
Alaric setengah berlatih pedang di dalam asramanya, tiba-tiba ia teringat akan sosok alaya yang selalu Iya rindukan namun, ia menepiskan pikirannya ia fokus untuk latihan, Dan mungkin suatu saat dia akan kembali dan menemui Alaya namun semakin ia menghindari pikirannya tentang Alaya, maka semakin jelas bayangan Alaya yang muncul di pikirannya, alaric yang kesal memutuskan untuk berhenti berlatih, dan pergi ke kamarnya untuk istirahat, namun langkahnya terhentikan oleh panggilan Pak Toga, alaric pun menoleh lalu ia tersenyum, Ia pun menghampiri Pak Toga Pak Toga pun tersenyum, dan Pak Toga memberikan segulung surat untuk Alaric Alaric Yang penasaran pun menerimanya ia tidak tahu itu surat dari siapa, namun Entah mengapa Ia berpikir bahwa Alaya lah yang mengirimkannya.
" Alaric,"
" Eh Pak Toga, Ada apa Pak,? "
" ini ada Surat Untukmu, Aku tidak tahu dari siapa namun ibumu yang menitipkan kepadaku,"
alaric pun menerima surat itu, ia masih penasaran dari Siapakah surat itu ia segera mengambilnya, lalu ia pun bergegas ke kamarnya untuk membaca rasanya ia tidak sabar ingin membuka isi surat itu setelah sampai di kamar, Ia pun membukanya dan ternyata benar saja surat itu dari Alaya, sebuah senyuman yang manis terbit dari wajah tampan alaric, sepertinya ia sangat merindukan Alaya, Ia pun segera membaca surat yang diberikan Alaya untuknya.
**Dear:alaric
Hai alaric kau apa kabar, Aku sangat merindukanmu Apa kau tahu aku kesepian Tanpamu, Kau adalah salah satu temanku yang bisa menyemangati hari-hariku, Apa kau tahu tanpa adanya Keberadaanmu sepertinya hari-hariku akan suram, Aku berharap kau Bisa membalasnya Entah mengapa aku sangat ingin menuliskan surat ini padamu, Apa kau tahu ini adalah ide ibuku dan semenjak tidak ada kau aku tidak berlatih pedang lagi, semoga kau di sana sehat selalu ya, Dan ingat belajarlah yang rajin Aku akan selalu menunggumu.
setelah membacanya alaric pun menitikkan air matanya, Entah mengapa ia selemah itu dengan seorang wanita sebelumnya ia tidak pernah menangis karena sebuah rasa cinta, namun kali ini berbeda, sepertinya ia benar-benar merasakan Sisi lembut yang mengalir dari diri alaya, Alaric pun mengambil sehelai bulu dan sebotol tinta, lalu ia mengambil selembar kulit kayu, dan bersiap untuk menuliskan balasan surat untuk alaya namun, dengan lugunya alaric sempat bingung dengan tulisan surat pembuka dari Alaya di atas dengan tulisan dear
" dear apa itu dear aku tidak pernah mendengarnya,??? "
namun alaric hanya mengikuti kata pembuka surat yang dibuat oleh alaya itu dan ia segera menuliskan semua perasaan dihatinya kepada alaya.
**Dear:alaya
__ADS_1
alaya aku sangat merindukan mu, jangan cemaskan aku, aku sehat selalu disini apakah kau kesepian tanpa ku, maafkan aku jika aku meninggalkan mu, aku berjanji akan pulang dengan membawa gelar panglima, oya aku ingin tanya keadaan ayah, dia baik-baik saja bukan aku minta maaf jika sudah membuatmu cemas namun, aku berjanji akan selalu membalas surat-surat darimu.
setelah menulis itu alaric segera menggulung suratnya, namun tiba-tiba temannya datang dan tidak sengaja menjatuhkan surat yang telah ia buat
" ya ampun maaf aku tidak sengaja,"
" tidak mengapa aku bisa mengambilnya."
Alaric pun mengambil surat yang terjatuh tadi lalu segera pergi untuk menemui Pak toga, setelah bertemu dengan pak toga alaric langsung memberikan surat yang dibuatnya untuk alaya, pak toga pun menerimanya iya tersenyum kepada alaric namun, pak toga melihat wajah alaric yang terlihat sepertinya bahagia sekali, namun pak toga hanya bisa memendam rasa penasaranya, toh untuk apa juga ia mencampuri urusannya alaric.
