Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti

Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti
Kepergian Alaric


__ADS_3

alaya masih mencari ide agar ia bisa kembali ke zamannya, ia mencobanya dengan membaringkan tubuhnya di tempat tidur seperti saat ia datang, namun sayangnya ia tidak bisa melakukannya lagi, sepertinya dia tidak akan bisa kembali ke zamannya, ia menggerutu kesal namun itulah yang terjadi.


" kenapa aku tidak bisa kembali seperti saat aku datang,?"


" sepertinya aku tidak akan pernah bisa kembali lagi seperti pertama kali aku datang"


akhirnya Alaya memutuskan untuk keluar dari kamarnya, untuk menghirup udara segar agar ia sedikit tenang, di sisi lain terlihat sang raja sudah menyiapkan kepergian alaric ke medan pertempuran terlihat juga alaric di situ yang sepertinya sudah menunggu kedatangan Alaya.


Namun sepertinya Alaya enggan datang sang raja mengutus satu prajuritnya untuk memanggil Alaya untuk mengiringi kepergian alaric,


ratu camilla Nampak tak menyukai hal itu ia mengatakan bahwa, jika harus pergi ya pergi saja Mengapa harus menunggu kedatangan Alaya, toh tidak perlu diiring seperti yang diminta oleh sang raja


" Kenapa harus diiring sepertinya alaya tidak ingin mengirim kau alaric"


Alaric memandang ibunya dengan kesal, dia mengatakan kepada raja bahwa ia harus menunggu kedatangan Alaya sebelum kepergiannya menuju ke medan pertempuran.


" biarkan aku menunggu Alaya ayah, nantinya aku bisa mengenangnya untuk terakhir kali,"


" Baiklah anakku Mari kita tunggu kedatangannya,"


sang prajurit telah sampai di depan kamar Alaya namun, terlihat Alaya tidak ada di kamarnya, Iya mencari mencari keberadaan Alaya namun tidak juga menemukannya,


sang prajurit tahu bahwa alaya pasti berada di taman istana, Ia pun mencarinya ke sana, dan benar saja Alaya Tengah berada di sana sambil memandangi bunga bunga di taman itu sang prajurit menghampiri Alaya dengan gembira, lalu mengatakan apa yang dikatakan oleh sang raja.

__ADS_1


" ternyata tuan putri di sini, saya mencari di kamar tuan putri namun tak ada,"


" Iya aku di sini Mengapa kau mencariku??"


" Pangeran alaric ingin pergi menuju medan pertempuran namun, ia ingin bertemu dengan Anda sebelum pergi "


Alaya sempat diam, lalu ia mengatakan kepada prajurit yang memanggilnya untuk menunggunya, dia akan segera menemui Alaric, sang prajurit pun berlalu alaya masih memikirkan bagaimana untuk kembali ke masanya, alaric masih terlihat menunggu kedatangan alaya, namun sepertinya ratu camilla sangat tidak sabar dengan semua sikap alaric, dia mengatakan kepadanya bahwa, ia harus segera berangkat dan tak usah menunggu kedatangan gadis bodoh itu.


" kenapa kau harus menunggunya, Lihatlah dia tidak datang kan dia itu mengingkari janjinya,"( ucap sang ratu kepada alaric dengan kesal)


sang raja hanya diam begitupun dengan Ratu chyara, Ia pun hanya bisa diam saat sang ratu terus saja berkomentar tentang Alaya.


yang ditunggu Mereka pun tiba, Alaya terlihat tersenyum tipis kepada Alaric sepertinya ia membawakan sesuatu di sebuah kotak yang akan diberikan kepada Alaric, iya menyerahkan kotak itu lalu berkata bahwa alaric harus menjaga dirinya baik-baik.


" ini apa Alaya, Apa kau memberikan hadiah Untukku??"( tanya alaric pada Alaya)


" Iya itu adalah hadiah untukmu tetapi kau harus membukanya ketika kau sudah sampai "


" kenapa harus ketika sudah sampai kenapa tidak sekarang saja, "


raja dan ratu hanya tertawa ketika melihat pertikaian di antara mereka namun, tidak dengan Ratu Camilla yang terlihat tidak suka dengan apa yang diberikan alaya kepada alaric, Alaya nampak terlihat kesal dengan sikap alaric namun, ia mencoba menjelaskan sedikit kepada alaric bahwa, Hadiah itu tidak akan sopan ketika dibuka di depan orang yang memberikannya.


