
alaya membuka mata, ia berada di kamar nya di temani sang ratu.
ternyata ia pingsan, saat alaric mencoba memaksa nya untuk berlatih.
ratu segera memeluk nya sambil menangis ratu mencoba menjelaskan bahwa alaric hanya bergurau pada nya.
alaya membalas pelukan sang ratu dan mengatakan bahwa ia tidak apa apa.
"baiklah anak ku apa kau ingin sesuatu"?
"dimana alaric"? tanya alaya
"kenapa kau mencari nya, bukan kah dia yang sudah membuat kondisi mu semakin buruk",
"tidak apa apa ibu, aku ingin menemui nya sebentar saja", jelas alaya
"baiklah mari ibu antar",
sang ratu mengantar alaya untuk menemui alaric, ia sedang menghadap sang raja akibat ulah nya, yang membuat jiwa keyna ketakutan.
alaya melihat raja akan memberi hukuman kepada alaric, hukuman cambuk, yang tidak semestinya di berikan kepada sang pangeran.
ratu camilla terlihat menangis, saat putra nya akan di hukum sang raja.
alaya yang melihat sang raja sedang menghukum alaric mencoba menghentikan nya.
"aku mohon hentikan hukuman nya"?!
seketika suara alaya membuat raja berhenti menghukum alaric.
sang raja lalu menghampiri alaya dan menanyakan hal yang sebenar nya
alaya mengatakan, bahwa alaric tidak bersalah dalam hal ini.
ia lah yang salah karna telah menggangu alaric saat tengah berlatih
sang raja menyuruh pengawal untuk melepas ikatan di tangan alaric.
alaric yang kesal pergi begitu saja dari hadapan semua nya, ia merasa sudah dipermalukan di hadapan umum.
ratu camilla menghampiri alaya dan mengatakan bahwa ia selalu saja membuat alaric dalam masalah.
"kenapa kau selalu saja membuat alaric dalam masalah"?!
"berpura pura kehilangan ingatan mu"?!
"hhh kau itu tidak kehilangan ingatan mu aku yakin kau hanya berpura pura di hadapan raja",
alaya mencoba memberi tahu asal usul nya, yang malah membuat ratu camilla bingung.
__ADS_1
"apakah anda tau, bahwa saya adalah keyna yang terjebak di tubuh putri alaya saya bukan putri alaya".
"apa yang kau katakan?!! aku tidak mengerti, kau sedang bermimpi di siang hari rupanya".
ratu chyara mencoba menjelaskan kepada ratu camilla, bahwa putri alaya berkali kali mengatakan hal itu.
dan ia mencoba membujuk ratu camilla untuk tidak mempermasalahkan hal ini
ratu camilla pun berlalu tanpa ucapan tinggal hanya ratu cyara dan alaya yang masih berada di itu.
alaya terlihat sangat bersalah pandangan nya tertunduk dan terlihat air mata yang menitik di pipi nya.
sang ratu tersenyum dan ia membelai rambut alaya dengan lembut, lalu ia mengajak alaya pergi ke taman istana yang selalu di datangi sang ratu dan raja semasa mereka masih muda
"indah sekali, apa aku boleh memetik nya"?,
"tentu saja anak ku, ambil lah beberapa untuk di taruh di dalam kamar mu".
alaya memetik beberapa jenis bunga mawar yang ada.
ia ingin menaruh di dalam vas bunga yang ada di kamar nya.
ia sangat bersemangat memetik mawar di taman istana, sampai tangan nya tertusuk duri mawar yang tajam.
"akh!! sakit",!
"alaya kau tidak apa apa, seharus nya kau berhati hati saat memetik mawar nya".
alaya mengikuti ibu nya, ibu nya masuk kedalam sebuah kamar.
setelah beberapa saat, ibu nya datang dengan membawa kotak yang terlihat sangat usang, dan tampak berbagai obat obatan yang tersusun rapih.
