
Alaya membuka matanya, ia merasakan sedikit nyeri di perut kirinya, ia mengedarkan pandangan, manun tidak didapatinya seorang pun disana.
"apa yang terjadi pada ku?? kenapa aku bisa berada di kamar ku bukankah tadi sedang berlatih bersama alaric?,"
alaya mengingat sesuatu dan ia teringat bahwa ada yang menyerang nya dan melukai perutnya, alaya segera meraba perut kirinya yang sudah dibalut oleh perban, iya bangun untuk duduk namun terasa nyeri lalu Ia memutuskan untuk tidur kembali, terdengar suara langkah dari luar kamarnya.
" tok tok tok"( suara pintu untuk membuat alaya yang ingin membukanya, Namun karena perutnya masih sakit Dia membiarkannya)
terlihat sang ratu memasuki kamar Alaya dan terenyum padanya, ia mengatakan bahwa dia sekarang baik-baik saja jadi dia tidak perlu takut.
" kau baik-baik saja anakku Kau tidak perlu mengkhawatirkan keadaanmu sekarang,"
" apa yang terjadi padaku Ibu, apa yang terjadi kenapa perutku bisa terluka rasanya sakit sekali"
Ratu berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan Alaya namun, ia mengatakan bahwa ada orang yang sengaja melukainya untuk mencelakainya agar dia tidak bisa mengikuti pertempuran, Alaya Sempat berpikir dan ia mengatakan bahwa ini adalah ulah Ratu Camilla.
" sepertinya Ratu Camilla tidak menyukaiku Atau Dia menyuruh orang untuk melukaiku?,"
ratu cyhara memandang Alaya dengan heran ia mengatakan kepada Alaya mengapa dia bisa berpikir seperti itu.
" Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Alaya?,"
" Aku tidak tahu ibu tetapi ada yang membisikanku bahwa sang ratu lah pelakunya,"
nampaknya Alaya memiliki kekuatan untuk bisa mengetahui semua pikiran orang lain, Ia memiliki ilmu kebatinan dan dia bisa melihat bahwa pelaku dari semuanya adalah ratu Camilla.
Ratu chyara melihat aura putih yang menyelimuti putrinya itu, Ia berpikir bahwa Alaya memiliki kekuatan yang sama, yang dimiliki oleh sang raja ialah bisa melihat pikiran orang lain.
" sebaiknya kau istirahatlah ibu akan menemui ayahmu,"
sang ratu pun meninggalkan Putri Alaya sendiri di kamarnya, dengan pikirannya yang entah sedang memikirkan apa, di sisi lain terlihat alaric yang sedang melapor semuanya ke sang raja, dia memberitahu bahwa dalang dari semua ini adalah perbuatan dari ratu camilla itu sendiri Raja Sempat berpikir Kenapa sang ratu memperlakukan Alaya seperti ini, seolah memiliki dendam,
" Apa kau tahu mengapa ibumu melakukan ini?,"
__ADS_1
" tidak Ayah aku tidak mengetahuinya aku juga mengetahuinya dari pembunuh itu ia mengatakan bahwa ibu membayarnya untuk semua yang dilakukannya."
Alaric Sempat berpikir jika sang raja membatalkan pengiriman Alaya ke medan pertempuran namun, dia memastikan bahwa Raja benar-benar tidak membatalkan semua keputusannya.
" apa Ayah tidak jadi untuk mengirim Alaya ke medan pertempuran bersamaku??"
" dalam kondisi alaya yang seperti ini, kau masih memikirkan itu, tentu saja aku tidak ingin membuat keadaanya semakin memburuk," Raja menyuruh alaric untuk memanggil Ibunya dan menemui sang raja.
"Panggil Ibumu dan katakan aku menunggunya di sini,"
"baik ayah saya laksanakan,"
alaric pun berlalu untuk menyusul ibunya, dan mengatakan bahwa Raja menunggunya. Raja merasa heran, mengapa Ratu Camilla rela melakukan apapun demi keinginannya.
di sisi lain, Alaya Tengah berusaha bangun dari tidurnya namun ia tidak bisa karena perutnya sakit, sepertinya Lukanya cukup serius sampai dia tidak bisa bangun sendiri, Untung saja ada kyakyang yang menolongnya.
" Tuan Putri Kenapa tidak meminta tolong kepada saya Mari saya bantu "
Alaya menatap Kyakyang lekat lekat, ia sedikit kesal kenapa baru saja muncul di saat-saat seperti ini.
kyakyang menatap Alaya dan tertawa, Ia berpikir jika seseorang yang dikatakan nya beruang kutub itu adalah Alarik.