Disisi lain ratu camilla tengah mempersiapkan pernikahan alaya, ia tampak bersemangat sekali, terlihat dari raut wajahnya, sepertinya ia akan melakukan apapun agar alaya bisa menjauh dari alaric, orang yang dipilih oleh sang ratu memang benar-benar tepat, ia tampan juga berani sang ratu menunjukkan foto Alaya kepada Pangeran itu, Pangeran Itu tampak tersenyum lalu ia menanyakan, di mana alaya berada sang ratu menjelaskan bahwa alaya selalu berada di kamarnya, semenjak kepergian alaric tidak ada teman yang menemaninya
" coba kau lihat foto ini dia cantik bukan??,"
" semenjak alaric pergi, ia tidak pernah keluar dari kamarnya, dan selalu berada dikamarnya untuk sepanjang waktu "
sang pangeran tersenyum, lalu ia berpamitan kepada sang ratu untu pergi dari hadapannya, sebab ada urusan yang harus ia selesaykan.
" Baiklah aku harus pergi mungkin pernikahan ini bisa kita bicarakan nanti "
" Baiklah kalau begitu nanti aku temui ayahmu dan membicarakan hal ini padanya,"(ucap ratu camilla)
__ADS_1
" baiklah namun kau menyukainya bukan??"
sang pangeran tidak menjawab pertanyaan sang ratu, Ia hanya tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan sang ratu, Senyumnya itu terlihat misterius entah apa yang ia rasakan bahagia, sedih, atau kecewa sebuah senyuman yang terbit dari seorang pangeran yang terlihat misterius.
di sisi lain terlihat Alaya sedang melamun di kamarnya, Iya sedang memandangi jendela, entah apa yang dia lihat tatapanya kosong, ia tidak tahu harus bagaimana, ia sangat bosan namun tidak tahu harus melakukan apa, Alaya pun menghembuskan nafas beratnya, lalu ia memandang ke vas bunga, tempat di mana bunga yang diberikan kepada alaric untuknya sudah terlihat kering, alaya berniat untuk membuangnya lalu mengganti yang baru Namun, ia teringat akan pesan alaric kepadanya, bahwa Iya tidak boleh membuang bunga itu, walau bunga itu kering sekring apapun ia harus tetap mempertahankannya.
" Astaga aku lupa,?! "
" Baiklah kalau begitu aku tidak akan membuangnya,"
Alaya pun yang sudah dilanda dengan kebosanan, memutuskan untuk keluar dari kamarnya untuk mencari sesuatu yang menarik, namun ia tidak melihat dayang kesayangannya itu, Entah di mana keberadaannya sekarang namun saat saat seperti ini dia sangat membutuhkannya.
" astaga dimana kyakyang, lama sekali aku tidak berjumpa dengannya,"
Alaya tidak tahu Di mana keberadaan dayang kesayangannya itu, Ia pun hanya berjalan-jalan di sekitar halaman kamarnya saja, entah apa yang ia cari namun ia sangat bosan dan tidak tahu harus melakukan apa, namun ia melihat sosok pangeran yang melihatnya lalu tersenyum tipis padanya, ya terlihat tampan dan juga sangat menarik perhatiannya namun, ia baru melihat Pangeran itu, setahu dia hanya Alaric yang ada di istana, alaya penasaran ia tidak tahu siapa pangeran yang tersenyum kepadanya, Iya berniat untuk menghampirinya namun ia segera menghilang dari hadapannya, Iya Sempat berpikir Apakah dia manusia atau jin namun tidak mungkin baginya.
" Astaga mana ada yang namanya Jin, di sini kan serba tradisional aku tahu itu tapi siapa dia?? "
Alaya mencoba untuk mencari Pangeran itu yang terlihat sudah menghilang dari pandangannya, rasa penasaran Alaya makin kuat, Iya tidak tahu jika Pangeran itulah yang akan menjadi calon suaminya nanti, Iya segera menghampiri tempat di mana pangeran itu tadi berada, namun ia tidak juga menemukannya, ia tidak tahu apa yang direncanakan seorang pangeran tampan itu kepadanya, ia tersenyum misterius kepadanya namun, senyumannya itu sangat berarti dia sangat manis ketika tersenyum, alaya hanya menghelai nafas kesal, lalu ia kembali ke kamarnya daripada mencari hal yang sia-sia seperti ini ucapnya pada dirinya.
" Astaga menyusahkan orang saja, Lebih baik aku ke kamarku dan beristirahat daripada mencari hal yang sia-sia seperti ini,"
__ADS_1
alaya pun berlalu dari tempat di mana pangeran itu tadi muncul, dan melenggang pergi menuju kamarnya.