"seperti nya itu kotak p3k aku mengenalinya saat di sekolah".
sang ratu terkejut mendengar pernyataan sang putri, ia tersenyum sambil membalutkan perban ke jari alaya, dan mengatakan bahwa itu adalah kotak obat yang selalu di pakay ketika mengalami kecelakaan kecil.
"apa kau tahu orang zaman dulu telah memiliki kotak obat ini, dan semua istana memiliki nya.
"lalu bagay mana kau bisa mengganti nama kotak obat ini, dengan sebutan mu tadi"?
"emmm itu hehehe hanya imajenasi ku saja".
ratu tersenyum kepada alaya, dan mengatakan bahwa ia banyak berubah pasca bangun dari koma.
ratu menjelaskan bahwa alaya yang dulu selalu jauh dari sang ratu, ia tidak pernah sedekat ini, dan sangat egan untuk berbicara kepada sang ratu.
ia bicara itu pun hanya jika ada kepentingan saja. alaya dulu sangat tertutup kepada sang ratu, ia hanya menghabiskan waktunya untuk berlatih pedang bersama alaric
banyak hal yang ratu ceritakan kepada alaya di kala itu, alaya nampak sudah sangat nyaman dengan lingkungan kerajaan.
__ADS_1
alaya senang sebab ada yang peduli pada nya, ia sempat berfikir bahwa kehadiran nya di dunia kerajaan itu idak akan diterima.
hari sudah menuju malam, alaya diantar sang ratu kekamar nya untuk beristirahat
alaya masuk ke dalam kamar nya.
ia menaruh mawar yang iya petik tadi kedalam vas bunga transparan yang telah terisi air.
ia memandangi langit malam yang sangat indah, dengan bintang yang bertebaran di langit.
tiba tiba ia teringat akan ibunya yang pasti sangat mencemaskan nya.
ia menitikkan air mata, namun alaya sekarang seorang putri, dan ia juga tidak tahu bagay mana cara kembali ke masa nya.
angin malam yang menyapa dengan lembut, berhasil membuat alaya egan berlama lama menatap gelap nya langit malam.
ia menutup jendela kamar nya dan memutuskan untuk tidur.
namun semua yang masih nampak baru baginya, membuat ia sulit untuk terlelap
ia memilih keluar dari kamar nya, dan mencoba berjalan jalan sebentar
saat tengah menyusuri istana yang sepi di malam itu, alaya mendapati seorang pria tengah duduk sendirian di sudut istana menatap langit malam.
dan ternyata itu adalah alaric, pangeran yang tadi siang menyandra nya.
tanpa rasa takut ia menghampiri dan mencoba menyapa untuk kedua kali nya.
"sepertinya bukan hanya aku yang tidak bisa tidur",
alaric menoleh kearah alaya, lalu ia segera membuang muka, dan kembali menatap langit malam.
alaya mencoba meminta maaf untuk kejadian tadi siang, namun sepertinya alaric masih enggan berbicara sepatah kata pun kepada alaya
"maaf untuk kejadian tadi siang".
"aku salah jadi aku minta maaf kepada mu",
"kenapa kau diam saja!, aku sedang bicara kepadamu hey"!!!
makian alaya mampu membangunkan sifat arogan alaric, ia memojokkan tubuh alaya di sebuah dinding istana.
yang mana itu membuat alaya tidak bisa kemana mana, alaric menatap alaya dengan tajam. dan berkata bahwa alaya yang ia kenal sangat benci kata maaf, ia lebih memilih membunuh orang yang telah berani mengusik nya, bukan menerima kata maaf yang diucapkan orang orang lemah.
setelah mengatakan semua hal itu, alaric pergi meninggalkan alaya sendiri di sudut istana.
alaya seketika menangis, ia tidak tahu dimana letak kesalahan nya.
akankah alarich bisa merubah sikap angkuh nya di hadapan alaya?
__ADS_1
simak terus kelanjutan nya jangan lupa like ya, like kamu sangat berarti bagi autor
babay : )