
Pagi yang sangat indah bagi alya untuk menjalani hari-harinya, Iya Tengah duduk di tepi istana, namun ia berfikir kesepian ini tidak pernah terjadi padanya sebelumnya, alaric orang yang sangat dia rindukan, entah Bagaimana kondisinya saat ini, di sisi lain sang ratu Tengah mempersiapkan pernikahan Alaya dengan seorang pangeran, Ratu Camilla Tengah mengusul pendapat kepada sang raja bahwa Alaya lebih bagus dinikahkan oleh sang pangeran, raja dan ratu chyara pun menyanggupinya, mereka berpikir bahwa itulah jalan terbaik hidup Alaya,
" Bagaimana jika ayah menikah dengan seorang pangeran??"( usulan ratu camilla)
" Bukankah bagus untuknya Jika dia sudah menikah??"
" Aku suka ide mu itu namun, Apakah kau yakin pangeran yang kau sebut itu memiliki sifat baik yang bisa menjaga putriku,"( ucap sang raja)
" tentu saja raja di sangat baik, dia pun sangat tampan aku yakin kalau iya akan langsung menyukainya setelah melihatnya,"
raja sempat berpikir sebelum ia mempertimbangkan segalanya, Iya takut kehilangan putrinya sebab Ia sayang sekali dengan putrinya itu, namun Ratu chyara tampaknya tidak menyukai pernikahan dini, yang tidak semestinya dilakukan Saat usia Alaya yang masih terbilang muda,
" sepertinya Alaya masih terlalu muda untuk menikah,"(ucap ratu chyara)
Raja menatap Ratu camilla lekak-lekat lalu ia mengatakan kepada sang ratu Apakah sang pangeran yang akan menikahi alya itu tahu, jika dia akan menikah dengan Putri Alaya, mendengar pertanyaan sang raja ratu pun menjawabnya jika Pangeran lah Yang menyukai Putri Alaya lebih dulu.
" Apakah Pangeran yang kau maksud itu sudah mengetahui, jika dirinya akan menikahi Putri Alaya?? "
" tentu saja sudah sebab dia lah yang pertama kali menyukai Alaya Baginda Raja,"
Raja Sempat berpikir lalu ia menatap Ratu chyara dan tersenyum, seolah meminta persetujuannya Ratu chyara pun memalingkan pandangannya dari hadapan raja lalu pergi begitu saja, hal ini membuat sang raja bimbang ia tidak tahu harus bagaimana, di sisi lain pernikahan ini sangat diperlukan sebab tuntutan politik yang mengharuskan alaya untuk menikah dini.
ratu chyara ternyata menemui putrinya yang setengah berada di tepi istana Iya Iya tersenyum melihat putrinya, lalu sang ratu pun menghampirinya, alaya yang menyadari keberadaan sang ratu di dekatnya, membuatnya pecah dari lamunannya, sang ratu tersenyum lalu duduk di samping Alaya ia bertanya apa yang dia pikirkan saat ini namun, sang ratu sepertinya tahu jika Alya sedang merindukan Alaric,
" Apakah kau tengah merindukannya anakku"( ucap sang ratu kepada Alaya)
" Bagaimana Ibu bisa mengetahuinya aku belum menceritakannya sama sekali Namun, sepertinya Ibu memiliki kekuatan untuk menerawang pikiran orang lain,"
__ADS_1
sang ratu tersenyum ketika alaya mengatakan hal itu, Ia menjelaskan bahwa raut wajah Alaya sangat menggambarkan isi pikirannya, sang ratu menanyakan apakah ia pernah mengirim surat kepada seseorang yang Iya rindukan.
" apa sebelumnya Kau pernah mengirimkan surat kepada seseorang yang kau rindukan,??"
