Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti

Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti
Mencari Daun Herbal 1


__ADS_3

sang ratu dan Alaric terus menunggu, Entah berapa lama mereka berada di samping Alaya namun, Alaya masih belum membuka matanya membuat raja, ratu, dan Alaric semakin khawatir sang raja menyuruh Alaric untuk pergi dan mencarikan tumbuhan yang disebutkan oleh sang tabib.


tumbuhan itu bermanfaat untuk menyembuhkan luka, tumbuhan itu berupa sebuah daun yang akan dipetik sendiri oleh Alaric, dan nantinya akan ditumbuk dan dijadikan minuman yang akan diminumkan oleh alaya.


namun untuk mencari obat itu sangatlah tidak mungkin, sebab tumbuhan itu yang sangat langka dan hanya tumbuh di bukit yang sangat curam, Namun sepertinya Alaric akan memperjuangkannya untuk alaya.


sang raja yang tidak yakin untuk mengirim Alaric pergi mencari tumbuhan itu, sang raja khawatir jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan pada Alaric, namun Alaric meyakinkan Raja, bahwa dia akan baik-baik saja dan akan memperjuangkan hidup Alaya.


" Izinkan Aku mencari tumbuhan itu Ayah biarkan aku berjuang untuk saudaraku "


" Apa kau yakin ingin berangkat dan mencari tumbuhan itu, Apa kau tidak dengar bahwa tempat tumbuhnya tumbuhan itu sangatlah berbahaya "


" Aku tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan padamu"


" dan jika engkau terluka maka aku juga tidak akan bisa mengirimmu ke medan pertempuran " Alaric Sempat berpikir, Setelah dia memikirkannya, dia siap dan sudah membulatkan tekad untuk mencari tumbuhan itu dan memperjuangkan hidup alaya.


di sisi lain Ratu Camilla sepertinya tidak menyukai keputusan Alaric, yang seolah menjadi Pahlawan Kesiangan bagi alaya, ia melampiaskannya dengan sebotol alkohol yang dituangkan ke dalam gelasnya.


ia menyuruh seorang pelayan untuk memanggil Alaric menghadapnya, pelayan itu pun berlalu ia memanggil Alaric dan mengatakan bahwa Ratu camilla ingin Bertemu Dengannya.


Alaric menemui ibunya dengan tergesa-gesa, Ia berpikir ibunya akan meminta maaf untuk perlakuannya yang keji itu, namun malah sebaliknya.


" Apa ada yang ingin Ibu sampaikan padaku tentang hal tadi "


" jangan terlalu Naif alaric kenapa kau harus mengorbankan segalanya untuk gadis bodoh itu"


Alaric menatap ibunya lekat lekat, ia heran pada ibunya sendiri, kenapa masih memandang alaya rendah, Alaric mengatakan bahwa semua ini adalah ulah ibunya sendiri.


" ini adalah ulah mu yang kau buat ibu Alaya seperti ini karena kau "


sang ratu menatap alaric dengan kesal ia melempar gelas yang dipegangnya.


" kau malah mementingkan Gadis itu timbang ibumu sendiri?! "

__ADS_1


"sepertinya Ibu lupa bawa alayla lah yang membela ibu, dan jika tidak ada alaya mungkin Ibu sudah meninggal saat ini "


Ratu menatap alaric dengan kesal, ia mengatakan bahwa ia tidak mengizinkannya untuk mencari dedaunan yang dikatakan oleh sang tabib.


" Aku tidak akan mengizinkanmu untuk pergi mencari obat yang disebutkan tabib,"


" aku tidak peduli Ibu, aku akan mencarinya untuk Alaya dan memperjuangkan hidupnya Aku pergi dulu"


" Apa kau tidak dengar perkataanku alaric berhenti kau di situ!!!"


alaric terus melangkah, ia tidak memperdulikan perkataan sang ratu yang tidak mengizinkannya pergi, di halaman istana sudah terlihat Raja Sedang menyiapkan Seekor kuda, dan bungkusan Yang sepertinya berbekalan untuk alaric selama mencari daun herbal yang dimaksud sang tabib,


" Apa kau Yakin alaric ingin berangkat, aku mengkhawatirkanmu berhati-hati lah nak "


" Ayah Tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja, aku berjanji akan membawa pulang tumbuhan yang dimaksud oleh sang tabib "


Ratu chyara nampak khawatir akan kepergian alaric, ia menyentuh kepala alaric dan mengatakan doanya akan selalu mengiringi perjalanan nya.