" apakah Tuan khalarik yang anda sebut beruang kutub itu tuan putri?"
alaya tidak menjawab Dia hanya diam, dia menyuruh kyakyang untuk menuntunnya ke istana.
" tolong bantu aku ke istana Aku ingin menemui Alaric"
" tapi kondisi Tuan Putri belum membaik Tuan Putri tidak boleh kemana-mana"
Alaya menatap kyakyang, ia mengatakan bahwa Raja tentu akan menghukum Ratu Camilla yang sudah melukainya, dan dia tidak mau Ratu Camila dihukum dia ingin Ratu Camila dibebaskan dari hukuman.
" aku harus menghentikan ayah, sepertinya ayah akan menghukum Ratu camilla"
__ADS_1
" Kenapa harus dihentikan Tuan Putri, Ratu sangat jahat dia memiliki niat jahat dan melukai Tuan Putri, tapi Tuan Putri selalu melakukan yang terbaik untuknya"
" Aku tidak ingin alaric membenciku Aku hanya ingin kedamaian, bukan dendam yang sulit untuk diselesaikan"
" aku tahu sang ratu sangat marah ketika Ayah ingin mengirimku ke medan pertempuran Namun, aku yang tidak mengerti aku yang menginginkannya jadi akulah yang akan menyelesaikan masalah ini"
Kyakyang hanya diam, ia segera membantu Alaya berjalan dan mengantarkannya ke istana.
di istana terlihat Ratu Camilla sedang memohon kepada baginda raja, untuk tidak dihukum mati Ia hanya meminta diasingkan namun Raja sepertinya menolak karena ia ingin keadilan bagi alaya.
" kumohon keadilanmu Baginda Raja, Aku meminta maaf kepadamu Aku hanya ingin diasingkan, Aku tidak ingin Putraku hidup tanpa seorang ibu"
" anakmu selalu menjadi alasan untuk setiap kesalahanmu kali ini aku tidak akan Melepaskanmu Ratu"
" Alaric bisa tumbuh menjadi pria yang sukses tanpa seorang ibu, serahkan dia padaku jangan membebani dirimu kepadanya"
sang raja menyuruh dua pengawalnya untuk menyeret sang ratu ke tempat tali yang sudah disediakan, sepertinya sang ratu akan diberi hukuman gantung, namun Alaric nampaknya tidak meneteskan air mata sedikitpun ia seakan-akan menerima semua keputusan sang raja.
Alaya masih berusaha berjalan menyusuri istana dan tiba waktunya, untuk menghentikan raja yang sudah menyuruh dua pengawalnya untuk memasangkan tali di leher sang ratu. saat tali hendak diangkat teriakan Alaya mampu menghentikan nya.
" ayah hentikan aku mohon hentikan ayah, Ratu tidak bersalah dalam hal ini aku mohon"
terlihat semua orang yang berada di tempat pengeksekusian itu menatap Alaya lekar-lekat mereka memandangi Alaya yang tengah menangis, memohon kepada raja untuk tidak menghukum sang ratu.
namun tiba-tiba perut Alaya sakit kembali ia tidak bisa menahan rasanya, Dia meraba ke arah lukanya dan didapati darah di tangannya sepertinya perutnya pendarahan kembali, dan semuanya pun gelap ia tidak tahu lagi sepertinya alaya pingsan.
Alaric dengan Sigap menggendong Alaya menuju ke kamar sang raja agar tidak kejauhan sang raja memerintah dua pengawalnya, untuk menurunkan ratu dari tempat pengeksekusian dan sang raja pun menyuruh alaric untuk memanggilkan seorang tabib, untuk mengobati luka alaya yang nampaknya semakin memburuk
pengeksekusian itu akhirnya batal, sang ratu nampak senang namun, ada perasaan dendam di hatinya, ia masih sangat benci kepada Alaya walau alaya telah membelanya mati-matian untuk memohon kepada sang raja agar dia tidak dihukum mati.
Ratu chyara menyusul sang raja yang terlihat terburu-buru menemui Alaya di dalam kamarnya sepertinya lukanya makin parah tabib mengatakan bahwa pedang yang digunakan untuk melukai perut ayah diberi racun yang menyebabkan luka Alaya sulit sembuh.
Ratu cyhara hanya bisa menangis, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan putrinya selanjutnya.
__ADS_1
alaric menatap Alaya dengan tatapan cemas, ia bergumam dalam hatinya bahwa, keinginan busuk ibunya akan segera tercapai.
namun ia bersumpah pada dirinya Jika alaya meninggal, ia tidak akan memaafkan ibunya sampai kapanpun.