
Alaya keluar dari kamar sang raja, dengan dipapah oleh kyakyang, ia melihat alaric tengah melamun entah apa yang difikirkannya, alaya berkata kepada kyakyang untuk meninggalkannya namun, kyakyang terlihat cemas ia meyakinkan kyakyang bahwa dia akan baik-baik saja.
" Bisakah kau meninggalkanku??"
" tetapi Tuan Putri apakah Tuan Putri akan baik-baik saja?? "
" kau tenang saja aku baik-baik saja kau bisa meninggalkanku sekarang,"
" Baiklah tuan putri saya akan pergi."
kyakyang berlalu dari hadapan alaya, Alaya melihat alaric masih melamun, sepertinya ada hal yang sangat membuatnya cemas, alaya menghampiri Alaric lalu menyapanya, alaric pun tersadar bahwa di sisinya sudah ada Alaya,
" Sejak kapan kau sudah berada di sini??"
" sejak tadi, kau sedang memikirkan apa??"
" Oh itu tidak apa-apa, Oh ya bagaimana keadaanmu,"
" Apa kau baik-baik saja ke mana kyakyang, apa dia tidak mengantarmu, Apa kau bisa berdiri sendiri??"
Alaric nampaknya Tengah khawatir dengan kondisi Alaya saat ini, hal itu malah membuat Alaya tersenyum, Iya sangat tahu bahwa saudaranya itu khawatir dengan dirinya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa,
" Kenapa kau begitu cemas, aku baik-baik saja,"
" Baguslah kalau begitu kau selalu saja membuat orang cemas,"
" Oh ya aku membuatmu Cemas ya, kalau begitu aku akan melukai diriku agar kau mencemaskanku,"
Alaric menatap Alaya dengan kesal, ia menggerutu sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan Alaya,
" hentikan omong kosongmu Dasar bodoh,"
__ADS_1
" Apa..... kau mengatakan aku bodoh, Hei aku ini terpelajar Aku adalah seorang putri yang sangat berpendidikan, enak saja kau mengatakan aku bodoh,"
alaric menyunggingkan senyumnya kepada alaya, iya kembali meledek Alaya bahwa dirinya Sangat payah dalam berlatih.
" Kenapa kau begitu payah dalam berlatih, sungguh kau ini menyusahkan orang saja,"
" Hei aku tidak pernah menyusahkanmu Kapan aku menyusahkanmu, dasar kau ini ya,"
" Baiklah Tuan Putri payah, kalau kau bisa kejar aku,"
Alaric berlari dari hadapan Alaya, Alaya tampak mengejarnya dengan senang, Ia berlari kesana kemari seperti anak-anak, sepertinya luka Alaya sudah membaik ia sangat kuat untuk berlari mengejar alaric.
hal itu terlihat oleh sang raja, Iya tersenyum kepada mereka, Baginda Raja memperhatikan tingkah laku mereka, yang sangat mirip dengan kisah kelamnya dengan sang Ratu, sang raja melihat ada kesalahan di masa lalu yang akan terulang kembali, senyumannya pudar saat melihat Alaya dan Alaric memiliki ikatan, yang terlihat sepertinya lebih dari seorang saudara, Raja pun berlalu, di sisi lain Ratu chyara sedang melamun, memikirkan kesalahannya dengan sang raja, yang ia takutkan akan terulang kembali, sang raja melihat sang ratu Tengah melamun dan memandang jendela tanpa arah tujuan, Iya tahu apa yang Ratu pikirkan, Iya juga takut jika kesalahan itu kembali muncul kepada alaric dan Alaya.
" Apa yang telah kau pikirkan istriku,"
suara sang raja mampu membuat Ratu pecah dari lamunannya, Iya memandang sang raja lalu tersenyum, sang ratu menitikan air matanya lalu berkata bahwa kesalahan akan terjadi kembali di masa depan.
" Apakah kau tahu bahwa kesalahan kita dulu akan terulang kembali di masa depan,"
Raja menggenggam tangan sang ratu dengan lembut, Iya menghapus air mata di sudut Mata Sang Ratu, dia mengatakan bahwa ini mungkin sudah takdir.
" sepertinya takdir sudah membuat mereka mencintai satu sama lain,"
" aku berpikir sepertinya takdir Bisa diubah,"( ucap sang ratu kepada raja)
" Apakah kau bisa mengubahnya, lalu apa yang terjadi kepada kita hingga mereka tumbuh dewasa,??"
sang ratu menatap sang raja lekat-lekat, ia memalingkan pandangannya dari tatapan sang raja, ia mengatakan bahwa biarkan itu menjadi kisah tersendiri antara dia dan sang raja namun jangan terjadi kembali kepada Alaya dan Alaric sang raja meminta maaf untuk semuanya namun memang ia tidak bisa menahan rasanya kepada sang ratu kala itu, Ratu pun hanya terdiam lalu tersenyum, Ia pun meninggalkan sang raja sendiri di kamarnya, pikiran sang raja penuh dengan pertanyaan, Sepertinya dia akan mengirim alaric ke asrama panglima, agar tidak tinggal bersama dengan Alaya, yang membuat rasa cinta terlarang itu semakin kuat.