" pergilah nak Doaku selalu menyertaimu"


" aku akan membawa tumbuhan itu untukmu alaya, Aku berjanji akan memperjuangkan hidupmu "


di sisi lain alaya tampak sudah sadar dari pingsannya, ia masih merasakan nyeri yang sangat terasa di perut kirinya, membuatnya sulit untuk bangun dari tidurnya, ia mengedarkan pandangannya, dan tampaknya ia sadar bahwa ia sedang berada di kamar seseorang.


" aku di mana ini, apa aku berada di kerajaan lain lagi, namun aku masih pakai pakaian yang sama lalu tempat apa ini, aku tidak mengetahui sebelumnya,"


suara langkah kaki terdengar mendekat, dan semakin jelas, terlihat sang raja yang memasuki kamar yang ditempati alaya, ia tersenyum saat melihat alaya sudah sadar.


" kau sudah bangun anakku lalu apa yang kau rasakan sekarang,"( tanya sang raja cemas)


" aku merasakan sedikit sakit di perut kiriku namun tidak apa, aku bisa menahannya,"


Baginda Raja membelai rambut alaya yang panjang dan cantik, lalu ia mengatakan bahwa, alaric sedang berusaha mencarikan obat untuk nya.

__ADS_1


" pertahanlah anakku, Alaric saudaramu sedang mencarikan obat agar lukamu ini cepat sembuh,"


"obat...obat apa??!"


raja menjelaskan kepada alaya bahwa dia membutuhkan obat herbal yang disarankan oleh para tabib, agar lukanya cepat sembuh dan meringankan rasa sakit yang dideritanya.


" Kenapa harus alaric ayah, Bukankah banyak Panglima Besar yang bisa Ayah suruh selain dia,"


" Ayah sudah mengatakannya namun, dia bersikeras untuk mencari tumbuhan herbal itu "


" beristirahatlah anakku, kau masih perlu banyak beristirahat saat ini kau berada di kamar ayah "


Alaya mengedarkan pandangannya, Iya baru sadar bahwa ini adalah kamar ayahnya.


terlihat alaric nampak sudah memasuki hutan terlarang, tempat di mana tumbuhan herbal itu berada, namun Sebelum mendaki gunung ia menemukan seekor ular kobra yang membuat kudanya ketakutan, ular itu menggeliat dengan liar.


semakin menambah takut kudanya, saat ia ingin membunuhnya ada seorang kakek yang melarangnya, dan menanyakan apa tujuannya masuk ke dalam hutan terlarang ini.


" tunggu, Kenapa kau ingin membunuh ular tidak bersalah itu??!!"


suara kakek itu membuat alaric menoleh dan tersenyum kepadanya, ia mengatakan bahwa saudaranya membutuhkan tanaman herbal yang berada di Puncak Gunung yang berada tidak jauh dari situ.


" saudaraku sedang terluka, dan saat ini dia membutuhkan tumbuhan herbal yang tumbuh di tepi gunung itu,"


Kakek itu tersenyum lalu ia mengusir ular itu dengan lembut, sepertinya ular itu milik kakek itu lalu kakek itu mengatakan, bahwa ia harus berhati-hati jika ingin mengambil tumbuhan herbal di atas gunung itu, Karena berbahaya sekali dan hanya orang-orang pilihan yang bisa mengambilnya.


alaric mengiyakan semua pesan dari Kakak itu lalu ia meminta izin untuk melanjutkan perjalanannya, Namun sepertinya dia sedang lapar, Iya memutuskan untuk beristirahat sejenak, dan memakan bekal yang dibawakan oleh sang ratu tadi.


setelah selesai makan, Iya kembali melanjutkan perjalanannya, Iya melihat seorang nenek-nenek yang sedang kelaparan, dan meminta makanan darinya, dengan senang hati dia memberikannya nenek itu pun menanyakan apa maksud dan tujuannya datang ke hutan ini, dan ia mengatakan bahwa saudaranya sedang terluka dan membutuhkan tumbuhan herbal, yang tumbuh di tepi gunung ia menunjuk ke arah lereng gunung yang sudah terlihat.


nenek itu pun berpesan kepada alaric untuk berhati-hati saat mendaki gunung, dia juga berpesan kepada alaric untuk tidak mengambil apapun di sana, selain daun herbal itu.


alaric mengiyakan perkataan nenek itu, lalu ia meminta izin untuk melanjutkan perjalanannya yang sudah terlihat dekat.

__ADS_1


nenek itu pun mempersilakannya dia tersenyum Ramah kepadanya dan mengatakan Terima kasih sudah memberikannya makanan.


__ADS_2