
alaya yang melihat alaric tertawa membuat nya kesal, karna ia tidak mau mempercayai perkataan nya.
"apa kau tak mempercayai nya"???
sontak membuat alaric menoleh pada nya dan mengatakan bahwa ia sangat mempercayai nya
"aku mempercayai mu, apa kau tahu penjelasan mu membuat ku ingin tertawa",
alaric kembali menertawakan alaya, dengan kesal ia menodongkan pedang yang ia pegang ke arah alaric, dan mengatakan bahwa ia benci orang seperti alaric yang hanya bisa meledek nya saja.
"aku benci orqng seperti mu"!!!
sontak membuat alaric tersenyum dingin pada alaya lalu menyingkirkan pedang dihadapan nya menggunakan pedang milik nya.
"apa kau ingin memulai latihan ini",
tanya alaric pada alaya dengan wajah dinginnya
entah mengapa seolah jiwa putri alaya yang dulu seakan kembali.
ia seketika sangat mahir dalam menggunakan pedang, dan alaric yang merasa di hadapan nya saat ini adalah putri alaya yang tengah marah pada nya.
ia mencoba melawan dengan pedang nya namun mebuat alaric semakin terpojok, dan ia sulit mengendalikan pedang nya.
kebetulan sekali raja sedang lewat lalu melihat pertikaiyan antara alatic dan alaya di halaman istana.
membuat raja berfikir tentang perkataan ratu bahwa alaya hanya berpura pura kehilangan ingatan nya.
lalu raja menghampiri mereka yang tengah serius berlatih, dan menanyakan suatu hal pada alaya apakah alaya benar benar sudah mengingat semuanya.
"apa ingatan mu telah kembali alaya"?
sontak membuat alaya dan alaric berhenti berlatih.
"ak…aku sedikit mengingat nya ayah, ketika alaric memberikan pedang nya pada ku, aku mulai mengingat cara memainkan nya",
raja hanya tersenym tipis dan meminta alaric dan alaya untuk meneruskan latihan.
"baiklah lanjutkan latihan nya"
"baik ayah",(seru alaric yang menjawapnya)
__ADS_1
alaric menatap alaya lekat lekat dan
menjatuhkan pedang milik nya ia mencoba untuk mendekati alaya.
hal itu membuat alaya terkejut dengan sikap alaric yang berubah.
ia mencoba melawannya menggunakan pedang yang malah tidak sengaja terjatuh, alaric tersenyum dingin, lalu menatap kearah pedang alaya yang terjatuh dan mengatakan, bahwa ia juga tidak memegang pedang agar alaya tidak perlu takut padanya.
alaric yang semakin mendeket mencoba untuk mencium nya, hal itu yang membuat alaya terkejut, namun ia tidak bisa apa apa sebab dia yang sudah tidak bisa bergerak dan terpojok di sisi istana.
Alaric mencium alaya untuk pertama kalinya dan ia memberikan ciuman lembut padanya
alaya yang saat itu tengah terpojok oleh kelakuan alaric, bukannya melawan malah ia menikmatinya.
hal itu membuat alaric ingon menyentuh alaya semakin jauh, saat hendak meraba kearah bawah alaya menghentikan alaric.
ia mengatakan bahwa mereka bersaudara dan itu tidak boleh dilakukan oleh saudara tiri ataupaun kandung jelas nya.
alaric hanya menatap alaya dengan kesal, alaya yang tidak memperdulikan sikap alaric membiarkan nya begitu saja dan pergi meninggalkan alaric seorang diri di halaman istana.
