
Alaya sudah memakai pakaiyan yang diberikan raja tadi siang, ia terlihat sangat cantik, alaya diantar kyakyang menuju istana ia terlihat bak seperti permaysyuri.
Sesampaynya di sana istana, alaya disambut dengan berbagai dayang yang siap melayani kebutuhan nya selama ia makan.
di hadapan nya telah di hidangkan makanan yang terlihat sangat lezat, alaya sempat menatap ratu camilla yang tidak menyukai kedatangannya.
raja menyuruh alaya untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan.
ratu camilla yang sudah gerah dengan alaya mencoba untuk mengomentari nya.
"sejak kapan orang luar mencampuri urusan kerajaan, bukankah asing baginya untuk bergabung bersama",
kata kata ratu membuat raja tersedak, dengan sigap ratu chyara mengambilkan segelas air putih untuk sang raja.
raja menatap ratu camilla yang terlihat sama sekali tidak menyesali perkataannya itu, raja mencoba menanyakan maksud dan tujuan ratu yang sepertinya sangat membenci alaya.
"sejak kapan alaya menjadi orang luar"?!
"apa ratu lupa bahwa dia juga putri ku sama seperti alaric",
ratu masih sibuk dengan makanannya, ia berbicara kepada sang raja tanpa menatap menatap nya lalu kembali menyindir kedudukan alaya sebagay putri.
"perbedaan alaya dan alaric sungguh jauh, sejak zaman dahulu seorang putri hanya bisa memberi aip keluarganya saja ketika mengikuti perang",
"lalu untuk apa dikirim ke medan perang, hanya menimbulkan malu saja bagi anggota keluarga",
alaya tersedak mendengar ucapan sang ratu, ia menatap raja lekat lekat lalu menanyakan kebenaran dari perkataan sang ratu.
"apakah yang dikatakan ratu itu benar ayah? Apakah kau akan mengirim ku ke medan pertempuran"?!
raja tidak bisa berkata saat itu, ia seolah ingin sekali memberikan hukuman cambuk kepada sang ratu yang selalu menjengkelkannya itu
alaric yang mewakili sang raja mengatakan, apa yang dikatakan sang ratu benar adanya, dan menyuruh alaya untuk serius dalam berlatih
"itu memang benar, ayah akan mengirim mu ke medan pertempuran, untuk memimpin pertempuran".
raja kembali mengatakan kepada semuanya bahwa tidak ada yang bisa menolak atau mengubah keputusan yang sudah diambil oleh sang raja.
"keputusan ini mutlak adanya, tidak ada yang boleh mengubahnya, jika saja ada yang berani mendebatkan nya, maka akan ku asingkan dia".
raja menatap kearah ratu camilla, yang juga sedang menatapnya kesal, ia tidak bisa berbuat banyak jika raja sudah mengatakan hal semacam itu.
membuat ratu ingin segera meninggalkan tempat itu juga, namun langkahnya terhenti
"peraturan tetaplah peraturan, tidak ada yang boleh meninggalkan makanannya sebelum makanan itu habis, dan setelah semua selesai makan"!
__ADS_1
ratu dengan kesal kembali duduk, dan menatap raja dengan penuh amarah, ia tidak tahu lagi bagaymana caranya agar alaric berhenti mendekati alaya.
ratu chyara yang melihat ratu camilla kesal mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pangeran dan putri.
"bedaan itu tidak berlaku, seorang putri ataupun seorang pangeran, tidak akan mempengaruhi pertempuran",
"dan aib itu tidak ada untuk seorang putri yang memimpin pertempuran"
ratu camilla menatap ratu chyara lekat lekat, dan mengatakan bahwa ia mengatakan itu karna ia berpihak kepada putrinya.
"kau berkata seperti itu karna dia putrimu mu bukan"?,
alaya hanya terdiam saat perdebatan mereka semakin menjadi jadi, raja yang kesal segera pergi dan menyuruh alaya dan alaric untuk mengikutinya.
"alaya, alaric ikutlah dengan ku",
raja meninggalkan kedua istrinya itu yang sibuk berdebat, raja membawa alaya dan alaric ke sebuah ruang yang baru saja mereka lihat
nampak sebuah pedang berkilauan yang terletak di kotak kaca, ayla melihatnya dengan takjup lalu ia menanyakan pemilik pedang itu.