Alaya Sempat berpikir namun ia tersenyum dalam hatinya ia terkikik, ia pun berpikir jika dirinya tidak pernah mengirim surat apapun itu, sebab Ia hanya mengirim melalui ponsel, namun sang ratu sepertinya tidak akan mengetahui hal itu untuk menjawab pertanyaan sang ratu alaya berpura-pura tidak mengetahui apa itu mengirim surat,
" Astaga surat-suratan seperti orang zaman dulu saja, aku mah tidak pakai surat tapi pakai handphone, "
" tapi tidak mungkin aku mengatakannya Ya aku tahu jika Sang Ratu tidak akan mengetahui apa itu handphone "
" sebaiknya aku berpura-pura saja jika aku tidak mengetahui apa itu surat dan mengirimnya "
" bagaimana caranya ya berpura-pura bodoh itu lebih baik, daripada mengatakan hal yang tidak Iya ketahui "
Alaya sibuk menggerutu di dalam hatinya Iya tidak tahu, bagaimana caranya untuk menjawab pertanyaan sang ratu, mungkin baginya akan lebih baik jika dia berbohong
Ratu tersenyum mendengar perkataan alaya, Ia menjelaskan surat adalah kata-kata hati yang ditulis di selembar kertas, dengan tinta yang akan digulung lalu diberikan ke seseorang yang sangat dirindukan,
" surat adalah isi hati yang kau tulis di sebuah kertas dengan pena yang terbuat dari tinta hitam "
" dan ketika sudah selesai menulis sesuatu kau bisa menggulungnya lalu memberikannya kepada orang yang sangat kau rindukan seperti Alaric "
" wah.... sepertinya menyenangkan aku boleh mencobanya tapi, aku tidak memiliki buku Aku pun tidak memiliki pena lalu Bagaimana aku bisa membuat sebuah surat,"
sang Ratu pun tersenyum kepada Alaya Ia menyuruh Alaya untuk mengikutinya ke kamarnya, alaya pun mengikutinya Sesampainya di kamar, sang ratu memberikan sebuah kertas yang terlihat seperti kulit kayu, dan nampaknya ini adalah buku zaman dahulu atau kertas yang digunakan mereka untuk menulis surat, Dengan sehelai bulu ayam atau bulu burung yang dipakai untuk pena atau alat menulis dengan dicelupkan di sebotol tintq
" kau bisa gunakan alat ini untuk menulis apa perasaanmu dan Tulislah semua diselembar kertas ini,"
__ADS_1
" setelah selesai kau bisa menggulungnya seperti ini, lalu kau bisa memberikannya padaku,"
" aku akan menyuruh pak Toga untuk mengirimnya kepada Alaric,"
Alaya tersenyum kepada sang ratu lalu ia menanyakan Siapakah pak Toga itu Apakah hubungannya dengan Alaric.
" Pak toga siapa dia, aku tidak mengenalinya Lalu apakah dia Sedekat Itu pada Alaric,"
" dia adalah guru besar yang mengajar di asrama Panglima, Tentu saja dia akan bertemu dengan alaric,"
" Baiklah sekarang tulis perasaanmu aku akan keluar jika sudah selesai panggil saja aku,"( jelas sang ratu kepada Alaya)
Alaya pun tersenyum, iya mengambil selembar kulit kayu yang seperti kertas lalu mengambil bulu yang diberikan oleh sang ratu padanya, dan mencelupkannya di sebotol tinta, dan dia pun siap untuk menuliskan sesuatu untuk alaric.
**Dear:alaric
Hai alaric kau apa kabar, Aku sangat merindukanmu Apa kau tahu aku kesepian Tanpamu, Kau adalah salah satu temanku yang bisa menyemangati hari-hariku, Apa kau tahu tanpa adanya Keberadaanmu sepertinya hari-hariku akan suram, Aku berharap kau Bisa membalasnya Entah mengapa aku sangat ingin menuliskan surat ini padamu, Apa kau tahu ini adalah ide ibuku dan semenjak tidak ada kau aku tidak berlatih pedang lagi, semoga kau di sana sehat selalu ya, Dan ingat belajarlah yang rajin Aku akan selalu menunggumu.
setelah selesai menulis surat Alaya pun menggulungnya, lalu ia keluar dari kamar sang ratu, ia mendapati Ratu yang tengah menunggu di luar kamar, sang ratu tersenyum Lalu alaya menyerahkan gulungan suratnya kepada sang ratu sang ratu pun mengatakan bahwa ia akan menyerahkan surat ini kepada Pak Toga agar ia bisa memberikannya pada alaric.
" Apa kau sudah selesai menulisnya?"
" ya aku sudah menyelesaikannya Apakah ibu bisa menolongku untuk menyampaikannya kepada Alaric,??"
" Tentu saja, aku akan memberikannya kepada Pak Toga agar Pak Toga bisa memberikannya kepada Alaric"
sang ratu pun tersenyum, lalu Iya membelai lembut rambut Alaya, dan berlalu dari hadapannya, Alaya sangat lega ketika ia sudah menyampaikan semua rasa Rindunya kepada Alaric ia berharap Alaric dapat membalas suratnya.
__ADS_1