
Keyna yang masih belum percaya, bahwa diri nya sekarang adalah seorang putri keinginan halu nya terwujud.
ia mencoba menguatkan diri di lingkungan baru, yang terlihat begitu asing bagi nya
dan mungkin ia harus menerima
semua nya perlahan.
suara langkah kaki terdengar dari luar kamar, keyna mencoba melihat siapa yang datang.
terlihat dua orang gadis berparas cantik dengan membawa sesuatu menuju kamar keyna.
ternyata mereka adalah dayang, yang biasa melayani keperluan putri alaya
dan setelah masuk kamar, mereka mengatakan bahwa mereka akan mengganti baju keyna seperti biasanya
tentu itu membuat keyna terkejut
sebab ia tidak pernah meminta tolong orang lain saat berganti pakaiyan.
"tuan putri izinkan kami mengganti pakaiyan anda".
"hah ak...aku tidak mau jangan"!
"tapi ini perintah dari sang ratu tuan
putri harus mematuhi nya",
keyna yang kesal akan tingkah dua dayang itu, ia seraya mengusir kedua dayang dan mengatakan untuk segera meninggal kan kamar nya.
"lebih baik kalian pergi dari hadapan ku sekarang, aku bisa berganti pakaiyan sendiri".
dayang itu pun meninggalkan keyna tanpa menjawap apapun, hanya menundukkan kepala, tanda hormat nya kepada sang putri.
keyna mengambil baju yang dibawakan dayang untuk nya, baju putri raja yang sangat indah.
ia membelai baju itu yang terasa lembut seolah baju sutra, tak lama ia memakai nya.
lengkap dengan hiasan rambut yang sudah di sediakan, ia bercermin memandang diri nya yang benar benar seperti putri.
ia menangis sambil memegang wajah nya ia berkata pada diri nya
bahwa akan mencoba menerima diri nya sebagai alaya.
walau ia masih teringat pada ibu nya di kehidupan sebelum nya, namun ia tidak bisa berbuat banyak.
ia keluar dari kamar nya, namun ia bingung akan semua yang tampak begitu baru dan asing.
seorang dayang terlihat tersenyum kepada nya, keyna pun membalas senyuman itu, dayang yang berpakaiyan sama seperti dua dayang tadi
namun kali ini ia terlihat berbeda wajah nya dengan dayang tadi.
ia menegur keyna dengan ramah, dan mencoba membimbing keyna untuk menemani nya berkeliling kerajaan bersama nya.
"tuan putri saya akan mengantar anda untuk melihat lihat kerajaan mari",
dengan senyum ramah nya ia mengajak keyna berkeliling kerajaan.
keyna sangat senang dengan dayang yang terlihat ramah dan baik itu.
"nama mu siapa apa aku boleh tau"?
keyna mencoba mencari tau nama dayang itu
__ADS_1
"tuan putri tidak mengenali saya, saya adalah kyakyang apa tuan putri ingat saya"?
keyna tersenyum kecil, seraya mencoba memberi tahu kyakyang bahwa ia baru saja kehilangan ingatan nya.
"hehehe bagaimana aku bisa mengingat nama mu, aku kan baru saja kehilangan ingatan ku".
"oh ia tuan puri aku lupa hehe".
"lalu aku harus memanggil mu apa nama mu sangat rumit",
"hahaha tuan putri bisa memanggil ku kyang saja".
"baiklah kyang, nama yang cantik".
keyna tersenyum kepada kyakyang, ia mencoba menerima diri nya sebagai putri walau ia masih merasa aneh pada lingkungan yang asing, budaya yang kuno
dan tradisi dahulu yang masih ada
kyakyang menjelaskan pada keyna tentang semua nya.
ia mengatakan bahwa keyna adalah seorang putri raja, yang tunggal dan tidak memiliki saudara lainnya.
dan kyakyang juga mengatakan pada keyna, bahwa keyna adalah seorang putri ahli pedang, yang selalu memimpin pertempuran di medan perang.
hal itu membuat keyna terkejut, ia berfikir bahwa putri alaya adalah seorang putri yang sangat cerdas dan pemberani.
kyakyang juga menjelaskan, bahwa sikap putri alaya tidak pernah seramah keyna
putri alaya sangat pendiam, dia selalu bersikap dingin kepada semua dayang dan selalu marah jika ada hal kecil yang mengusik nya.
dia mengatakan bahwa putri alaya berubah derastis pasca bangun dari koma nya yang panjang.
seperti saat ini, ia melihat putri alaya yang didalam nya adalah keyna
keyna tersenyum seraya berkata di dalam hati nya, bahwa tentu saja seorang keyna tidak pernah sedingin dan sekejam putri alaya.