"wah pedang yang sangat indah, siapa pemiliknya"?
raja dan alaric sempat saling berpandangan, namun raja tersenyum lalu mengatakan bahwa dia lah pemilik pedang indah itu.
"ini milik mu, apa kau tidak ingat kau selalu mengenakannya saat berperang",
"ya itu milik mu alaya, kau sangat menyayangi pedang ini, dan selalu mencucinya saat pedang ini terkena noda darah.
alaya yang bingung mencoba berpura pura
"oh..hehe sepertinya ingatanku belum kembali seutuhnya",
raja membelai rambut alaya dan memberikan pedang itu ke alaya,
"pakailah saat kau berlatih dan berlatihlah yang giat agar kau semakin mahir".
alaya hanya menganguk tanpa mengeluarkan kata kata sedikit pun, raja menyuruh alaric untuk mengantarkan alaya kekamarnya.
sebab hari juga sudah mulai larut, alaric mengantarkan alaya kekamarnya dengan sedikit obrolan yang muncul.
"apa ayah akan mengirimku ke medan pertempuran"?
"ya apa kau siap, aku tidak tahu kenapa ibu sangat membenci mu"
Alaya menatap alaric lekat lekat, ia tahu bahwa saat ini alaric tengah kesal pada ibunya, alaya mencoba menghiburnya dan mengatakan bahwa ibunya pasti mempunyai alasan kenapa iya membencinya.
__ADS_1
"ibumu pasti memiliki alasannya, aku juga tidak apa dengan sikapnya, bahkan aku akan selalu menyayangi ibumu, seperti aku menyayangi ibuku".
"apa kau tidak membenci sikap ibuku"?
"kenapa harus membencinya"?
alaric tersenyum lalu ia mempersilahkan alaya untuk masuk kekamarnya.
"baiklah tuan putri silahkan beristirahat, kau harus mengumpulkan tenagamu untuk berlatih besok",
"baiklah, aku masuk dulu sampai nanti",
alaric tersenyum, ia melambaykan tangannya kearah alaya yang memasuki kamar, alaya pum membalas senyuman alaric.
ia bergumam bahwa alaya memang bukanlah alaya yang dulu.
"kenapa dia begitu lembut sih, aku tidak tahu bagaymana alaya dapat merubah sifat nya yang keras dalam sekejap",
alaric meninggalkan kamar alaya dan berlu, di sisi lain sang ratu tengah merencanakan sesuatu, agar alaya tidak bisa ikut berperang ia menyuruh orang suruhannya untuk mencelakakan alaya, demi mencapai tujuannya ratu camilla rela membayar pembunuh bayaran yang diutusnya, untuk mengagalkan rencana raja yang akan mengirim alaya ke medan pertempuran.
"lakukan apapun terhadapnya, terserah mau kau apakan yang terpenting dia tidak muncul lagi dihadapan ku",
"baik saya akan melakukan yang terbaik ratu",
"bagus, berhati hatilah raja bisa saja mencari siapa dalang dari semuanya, maka dari itu aku memintamu untuk tidak bertingkah gegabah saat membunuhnya",
"aku telah membayar mahal untuk semuanya dan aku harap hasilnya tidak mengecewakan",
"ratu tenang saja, semua kendali ada di tangan saya".
"baiklah kau boleh pergi sekarang",
pembunuh bayaran itu pun berlalu, ratu tersenyum sinis dan mengatakan, dia akan selalu membenci wanita yang mengikuti pertempuran.
"chh hanya menimbulkan aip saja bagi keluarga, mengapa dia begitu beruntung, aku tidak boleh membiarkannya berkeliaran terlalu lama".
ratu mengambil sebotol alkohol dan menuangkan nya ke gelas yang di sediakan, ia berfikir jika tahta dan warisan akan jatuh ke tangan alaya, maka alaric akan tersingkirikan
ia berfikir membunuh alaya dalah solusi terbaik untuk menghilangkannya.
dan jika alaya mati maka semua warisan akan jatuh ketangan alaric.
ia tidak memikirkan hukuman yang akan diterimanya saat mencelakai sang putri, yang ia fikirkan hanya tahta dan kedudukan,yang seolah tidak ingin alaya mendapatkannya.
ia hanya ingin anaknya yang mendapatkan kedududukan sebagai raja.
__ADS_1
bukan sang ratu yang hanya bisanya menimbulkan aib bagi keluarga.
ratu tersenyum sinis ia menaruh gelasnya dan beranjak untuk tidur.