Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti

Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti
Berlatih bersama


__ADS_3

Sinar pagi terpancar dengan lembut dari jendela kamar alaya, namun tidak juga membangunkannya, sepertinya dia sangat kelelahan sampai lupa jika hari sudah menjelang pagi. Namun suara ketukan pintu mampu membuatnya tersadar dari mimpi idahnya, ia segera bangun dan bergegas untuk membukakan pintu, namun dia tidak melihat siapa pun disana, saat hendak menutup pintu kamarnya sosok alaric mengejutkannya. Ia membuat alaya terkejut bukan kepalang, ia tahu sifat usil alaric yang sudah ada dari bayi. Alaya yang kesal hanya menggerutu


"dasar, kau ini tidak ada teman ya, kenapa kau selalu mengganguku",


"aku tidak mengganggumu tuan putri namun raja yang menyuruh ku untuk membangunkan mu",


"bukankah kita akan berlatih bersama hari ini, apa kau ingat"?


alaya sempat berfikir lalu ia segera menutup pintu kamarnya, dan mengatakan bahwa ia akan bersiap siap dan langsung menyusulnya di halaman istana.


"aku ingat! Baiklah aku akan bersiap siap kau duluan saja ke halaman istana nanti aku menyusul".


"baiklah tuan putri mandi yang bersih ya, aku tunggu kau cepatlah sedikit".


alaric melenggang pergi dari depan kamar alaya, namun alaya nampak tidak menemukan sosok kyakyang yang biasanya selalu membangunkannya. Ia tak memperdulikannya ia lalu masuk kedalam kamarnya, dan bersiap siap untuk berlatih bersama alaric. Alaric yang sudah menunggu dari tadi sepertinya sudah dilanda kebosanan, ia berjalan kesana kemari tanpa ada yang dilakukan nya, Alaric sempat menggertu kepada alaya yang nampaknya sengaja berlama lama.


"hhhh lama sekali dia, entah apa yang dilakukannya sekarang, entah mandi atau tertidur",


namun sepertinya alaya mendengar semuanya dan ia meledek alaric yang masih belum menyadari kehadirannya.


"sepertinya ada yang sedang kebosanan"


alaric menoleh kearah alaya yang sudah berada di sampingnya, ia melihat alaya memegang pedang yang kemarin raja berikan padanya. Alaric tersenyum, dan mengatakan bahwa alaya nampak cantik hari ini.


"kenapa kau begitu cantik?, aku menyukainya",


"apa kita bisa mulai berlatih?!"(tanya alaya)


"baiklah tuan putri namun sepertinya kita tidak akan berlatih disini, bagaymana jika di hutan bambu belakang istana?"


"kenapa harus disana sih, kenapa tidak disini saja"?

__ADS_1


"apa kau tidak melihat banyak prajurit berlalu lalang kesana kemari, dan itu akan membuat kau sulit berkonsentrasi dalam berlatih",


"maka dari itu, tempat yang sepi sepertinya mampu membuat kau fokus saat berlatih nanti,"


"baiklah,"


alaya berjalan mendahului alaric yang masih terpatung di halaman istana. Ia tersenyum melihat alaya yang mendahuluinya, ia mengejar alaya dengan agak terburu buru.


"ini tempatnya?"(menunjuk sebuah tempat dengan ribuan bambu)


"ya apa kau siap untuk berlatih nona?,"


"siap pangeran,"(tersenyum kearah alaric)


alaya menodongkan pedangnya kearah alaric dan alaric pun segera melawannya, mereka berlatih dengan sangat lihay, disisi lain terlihat seseorang tengah mengawasi alaya dan alaric yang tengah fokus berlatih. Dia memakai pakayan ninja, lengkap dengan samuray yang panjang, ia terus memperhatikan mereka berdua entah apa niatnya. Namun dikala itu alaya yang sepertinya mudah sekali kelelahan meminta alaric untuk berhenti berlatih dan beristirahat sejenak.


"aku lelah, mari beristirahat sejenak,"


"lemah sekali kau ini, baru saja berlatih sebentar tapi sudah sangat kelelahan."


alaya menatap alaric dengan kesal dan menggerutu kepada alaric,


"apa kau bilang?, lemah..hhh wajar lah aku kan perempuan jadi aku tidak sekuat kau"


alaya segera memalingkan mukanya pada alaric yang tersenyum padanya.


