
Alaric masih memeluk Alaya kala itu ia segera melepas pelukannya, lalu alaric mencoba mengecek luka alaya yang sepertinya sudah baik baik saja, Alaric menanyakan kepada Alaya Kenapa dia bisa sembuh secepat ini, ia mengatakan bahwa ada orang asing yang merebut tumbuhan obat yang harusnya dia berikan kepada Alaya, Alaya menceritakan bahwa dia tidak mengetahui hal itu, namun ada seseorang yang memberinya sesuatu saat dia tidak sadarkan diri, dan itu membuat dia bisa membuka matanya lalu ia tidak merasakan rasa sakit,
alaric semakin bingung akan ucapan Alaya, ia menduga ada yang memberikan tumbuhan herbal itu kepadanya, Ia berpikir bahwa orang yang merebut tumbuhan herbal itu memiliki niat jahat namun mengapa sebaliknya, saat dia sedang dilanda kebingungan, sang raja menemuinya dan menceritakan semua yang terjadi, Raja mengatakan ada seorang prajurit menghadap kepadanya, dengan membawa sebuah tumbuhan yang ia ambil dari Alaric, sang prajurit itu mengatakan bahwa, ia disuruh oleh Ratu camilla untuk membuang ramuan itu namun, sang prajurit enggan untuk membuangnya, dikarenakan ia sangat prihatin akan kondisi Alaya yang semakin memburuk, Ia memutuskan untuk memberikannya agar Alaya yang cepat sembuh, dan menceritakan niat jahat Ratu Camila.
Raja mengatakan lagi bahwa prajurit itu sangat jujur, sang raja sangat senang dengan kejujuran prajurit itu, yang sudah mengatakan semuanya Ia juga mengembalikan satu kantong koin, yang diberikan kepada Ratu untuknya dengan alasan membayarnya, untuk semua hal buruk yang ia lakukan namun, sebaliknya ia malah menghianati Ratu dan bukannya membuang tumbuhan obat itu malah dia memberikannya kepada Alaya, yang membuat Raja bangga ia Rela menghianati sang ratu demi kesembuhan Alaya, Alaric tersenyum lalu Iya meminta sang raja untuk mengizinkannya bertemu dengan prajurit itu,
"apa aku bisa menemuinya ayah?,"
"tentu anakku mari, dia ada di dalam istana sekarang,"
alaric berpamitan pada alaya untuk menemui prajurit itu, alaya pun mempersilahkannya, Alaric menemui prajurit itu yang tengah berada di istana, Iya sedang disuguhkan hidangan yang di sajikan oleh sang raja, untuk membalas kejujuran dan kebraniannya.
" Jadi kau yang tadi merebut tanaman itu dari tanganku??"
" Maafkan saya pangeran tolong ampuni saya saya melakukan itu semua untuk Putri Alaya,"
" tidak apa kamu sangat berani kamu melakukan semua itu untuk Putri Alaya??"
__ADS_1
" Iya Pangeran saya melakukan itu hanya untuk Putri Alaya, Saya tidak tega jika harus melakukan hal buruk padanya,"
" Lalu kenapa kau harus menghianati ibuku?"
" tapi Tuan kenapa juga saya harus mendukung kejahatan?"
Alaric tersenyum kepada prajurit itu, ia mengatakan bahwa dirinya sangat berani, semua orang mengetahui kekejaman ratu camilla, namun ia malah membela Sang Raja dan keluarganya, hari itu dirayakan dengan cukup mewah, sang raja sangat berterima kasih kepada prajurit itu karena dia putrinya kembali pulih, Alaric memohon kepada sang raja untuk mengangkat prajurit itu ke gelar Panglima Besar, hal itu di setujui oleh sang raja, Raja mengatakan dia akan menobatkan sang prajurit menjadi Panglima Besar untuk memimpin pertempuran, alaric pun meninggalkan tempat itu, iya kembali menemui Alaya yang masih tersandar di tempat tidurnya.
alaric menceritakan semuanya kepada alaya alaya sangat senang bahwa ada orang yang jujur seperti prajurit itu, Alaric kembali menanyakan keadaan Alaya, dia mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa sekarang, Alaric membelai rambut Alaya, ia menggenggam tangannya lalu mengatakan bahwa, betapa khawatirnya dirinya ketika melihatnya terluka, Alaya tersenyum ia membalas genggaman Alaric dan mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa, Alaric mengatakan kenapa kau begitu lembut tidak seperti Alaya yang kukenal dulu, Alaya kembali menceritakan bahwa dirinya bukanlah Alaya melainkan keyna lagi-lagi Alaric kembali menertawakan Alaya, membuat Alaya kembali kesal kepadanya,
" Baiklah Tuan Putri Apakah kau sebenarnya adalah keyna, Sepertinya kau ini masih belum pulih ya beristirahatlah aku akan keluar"
Alaya memandang Alaric dengan kesal, entah bagaimana caranya meyakinkan alric bahwa dia adalah Keyna, Alaric memandang Alaya Yang tengah kesal, Alaric tersenyum ia mengatakan memang ia merasa bahwa dirinya tidak melihat Alaya yang dulu, melainkan sosok wanita yang memiliki sifat lembut.
