
dinginnya angin malam membuat alaya semakin semakin menangis
ia tidak tahu kenapa alaric sangat membencinya.
seseorang dari kejauhan terlihat menuju ke arah nya, ia mencoba memastikan bahwa itu bukanlah alaric
ternyata itu adalah kyakyang, yang di tugaskan sang ratu untuk mencari alaya yang tidak ada di kamarnya.
kyakyang menghampiri alaya dan mendapati alaya tengah menangis sesenggukan.
"tuan putri kenapa menangis"?!
"ratu mencemaskan tuan putri mari saya antarkan tuan putri ke kamar"
alaya mencoba menanyakan alaric kepada kyakyang, dan ia mengatakan bahwa alaric sangat benci wanita cengeng dan lemah.
kyakyang mengantarkan alaya kekamar nya, ia melihat ratu sudah menunggu di dalam kamar.
ia mengatakan bahwa ia hanya belum mengantuk, dan mencoba berjalan jalan sebentar.
ratu menyuruh alaya untuk tidur karna hari sudah sangat larut, alaya pun segera membaringkan badan nya di tempat tidur dan menarik selimut.
kyakyang dan ratu pun berlalu dari kamar alaya dan membiarkan nya untuk tidur sinar pagi terpancar dari sela sela jendela alaya terbangun dari tidur nya, ia segera bergegas untuk pergi mandi, namun ia terkejut saat sudah ada banyak dayang yang membawakan pakaiyan baru untuk nya
mereka membungkuk hormat pada alaya dan mempersilahkan alaya untuk mandi
setelah itu alaya memakai baju yang sudah di sediakan.
setelah selesai, salah seorang dayang mengatakan pada alaya bahwa, ada pertemuan kerajaan yang mengharuskannya untuk hadir, ia pun pergi kedalam ruang pertemuan raja dengan diiringi dayang.
sesampai nya disana raja dan ratu nampak senang saat alaya datang.
tapi tidak dengan ratu camilla, yang nampak tak senang dengan kedatangan alaya, lalu ia dipersilahkan untuk duduk di samping alaric, ia nampak masih kesal dengan sikap kasar alaric padanya semalam.
alaric hanya tersenyum saat melihat alaya yang membuang muka saat memandang nya.
entah mengapa sikap nya membuat aliric ingin sekali mengajak nya bicara
raja mengatakan bahwa ia akan mengirim alaric untuk memimpin pertempuran di medan perang.
"alaric saudara mu alaya tidak akan mungkin ku kirim untuk memimpin pertempuran"
"karna kondisi nya yang tengah kehilangan ingatan, maka dari itu aku mengutus kau untuk menggantikannya".
alaric berlutut di hadapan raja dan mengatakan, bahwa dia siap untuk memimpin pertempuran di medan perang
raja mengatakan lagi bahwa ia punya empat hari untuk berlatih pedang
setelah selesai mengatakan itu, raja menunjuk alaya untuk ikut berlatih pedang bersama alarik
"alaya, ikutlah berlatih pedang bersama ayah yakin kau lupa cara menggunakan pedang"
"aku?!, tapi aku tidak ingin bermasalah lagi dengan nya",(melirik ke arah alaric)
__ADS_1
raja tersenyum kepada putri nya, dan mengatakan bahwa alaric adalah saudara nya yang sangat baik.
"dia sangat baik anak ku, dan cobalah kau belajar dengan nya",
"apa kau bisa mengajari nya alaric"?, "dengan senang hati ayah aku akan mengajari nya dengan sangat lembut
(menatap ke arah alaya dengan senyuman nya yang dingin)
ratu camilla melihat alaya dengan tatapan tidak suka, ia pun meminta raja untuk menyuruh alaya berlatih dengan orang lain saja.
"kenapa tidak meminta orang lain saja untuk mengajari nya",
"bukankah alaric juga harus fokus dalam latihan nya dan semua itu hanya menyia nyiakan waktu saja",
raja mengatakan pada ratu, jika alaric yang sudah sering berlatih bersama
maka dari itu raja mempercayakan nya pada alaric.