sang raja mengutus kedua pengawalnya untuk memanggil Alaric dan Alaya dan menunggunya di istana, sang raja, ratu chyara, dan Ratu camilla sudah menunggu kedatangan alaric dan alaya, namun nampaknya Raja telah memaafkan sang ratu yang Mencoba berusaha berkali-kali mencelakai Alaya, ia bersikap biasa saja di hadapan Ratu Camila di istana, namun kecanggungan terjadi dengan Ratu camilla, Entah mengapa dia salah tingkah Ketika sang raja datang, Raja pun tersenyum lalu kembali ke ekspresinya yang datar, suasana kembali dingin tidak ada seorang pun yang berkata-kata di saat itu, entah itu sang ratu maupun sang raja, Ratu chyara nampaknya ingin mencairkan suasana yang terlihat canggung dan dingin itu, Iya memulai percakapan dengan sang ratu Camilla yang malah akan menjadi perdebatan panjang antara mereka,
__ADS_1
" Sepertinya kita harus menunggu lama kedatangan mereka"( ucap Ratu chyara kepada semuanya)
Ratu Camilla melihat ratu chyara dengan kesal, Iya membalas perkataan Ratu camilla dengan sindirannya.
" sepertinya akan ada bencana besar yang terjadi,"
Ratu chyara dan sang raja menatap Ratu camilla dengan tatapan heran, seolah dia tidak pernah menyesali semua perkataannya, perlakuannya yang sudah banyak merugikan orang lain, sang raja mengatakan pada Ratu camilla Apakah dia sudah mengetahui semuanya, namun pertanyaan Raja malah membuat sang ratu bingung, Raja beranggapan bahwa Ratu camilla belum mengetahui semuanya, ia lega karena dia tidak mengetahui segala sesuatu yang ia pikirkan.
" apa Ratu mengetahui sesuatu tentang alaric dan alaya,??"
" Aku tidak tahu apa yang kau maksud, Hal apa yang kau bicarakan??"
" tidak ada mungkin hanya perasaanku saja yang mengatakan bahwa kau telah mengetahuinya."
jawaban sang raja malah membuat Ratu Camilla makin bingung dibuatnya, namun sang raja membiarkan hal itu daripada nanti sang ratu mengetahui Cinta Terlarang yang tumbuh diantara Alric dan Alaya yang malah membuat semuanya kacau,
tak beberapa lama alaya dan alaric datang menghadap sang raja, alaric menanyakan maksud dan tujuan sang raja memanggil bersama alaya, Ia pun menjelaskan semuanya secara rinci agar Alaric mengetahui segalanya
" kami sudah datang di hadapanmu yang mulia, Apa maksud dan tujuan Ayah memanggil kami berdua menghadapmu??"
" alaric anakku kau sudah Cukup dewasa untuk mengetahui segala hal, perasaan cinta dan kasih sayang yang tumbuh di dirimu semakin kuat,"
" Apa yang ayah bicarakan,?"( tanya alaric yang curiga ayahnya mengetahui perasaannya kepada Alaya)
Ratu camilla pun hanya bisa menyimak tanpa bisa protes, ataupun menanyakan maksud hal dari ucapan sang raja, sang raja kembali menjelaskan perkataannya kepada semua yang mendengarnya di kerajaan.
" kau sudah cukup mampu untuk kukirim ke asrama panglima, kau sudah Cukup dewasa untuk mengerti semuanya,"
" di sana kau akan mendapatkan banyak ilmu yang bisa Kau Dapatkan dan juga kemahiranmu dalam bermain pedang akan meningkat,"
" setelah selesai di medan pertempuran kau akan berangkat menuju asrama panglima,"
__ADS_1
" Apa kau mau membanggakan ibumu dengan semua bakat yang akan Kau Dapatkan setelahnya,??"
alaric tak bersuara Ia hanya diam, dia tidak tahu harus berkata apa seolah keputusan sang raja tidak bisa diubah, dia bingung kenapa Raja malah mengirimnya untuk belajar di asrama Panglima dan menjadi Panglima Besar pemimpin pertempuran, membuat dia semakin bingung dan enggan meninggalkan Alaya sendirian di istana, Bersama sang ibu yang selalu mengancam kehidupannya, perasaan ragu mulai muncul di hatinya, seolah detik ini juga dia harus memilih hal yang benar di matanya, tidak ada jawaban sama sekali yang bisa dijawab oleh Alaric, dia bingung dan bimbang di saat itu juga ia harus memilih, antara kenyamanannya, perasaan sayangnya kepada Alaya, Atau meninggalkan istana demi mendapatkan gelar Panglima Besar pemimpin pertempuran.