Alaric mencoba menahan perasaan nya, ia juga tidak tahu kenapa rasa ini tumbuh, sebelumnya alaric tidak pernah mengagumi alaya lebih dari daudara nya.
namun ia berfikir bahwa yang dikatakan alaya tadi itu benar, bahwa di tubuh nya itu ada sosok jiwa gadis yang selalu bersikap manis dan lembut di hadapan alaric.
entah mengapa otak dan fikiran alaya hanya memikirkan alaric saja, ia bingung dengan perasaan ini entah apa jadinya jika alaric benar benar menyukainya, atau alaric menciumnya hanya sekedar pelampiasannya kepada alaya akan sikap nya yang seolah berhalusinasi itu
"hhhhh entahlah kenapa fikiran ku jadi tertuju pada pria beruang kutup itu sih, menyebalkan"
Alaya hanya menggerutu kesal, ia tidak tahu bagaymana lagi cara meluapkan kekesalanya dan ia mencoba untuk tidur sejenak.
disisi lain alaric yang sedang sedang berusaha meyakinkan raja, bahwa alaya mampu untuk ikut sertakan dalam pertempuran di medan perang alaric membujuk raja agar mengizinkan alaya untuk menemaninya berperang seperti biasanya
"aku meminta izin ayah untuk membawa alaya berperang seperti biasanya"
"mengapa alaya harus ku kirim ke medan pertempuran, kau tahu dia sedang kehilangan ingatannya dan aku tidak tahu dia akan baik baik saja atau tidak jika dia ikut",
"apa ayah tau bahwa dia sedikit pulih, ayah melihatnya memainkan pedang nya bukan?,"
"sepertinya dia baik baik saja",
raja sempat terdiam dan mencoba berfikir sejenak, ia takut kehilangan putrinya.
__ADS_1
namun istana memang sedang membutuhkan panglima besar yang kuat dan tangguh seperti alya, hal itu membuat raja membulatkan tekatnya untuk mengirim alaya untuk pergi bersama alaric ke medan pertempuran.
"baiklah, aku akan mengirim alaya pergi bersama mu namun kau janji pada ku untuk menjaga sudara mu dengan baik",
"aku berjanji ayah, lalu kapan ayah akan mengatakan nya pada alaya"?
"setelah makan malam",
alaric pun berlalu dari hadapan raja ia senang karna raja mau mengirimkan alaya untuk pergi bersamanya.
alaya yang sedang tertidur pulas dikejutkan dengan ketukan pintu yang membangunkannya
ia terbangun dan mencoba membuka pintu kamar nya, didapatinya kyakyang yang berdiri di luar kamar, alaya tengah menyengir sambil membawakan sesuatu untuk alaya.
"tuan puri hehe aku datang dengan kabar gembira untuk mu,"
"masuklah, apa yang kau bawa kyakyang"?
kyakyang membuka kotak yang dibawanya tadi, didapatinya sebuah gaun indah yang sangat cantik, sepertinya sengaja di berikan pada alaya dari raja.
"waw ini sebuah gaun tuan putri, apa kau menyukai nya ini sangat indah bukan"?
"ya indah sekali namun, apa kau tidak mengetahui isinya sebelum memberikannya padaku"?
"aku tidak membuka nya tuan putri,aku hanya mengambilnya dari tangan raja, raja lalu menyuruh ku memberikan ini pada tuan putri",
"raja, apa ini dari raja"?
"iya tuan putri ini dari raja, rajalah yang memberikan nya pada ku untuk di berikan kepada tuan putri.
alaya mengambil gaun cantik itu dari kotak yang dibawa oleh kyakyang, saat mengambil gaun itu alaya mendapati sebuah surat jatuh.
ia mencoba membacanya, dan ia menyadari bahwa nanti malam raja mengundang nya untuk makan malam bersama di dalam istana.
ia mencoba berfikir alaric tidak mengatakan hal aneh dengan sang raja.
"kenapa ini mendadak sekali",
"apa tuan putri diundang raja untuk makan malam bersama"?
"ya apa kau tahu sesuatu"?
__ADS_1
kyakyang hanya menyengir dan menggelengkan kepalanya, ia juga tidak mengetahui rencana raja namun alaya berfikir bahwa raja akan mengirimnya menuju mendan pertempuran.