"tentu saja aku baik dan ramah, sebab aku adalah keyna bukan alaya".
"lalu bagaimana bisa aku mahir bermain pedang, menggunakan pisau dapur saja sering terluka chh".
ia terkikik di dalam hati nya, sungguh berbeda dengan kenyataan yang ada
saat sedang berjalan melihat lihat istana pandangan keyna tertuju pada seorang pangeran tampan.
ia mencoba menanyakan nya kepada kyakyang siapa pangeran yang dilihat nya itu.
"apa kau tahu siapa dia"?
" oh dia adalah pangeran alaric tuan putri, dia terkenal kejam dan sangat dingin sama seperti tuan putri dulu".
"chh kau membandingkan dia dengan ku begitu kan"?
"ti..tidak tuan putri maksud saya dia adalah pangeran kesayangan raja".
"hmmm namanya kenapa persis seperti ku"?
"oh itu sebab tuan alaric adalah saudara tiri tuan putri".
"saudara tiri"?!
"benar sekali tuan putri",
"jadi raja memiliki dua orang istri"?!
__ADS_1
"benar tuan putri, raja menikah dengan ratu chara, dan berharap mendapatkan seorang putra namun, tuan putri lah yang terlahir".(jelas kyakyang kepada keyna)
keyna mencoba bertanya kepada kyakyang tentang istri kedua nya raja
dan kyakyang mengatakan bahwa nama istri kedua raja adalah ratu camilla
ia mengatakan bahwa raja tidak pernah membenci putri nya.
dan raja pun tidak pernah pilih kasih dalam memberikan kasih sayang
lalu keyna meminta kyakyang untuk meninggalkan nya sendirian.
kyakyang masih takut jika sang putri tersesat dan tidak tau arah di setiap istana, namun keyna meyakinkan kyakyang bahwa ia bisa sendirian tanpa nya.
kyakyang pun berlalu dari hadapan keyna
keyna mendekati alaric, yang terlihat sedang berlatih pedang di halaman istana
ia mencoba menyapa dengan ramah.
"ehem apakah kau sedang sibuk"?,
alaric menoleh, dan mendapati keyna tengah berada di samping nya
iya tersenyum tipis, namun masih meninggalkan kesan ramah.
alaric sontak menanyakan keadaan keyna kala itu.
"kau sudah baikan"?,tanya alaric dengan wajah datar, namun mampu membuat orang tersipu dengan ketampanan nya
" aku baik, apa kau tengah berlatih pedang"?
"ya seperti yang kau lihat, ayah mengatakan bahwa kau kehilangan ingatan mu, lalu apakah kau ingat aku"?,
"kita sering berlatih pedang bersama, dan kau selalu bisa mengalahkan ku".
" dan sekarang apakah kau ingin mencobanya"?,
alaric menodongkan pedang tepat di hadapan keyna, ia ketakutan dan mencoba menolak ajakan alaric yang menurut nya gila itu.
"ohoho sepertinya aku sedikit pusing sebaiknya aku kembali kekamar kau lanjutkan saja latihan mu".
keyna nampak menghindari alaric yang mencoba mengajak nya berlatih bersama namun, itu malah membuat alaric marah sebab alaya yang ia kenal tidak pernah menolak ajakan nya untuk berlatih bersama.
"berhenti"!!!
"apa kau tidak mau berlatih dengan ku"?!
alaric menari tangan keyna dan menyandera nya, ia menodongkan pedang tepat di depan leher keyna
keyna hanya bisa menitikkan air mata yang membasahi tangan alaric
alaric hanya bingung kepada alaya yang ada di hadapan nya, kenapa ia selemah itu
alaya yang ia kenal adalah sosok wanita pemberani dan pantang menangis.
setelah itu tubuh keyna seketika lemas seolah tidak memiliki tulang dan kepalanya pusing sekali tiba tiba semua nya terlihat gelap.
akankah keyna bisa menjadi sosok putri alaya yang pandai dalam segala hal
atau sebaliknya......
dukung terus autor ya tinggalkan like mu babai : v
__ADS_1