" apakah aku harus jujur atau bagaymana ini, aku tidak tahu lagi, sepertinya dia mengetahui segalanya,"


sang ratu tersenyum pada alaya, lalu membelay rambut panjangnya alaya, ia mengatakan bahwa ia tahu apa yang sedang alaya katakan dalam hatinya,

__ADS_1


" sepertinya ingatanmu masih belum pulih ya,"


" maksud ibu apa?!"


sang ratu tersenyum kepada alaya lalu mengatakan bahwa, ia mengetahui jika alaya menyebutnya wanita cantik yang mendadak jadi ibunya,


" Mengapa kau menyebutku wanita cantik yang mendadak jadi ibumu??"


" hah..ap..apa ibu mengetahuinya??!,"


" aku sudah mengetahui semuanya keyna"


alaya terkejut ketika sang ratu menyebut nama aslinya, sang ratu mengatakan lagi bahwa ia tahu yang sekarang berada di hadapanya saat ini bukanlah putrinya melainkan jiwa gadis lain,


" aku tahu kau bukan putriku, sebab alaya ku tidak pernah memiliki perasaan sedikitpun pada alaric,"


" dan ia pun tidak memiliki sikap lembut yang ada di dirimu saat ini,"


alaya menitikan air matanya, ia bahagya ketika ada yang mempercayainya bahwa dia bukanlah seorang putri, melainkan gadis biasa dari masa depan.


" apa kau mempercayai identitasku?!"


sang ratu pun tersenyum pada alaya lalu meremas lembut tangan nya, ia mengatakan bahwa ia sudah sangat nyaman akan kehadiran keyna, dan berharap ia tidak kembali ke zamannya dan meninggalkannya sendiri, sebab ia tidak mau alaya yang keras dan kejam kembali hal itu membuat alaya menangis, lalu ia memeluk sang ratu dan berkata bahwa ia akan tetap menjadi alaya.


" keyna aku sudah nyaman akan kehadiran mu, tolong jangan pergi tolong jangan tinggalkan aku sendirian,"


" aku tidak ingin keyna ku yang kejam dan keras kembali,"


" aku tidak akan pergi ibu, aku janji aku akan selalu berada di sisimu,"


" apa kau menganggap aku ibumu??" (tanya sang ratu kepada alaya yang masih memeluknya)


" tentu saja ibu aku keyna mu sekarang "


alaya dan sang ratu larut dalam kesedihan, alaya berfikir bahwa ibunya di masa depan pasti tengah mencemaskannya, ia juga sangat rindu pada ayahnya di zamannya, yang pasti sudah sangat mencemaskanya, ia kembali menangis di pelukan sang ratu, ratu membelay rambutnya berharap membuatnya tenang, alaya tidak tahu bagaymana caranya kembali ke zamanya, ia juga tidak tahu kenapa dia bisa masuk ke zaman dinasti seperti sekarang,

__ADS_1


ia menghelay nafas sedikit berat, ia juga rindu adiknya yang selalu cerewet padanya, namun di sisi lain ia tidak bisa kembali ke zamannya, ia mencoba berfikir cara agar ia bisa kembali kezaman nya.


__ADS_2