di sisi lain Ratu camilla yang mendengar bahwa orang suruhannya menghianatinya, ia marah akan hal itu, ia berkali-kali mengumpat kepada prajurit suruhannya.
" bodohnya dia kenapa dia harus menghianatiku, Aku tidak akan tinggal diam, kali ini aku yang harus melukai Alaya,"
__ADS_1
" sungguh tidak bisa dipercaya, sia-sia saja aku membayar mahal dirinya"
" Astaga kenapa Aku bodoh sekali, menyerahkan tugas itu kepada orang yang tidak bisa dipercaya seperinya"
sang ratu mengambil sebotol alkohol dan meminumnya, lalu melemparkan botol itu sampai botol itu pecah mengenai dinding istana, sepertinya iya begitu marah kepada sang prajurit Iya benar-benar sangat marah, karena kesalahan orang suruhannya itulah alaya kembali hidup dan ia tidak jadi menemui sang malaikat maut.
Ratu kembali merencanakan sesuatu untuk mencelakai Alaya, Iya tak anti-hentinya melakukan sesuatu untuk mencelakai alaya agar nyawanya lenyap, namun Ia berpikir bahwa Raja akan menghukumnya, namun ia tidak memperdulikan hal itu, yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya untuk menyingkirkan gadis bodoh itu, sepertinya Ratu Jamilah sangat tidak menyukai Alaya, ia selalu berusaha untuk menyakiti Alaya bagaimanapun caranya.
alaric dan Alaya masih berada di kamar sang raja, Iya masih asik mengobrol dengan Alaya, kali ini ada perasaan aneh yang muncul, sepertinya alaric menyukai Alaya, ia menggenggam tangan Alaya lalu berkata
" bolehkah aku memilikimu seutuhnya??, "
Alaya masih diam ia memandang Alaric lekat-lekat, lalu Iya mengalihkan pandangannya, ia menanyakan apakah seorang saudara tiri boleh menjadi istri saudaranya, sontak Alaric menjawab tentu saja bisa, Iya beralasan bahwa tidak ada hubungan darah yang terjalin antara mereka, namun alaya yang masih tetap Egan untuk menjawab pertanyaan alaric tadi, alaric tahu apa yang Alya pikirkan, Iya lalu berpamitan pergi dari kamar Alaya, Ia pun berlalu alaya masih memandang alaric yang keluar dari kamarnya, Iya menitikkan air matanya, sebenarnya Ia juga memiliki perasaan yang sama seperti alaric, namun kedudukannya sebagai seorang putri raja sepertinya akan sulit untuknya menjalin kasih cinta dengan alaric.
Alaric duduk di tepi Taman istana, Iya masih berpikir Kenapa cinta itu tumbuh di dirinya, alaric berfikir kenapa harus alaya orang yang ia sukai, ia berdecak kesal sebelumnya tidak ada perasaan seperti ini yang timbul di antara mereka, Walaupun memang mereka sangat dekat, namun kali ini berbeda dengan sebelumnya, Iya tidak tahu kenapa perasaan ini hadir, tidak mungkin ia Mengejar Cinta Terlarang itu, namun ia tidak bisa menahan rasa sayangnya kepada Alaya yang lebih dari seorang saudara, Ini pertama kalinya untuk alaric menyukai seorang wanita namun, ini adalah saudara tirinya sendiri, walau saudara tiri ia tahu bahwa sang ayah tidak akan mungkin merestui hubungan mereka, yang jelas-jelas mereka satu Ayah namun memang berbeda ibu.
pikiran alaric dipenuhi dengan Alaya, Ia tidak tahu bagaimana caranya menahan rasa ini yang terus tumbuh di hatinya, ia hanya bisa berharap sang ayah bisa merestui hubungan, yang seharusnya tidak terjalin di antara mereka, Cinta Terlarang yang tumbuh semakin luas di hati alay dan Alaric, Dinginnya angin malam dan suasana sunyi membuat alaric semakin kelam di pikirannya, Iya terdiam Dalam Sunyi merasakan sentuhan angin malam yang dingin dan merasakan gelombang cinta yang tumbuh antara ia dan alaya
__ADS_1