Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti

Terlahir Kembali Ke Zaman Dinasti
Mimpi Buruk


__ADS_3

Alaya berlari menjauh semakin jauh dan semakin mendekati rimbun nya hutan terlihat sosok pria berpakaian ninja terus mengejarnya, seolah ingin melukainya dengan Samurai yang ia bawa, Ia terus berlari hingga tidak menyadari bahwa dia sudah semakin jauh dan memasuki hutan napasnya masih terengah engah namun sosok itu terus mengejarnya dengan menodongkan samurai nya, saat mulai kelelahan, iya tidak tahu lagi harus berlari ke mana, seseorang yang mengejarnya itu mendekatinya lalu menodongkan samurai nya ke perut alaya seolah ingin melakukan hal yang sama padanya kemarin, ketika ia sudah ter pojok seseorang yang memakai pakaian Ninja itu bersiap untuk menusuk perut alaya, dan ketika samurai itu tepat mengenai perutnya semuanya sirna ia terbangun dari tidurnya, alaya mengedarkan pandangan, dan ia tersadar bahwa itu hanya mimpi, ia bersyukur itu tidak nyata Jika benar itu terjadi lagi, iya tidak akan pernah memaafkan dirinya alaya menghelay nafas panjang, lalu menghembuskannya, iya bergumam jika mimpi seperti itu sepertinya ada hal buruk yang akan terjadi padanya selanjutnya.


" kenapa aku bermimpi seperti itu, semoga ini bukan pertanda buruk,"


Alaya pun memutuskan untuk bangun dari tidurnya lalu mandi, setelah selesai mandi ia dikejutkan dengan para dayang yang sudah memenuhi ruang kamarnya, seperti biasa dayang itu melayani Alaya dan meriasnya, kali ini sang raja menyuruhnya untuk makan malam bersama di kerajaan Alaya pun menerima ajakan sang raja setelah selesai bersiap-siap, Alaya diantar oleh para dayang menuju istana Sesampainya di sana, ia disambut dengan ramah oleh Ratu Camilla, sang ratu tersenyum padanya lalu mempersilakan dia untuk duduk dan makan makanan yang sudah disediakan,


" alaya kau sudah datang, Ayo duduk dan makan makanannya,"


sikap yang ditimbulkan Ratu camilla itu membuat raja bertanya-tanya, Kenapa bisa sedrastis itu, sikap Ratu yang kejam bisa berubah menjadi baik, Alaya masih berpikir bagaimana bisa seorang Ratu yang kemarin melukainya bisa sebaik ini lalu ia pun memakan makanan yang disediakan, Ratu chyara menatap Ratu camilla dengan heran namun, ia merasa lega karena sang ratu telah menerima anaknya, dan sepertinya ia tidak membencinya lagi, sang ratu mengambilkan sebuah daging ayam, dan memberikannya kepada alaya di piringnya lalu mengatakan dia harus makan yang banyak agar dia sehat selalu.


" ini untukmu Makanlah, Kau Harus makan yang banyak agar kau sehat,"


" Terima kasih Ibu,"(ucap alaya kepada ratu camilla)


sang ratu tersenyum manis kepada Alaya Iya berseru di dalam hatinya ia sangat gembira, Sebab anaknya bisa jauh dari Alaya, ternyata hal itu yang membuat Ratu gembira, ia seolah memandang Alaya adalah pengganggu kehidupan alaric.


" syukurlah anakku sudah jauh dari hal buruk,"( ucap sang ratu di dalam hatinya)

__ADS_1


" Aku berharap Semoga alaric bisa membawa gelar panglima "


sang ratu menuangkan alkohol dan meminumnya, Iya sangat menikmati makan malam bersama di kala itu, Tidak seperti biasanya yang mana dia selalu membenci alaya namun, kini ia sangat menyukai keberadaan alaya di meja makan, seolah ia tidak merasa keberatan jika alaya berada di situ untuk waktu yang lama, alaya pun memakan makanan yang diberikan sang ratu padanya, setelah selesay menghabiskan makananya ia meminta izin pada sang raja, untuk meninggalkan meja makan dengan alasan ia masih merasa sedikit pusing pasca luka goresan di perutnya.


" aku sudah menghabiskan makananku apa aku boleh kembali kekamarku ayah??,"


sang raja menatap alaya lalu tersenyum padanya, ia menanyakan kondisi alaya yang sepertinya ia tidak baik baik saja,


" gaymana kondisi mu?"( tanya sang raja kepada alaya,)


" aku sedikit pusing ayah,"


ratu camilla sepertinya mulai menunjukan sikap aslinya, ia menatap alaya dengan tatapan tidak suka, lalu mengatakan peraturan kerajaan yang harus dipatuhi.