"baiklah aku akan mengambilkan mu minum, tunggu lah disini, aku tidak akan lama,"


"baiklah,"(jawap alaya singkat,)


alaric melenggang pergi dari hadapan alaya yang masih terlihat kelelahan.

__ADS_1


Sesosok pria berpakaiyan ninja tadi berusaha mendekati alaya yang masih terduduk, mereka berjumlah dua orang, alaya yang baru saja menyadari kedatangan dua orang asing itu terkejut melihat mereka menodongkan samurainya, alaya yang hendak kabur dari mereka namun, malah tertangkap oleh salah satu orang asing itu. Untungnya alaric cepat datang, ia segera menyerang orang yang berusaha menyandra alaya, namun semua itu sia sia saja. Mereka berhasil melukai alaya dengan menggoreskan samurai ke perut alaya,


"akh...alaric tolong aku,"


alaric yang melihat alaya limbung segera menangkapnya, dengan darah yang terus keluar, alaric yang panik segera menutup luka alaya dengan merobek bajunya. Ia menggendong alaya menuju istana, raja yang melihat alaric menggendong alaya panik bukan main. Raja melihat baju alaya yang sudah dipenuhi noda darah, membuat raja semakin panik ia menyuruh alaric untuk membaringkan alaya di kamarnya. Raja menyuruh alaric untuk mencari orang dibalik penusukan alaya, raja segera memanggil tabib untuk menangani alaya. Di sisi lain seorang pria tengah menemui ratu camilla dan mengatakan bahwa ia telah membereskan pekerjaanya, ratu memberikan sekantong koin dan memberikannya pada pria itu. Ternyata orang yang menggores kan samurainya ke perut alaya tadi adalah orang suruhan ratu kemarin, yang diutusnya untuk mencelakai alaya.


"aku sudah menyelesaikan tugasku ratu,"


"baiklah ambil ini, dan segera tinggalkan tempat ini, aku tidak mau ada orang yang mencurigai mu"


"baiklah ratu saya pamit dulu,"


"tunggu!! Kau apakan gadis itu?"


"saya melukai perutnya ratu, saya tidak tahu apakah dia baik baik saja sekarang,"


"bodoh!! Aku menyuruh kau melukainya, bukan menghawatirkannya!!! Enyahlah kau dari hadapan ku!!"


"sungguh tidak ada gunanya aku membayarmu mahal chh"


pria itu pun berlalu dari hadapan sang ratu, ratu camilla nampak senang, dengan apa yang telah di perbuatnya terhadap alaya. Dia mengambil sebotol alkohol dan menuangkannya kedalam cangkirnya, dan meminumnya sambil membanyangkan betapa bahagianya jika alaya meninggal. disisi lain alaya masih belum bangun dari pingsanya, namun pendarahan yang dialaminya sudah terhenti, tabib mengatakan bahwa luka alaya tidak terlalu parah. Raja senang mendengarnya, ratu cyhara dengan setia menunggu alaya bangun, matanya sembab ia tak henti hentinya menangis saat darah alaya masih saja keluar tadi, namun kini semuanya sudah berlalu. Di sisi lain alaric tengah mendesak salah satu pelaku penusukan alaya untuk mengatakan siapa yang menyuruhnya. Dia sudah berkali kali memaksanya untuk mengatakan hal sebenarnya namun, ia masih tetap tidak ingin mengatakannya. Alaric mengancam akan membunuh pelaku itu dengan pedangnya jika dia tidak mau memberitahu siapa dalang dibalik pristiwa ini, Akhirnya dia mengatakan bahwa ratu camilla lah yang menyuruhnya untuk mencelakai alaya.


"aku akan membunuhmu dengan pedang ku jika kau tidak mau mengatakan siapa yang menyuruh mu,"


"lama sekali pedang ini tidak ternodai darah manusia, apa kau mau darahmu membekas dan mengering di pedang ku?,"


"ti..tidak pangeran saya akan memberitahumu orang dibalik semua ini,"


"siapa!! Katakan!!"


"ratu camilla pangeran,"

__ADS_1


alaric terkejut mendengarnya, air matanya jatuh seketika, ia benar benar tidak menyanga, bahwa ibu yang selalu ia sayangi dan selalu memberinya kehangatan mampu melakukan hal sekeji ini. Ia menangis sejadi jadinya, bukan kasihan dengan keadaan alaya, namun ia kecewa pada ibunya yang rela membayar orang demi mencapai keinginanya.


__ADS_2