" alasan aku menyuruhmu membukanya ketika sudah sampai adalah aku yang memberikannya "

__ADS_1


" Bukankah tidak sopan Jika seseorang menerima hadiah namun ia membukanya di depan yang memberikannya "


setelah penjelasan panjang Alaya barulah alaric mengerti segalanya, iya tersenyum kepada alaya lalu menyimpan kotak yang diberikan alaya di dalam tasnya, setelah itu ia berpamitan kepada Alaya dan semuanya untuk pergi ke medan pertempuran, Iya juga mengatakan ia tidak akan pulang dan ia langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke asrama panglima.


" aku akan berangkat menuju medan pertempuran namun, mungkin inilah terakhir kalinya aku berada di sini setelah selesai di medan pertempuran aku akan langsung menuju ke asrama panglima "


ratu camilla nampak terlihat menangis lalu ia memelukan alaric, ia pun membalas pelukannya ia mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja.


" ibu aku akan baik-baik saja jangan khawatir kan aku disana ya,"


" baiklah kalau begitu juga dirimu baik-baik,"( ucap ratu camila kepada alaric)


alaric pun pergi meninggalkan istana dengan kudanya dan berbekalan yang ia bawa, sesekali ia melihat ke belakang menatap wajah cantik Alaya, yang terlihat sepertinya tidak rela Jika ia pergi, namun ini adalah perintah sang raja yang harus dijalankan, iya berjanji pada dirinya bahwa dia akan menjadi panglima sejati pemimpin pertempuran.


terlihat sosok alaric telah pergi, iya tidak terlihat lagi namun Alaya masih memandangi jalan yang dilewati alaric lalu ia menitipkan air matanya, seolah ia tak rela Jika Alaric pergi namun, ia tersadar bahwa dirinya adalah seorang putri yang tidak bisa melarang perintah sang raja kepada alarich.


ratu camila memperhatikan alaya yang terlihat menangis, ia pun tersenyum dengan senang selalu menghampirinya, ia mengatakan bahwa semua kisah pertemanan akan berujung luka, alaya menatap sang ratu dengan heran namun ia tidak berani berkata-kata di depannya dia tahu bahwa dirinya bukan siapa-siapa yang harus mengomentari semua perkataan sang ratu yang dianggapnya tidak benar.


" aku rasa semua kisah pertemanan akan berakhir luka yang menyedihkan seperti yang kau rasakan,"


" Biarkan dia pergi berlatih di sana toh dia akan menjadi seorang pemuda yang berani nantinya,"


setelah mengatakan itu sang ratu pergi meninggalkan alaya dengan air matanya yang masih belum bisa berhenti, raja yang sedari tadi melihat semuanya ia tersenyum lalu menghampiri alaya, iya mengatakan bahwa alaric akan baik-baik saja di sana, lalu dia juga menjelaskan bahwa ia akan menjadi pemuda terbaik dengan gelar panglima, Raja menyuruh Alaya untuk beristirahat di kamarnya karena tahu memang kondisi Alaya belum membaik, raja menyuruh ratu chyara untuk mengantarkan alaya kekamarnya namun, alaya menolak karena iya mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan bisa ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


Alaya pun berpamitan kepada sang raja dan ratu untuk pergi ke kamarnya Ia pun berlalu, sang ratu menatap Alaya dengan kasihan, seolah ia tahu apa yang Alaya rasakan saat ini, sang raja melihat ratu chyara, iya tahu apa yang ratu fikirkan sang raja tersenyum, lalu mengajak sang ratu untuk kembali ke Singgahsana mereka, Alaya sampai di kamarnya Ia pun merebahkan diri di kasur yang empuk, lalu ia menitikkan air matanya, ia teringat akan bunga mawar yang di petikan alaric untuknya, Ia pun bangun dari tidurnya lalu beranjak menuju vas bunga, ia mengambil bunga yang diberikan oleh alaric kepadanya, lalu mencium aromanya yang sedikit berkurang, ia mengatakan bahwa itu adalah hadiah terakhir yang diberikan Alaric kepadanya di kala itu, Ia pun mengembalikan Mawar itu ke vas bunga, dan ia memilih untuk merebahkan dirinya di kasur yang empuk lalu memilih untuk tidur, melupakan semua masalah yang menimpanya hari ini, dan berharap ia terbangun dan kembali ke zaman Keya,


__ADS_2