" bukankah seseorang tidak bisa meninggalkan meja makan sebelum yang lain selesai,"


" peraturan tetaplah peraturan, atas dasar apa kau bisa meninggalkan meja makan saat yang lain belum selesai??! "

__ADS_1


alaya hanya bisa tertunduk diam saat ratu camilla mengomentarinya, sang raja menatap sang ratu lalu raja mengatakan bahwa, ia membiarkan siapapun meinggalkan meja makan saat kondisinya memang sedang tidak memungkinkan untuk menunggu yang lainya hingga selesai.


" semua orang boleh meninggalkan meja makan saat ia sudah menghabiskannya,"


" dan tidak ada larangan bagi siapa pun untuk pergi, di saat keadaanya memang sedang tidak baik-baik saja,"


ratu camilla menatap sang raja dengan kesal dan terlihat alaya nampak tersenyum pada sang raja, ia pun segera berlalu dari hadapan semua orang yang masih berada di meja makan, ratu camilla nampak tidak suka dengan pembelaan yang di lakukan oleh sang raja, ia meremas gelas yang ia pegang dan gelas itu pecah tepat ditangannya, sang raja yang tahu jika istri mudanya itu tengah marah, seketika panik melihat tangan ratu camilla yang sudah dipenuhi oleh darah, ia ingin sekali melihat lukanya namun sang ratu menolaknya dan mengatakan bahwa ia bisa obati lukanya sendiri.


" ratu apa yang telah kau lakukan??!!!"(pekik sang raja saat melihat darah yang keluar dari luka ditangan sang ratu,)


" aku bisa tangani luka kecil ini, jangan urus aku lebih baik urus saja putri kesayangan mu itu."


setelah mengatakan hal itu, sang ratu pun berlalu dari hadapan sang raja dan ratu chyara yang masih menatap heran akan tingah laku sang ratu.


ratu camilla masuk kekamarnya, lalu segera mengambil kotak obat, dan mengambil perban lalu membalutkanya pada lukanya tadi, luka yang ia buat sendiri dari amarahnya, yang dari dulu tetap sama, hanya berisi kebencian, dendam, dan amarah, di sisi lain alaya nampak sudah terlelap, ia tertidur dengan pulas sepertinya ia sangat kelelahan untuk hari ini, ia kembali bermimpi buruk, kali ini sangat aneh ia sedang berada di sebuah rumah, yang terlihat lapuk dan tidak berpenghuni, ia berjalan dan menyusuri rumah itu, di dalam benaknya ia sempat bertanya pada dirinya, mengapa ia bisa sampai di tempat itu, namun sepertinya kakinya sangat ingin terus melangkah menyusuri rumah kumuh itu, ia terus memasuki rumah itu tanpa arah tujuan, rumah yang terlihat kecil namun, sangat panjang dan luas ketika semakin masuk kedalamnya, ia pun berhenti saat melihat sesosok pangeran yang sangat ia kenal, ia menajamkan penglihatanya dan benar dugaanya, dia adalah alaric orang yang telah berhasil membuatnya jatuh hati, alaya ingin sekali mendekati alaric yang tengah tertidur dengan pulas di sebuah tempat tidur, namun ia sulit melangkah, langkahnya terasa berat entah mengapa ia merasa sangat sulit untuk mendekati alaric, saat ingin memanggil alaric ia juga merasakan suaranya seperti susah untuk keluar, entah apa yang terjadi saat itu, namun yang ada di fikiranya saat itu adalah mendekati alaric dan memeluknya.


" alaric!!!!! "

__ADS_1


saat alaya berhasil memanggil alaric, ia merasa ada yang mendekap mulutnya dari belakang, dan membuatnya semakin jauh dari alaric, ia berusaha melepaskan tangan yang membungkam mulutnya namun, sangat sulit gingga akhirnya ia tersadar dari tidurnya dengan nafas yang masih terengah engah, dan keluh yang keluar dari tubuhnnya, ia mencoba mengingat semuanya dan ia menyadari bahwa itu hanyalah mimpi buruk, ia tidak mengerti kenapa dari tadi sore, hingga menjelang malam ia selalu bermimpi buruk, namun ia menepiskan fikiran buruknya tentang hal aneh, ia hanya beranggapan bahwa itu disebabkan karna ia yang terlalu letih.


__ADS_2