"mereka sering berlatih bersama jadi apa salah nya jika alaric mengajarinya"
(tutur sang raja di kala itu)
"apakah yang mulia yakin bahwa alaya benar benar kehilangan ingatan nya"?!,
"aku berfikir jika ia hanya berpura pura agar tidak dikirim ke medan perang",
raja yang melihat ratu camilla berkali kali protes, membuatnya geram dan mengatakan bahwa titah raja tidak bisa di langgar.
"titah raja tidak bisa di ubah karna bersifat mutlak, jika ratu keberatan ratu bisa pergi",
alaya mengikuti alaric yang mengajak nya berlatih pedang di halaman istana
ia masih acuh tak acuh pada alaric akibat kejadian semalam.
setelah sampai alaric memberikan sebuah pedang yang di berikan nya pada alaya
"pegang ini,"
dengan tatapan dingin nya alaric memberikan sebuah pedang yang akan di gunakan alaya untuk berlatih.
alaya mencoba untuk tidak menatap alaric yang berusaha mengajak nya bicara
alaric melakukan gerakan beladiri dengan menggunakan pedang, namun alaya nampak tidak mengikuti gerakan nya dengan benar.
hingga terlihat oleh alaric yang sudah kesal dengan kelakuan alaya yang main main saat berlatih.
"apa kau tidak makan selama satu minggu?!" (seru alaric kesal)
"apakah bisa sedikit fokus saat latihan"!!
alaya masih tetap tidak memandang alaric yang masih mengomel di depan nya
"kenapa kau tidak membunuh ku saja, kau hanya membuat semua orang takut pada mu",(jelas alaya pada alaric)
__ADS_1
sontak membuat alaric tertawa dan menatap alaya dengan penuh tanda tanya
"jika aku membunuh mu apa kau bersedia"?
alaric menodongkan pedang nya kearah alaya
kali ini ia memperingatkan alaya untuk tidak pingsan saat ini.
"tolong jangan pingsan tubuh mu berat sekali",(ucap alaric dengan terkikik)
sontak membuat alaya menatap nya dengan wajah memerah karna malu
"apa kau ingat kemarin aku melakukan hal ini pada mu"?
alaric menurunkan pedang nya dan mencoba mengajak alaya bicara
sontak alaya segera menatap alaric dengan heran.
"ya, kemarin kau menyandera ku dan membuat ku takut"
"lalu apa kau ingat setelah nya"?
"tidak"!
"biar ku beri tahu mu, kemarin kau pingsan dan sangat merepotkan ku, aku lah yang menggendong mu menuju kamar mu",
alaya terkejut dengan kenyataan yang dikatakan alaric, dan mengatakan terimakasih pada nya.
"trimakasih untuk semua nya, maaf jika sudah merepotkan mu",
"tidak masalah, apa kau tau ayah sangat marah pada ku kemarin, saat kau tak sadarkan diri ",
"ia juga mencambuk ku dengan kuat hanya karna aku memperlakukan mu begitu, aku berfikir jika kau memang putri kesayangan ayah",
alaya menatap alaric dengan iba, ia ingin sekali mengetahui banyak hal tentang diri alaric.
ia lalu menanyakan pada alaric kenapa ia marah saat ia menegurnya di malam itu dan alaric menceritakan bahwa ia sebenar nya tidak marah pada alaya.
ia hanya marah pada ibunya tidak mempercayai raja bahwa alaya kehilangan ingatan nya.
dan kebetulan alaya menegurnya kala itu dan membuat alaric melampiaskan kekesalan nya pada alaya.
yang malah membuat alaric menyadari bahwa ia memang bukan alaya yang ia kenal dulu, dan ia yakin bahwa yang sekarang sedang bersama nya adalah orang lain yang masuk kedalam tubuh alaya.
mendengar itu alaya menitikkan air matanya dan mengatakan bahwa ia adalah keyna.
"aku sudah mengatakan nya pada ratu bahwa aku adalah keyla bukan alaya"
"keyla??? nama yang indah, lalu bagai mana kau bisa sampai di sini"?,
"apa kau tahu aku hanya berandai andai ingin menjadi seorang putri, dan aku tertidur karna lelah, setelah bangun aku sudah berada di sini",
alaric tertawa mendengar ucapan alaya yang menurut nya tidak masuk akal
__ADS_1
ia yakin, bahwa gadis yang ada di hadapan nya saat ini benar benar alaya yang tengah kehilangan ingatan nya.
ok sampai sini dulu ya jumpa lagi babay :v