
saat Alaya ingin memasuki kamarnya, ada yang menarik tangannya dari belakang sampai membuatnya terjatuh, Untung saja orang itu menangkapnya dan ternyata dia adalah pangeran yang mengintip Alaya tadi, dia tersenyum pada Alaya, senyumannya membuat Alaya tidak sadar bahwa dirinya sedang berada di dekapan pangeran itu, setelah tersadar Ia pun segera bangkit lalu bersikap profesional, dan menanyakan maksud dan tujuan seseorang yang terlihat asing di mata Alaya itu.
" Apakah kau tadi mengintipku di sana aku melihatmu Apa yang kau lakukan,?"
sang pangeran itu hanya tersenyum lalu ia menyodorkan tangannya, dan memperkenalkan dirinya kepada Alaya Alaya dengan malu-malu menjabat tangan Pangeran itu, yang malah membuat Pangeran itu makin terpesona padanya, ia melihat Sisi lembut alami yang terpancar dari seorang putri yang terkenal kejam dahulu kala, Ia berpikir kenapa seorang Alaya Kejam bisa segerastis ini berubah menjadi sangat lembut.
" Apakah kau alaya aku dulu, apa kau ingat dulu kita pernah bermain pedang bersama?? "
" Sepertinya kau tidak akan pernah melupakanku namun mendengar penjelasan sang raja kau masih dalam pengaruh Amnesia benarkah begitu "
saat mendengar penjelasan Pangeran itu membuat Alaya terkejut saat ia menyebutkan nama Amnesia.
" apa yang dia katakan Amnesia bagaimana dia bisa mengetahui hal itu
" Bukankah dia adalah pangeran di zaman tradisional yang tidak mengetahui hal-hal itu?? "
" bagaimana bisa, Astaga rumit sekali ini namun aku berpikir dia adalah seseorang yang berasal dari masa depan sepertiku juga "
" namun terlihat pakainya seperti seorang pangeran, ah... mungkin aku yang salah berpikir, ya mungkin saja ini."
Alaya tidak menjawab pertanyaan sang pangeran namun, ia sibuk meracau pertanyaan-pertanyaan di pikirannya Entah mengapa dia berpikir bahwa sang pangeran yang berada di depannya saat ini adalah seseorang yang sama sepertinya, yaitu seseorang yang terjebak di tubuh seorang pangeran namun Entahlah Bagaimana bisa Alaya berpikir seperti itu, namun ia masih bingung mengapa ia bisa mengetahui kata-kata yang tidak ada di zaman tradisional seperti ini.
panggilan sang pangeran memecahkan lamunannya, ia tersadar dari semua rancauan di pikirannya yang terlihat sangat rumit, ia memalingkan pandangannya saat sang pangeran menatapnya lekat-lekat, Pangeran itu tersenyum lalu alaya kembali menatapnya dengan Tatapan yang sulit diartikan, dan Alaya mencoba menanyakan Siapakah namanya, karena ia penasaran Siapakah pria yang ada di depannya ini.
" Alaya, Ada apa mengapa kau melamun,"
" tidak ada, Oh ya nama kau siapa, Aku belum mengenalimu kan, Bagaimana jika kita berkenalan saja dulu."
__ADS_1
sang pangeran itu pun tersenyum lalu ia menatap Alaya kembali, lalu mengatakan bahwa yang dikatakan sang raja padanya benar-benar nyata, apa yang ia lihat saat ini seorang alaya yang tidak mengenalinya lagi, ucapannya itu malah membuat alaya semakin kesal, seolah ia tidak ingin memberitahu namanya itu, melihat tingkah laku alaya yang lucu, semakin menguatkan tekad sang pangeran, untuk mendekatinya lebih jauh dari sekedar teman biasa.
" Kenapa kau menertawakanku menyebalkan sekali sih, tinggal menyebutkan namamu Apa susahnya coba,"
" Baiklah sepertinya Putri Alaya sudah melupakanku ya rupanya,"
" Apa maksudmu, aku tidak mengerti tolong jangan berbelit-belit, langsung saja pada intinya,"
Pangeran itu tersenyum lalu tertawa kembali, sepertinya ia tidak bisa menahan tawanya itu, membuat alaya semakin kesal, alaya memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya daripada meladeni orang yang tidak jelas, namun langkahnya terhenti saat Pangeran itu memeluknya dari belakang, membuat Alaya terkejut ia tidak bisa bergerak, sebab pelukan yang sangat kuat membelenggu tubuh kurusnya namun, sang pangeran melepaskannya setelah lepas Alaya pun mendorongnya Untung saja sang pangeran itu tidak terjatuh, tubuhnya yang kekar membuatnya tidak tergoyah saat dorongan kecil yang dilakukan oleh alaya.
sang pangeran memojokkan Alaya di dinding kamarnya, membuat ia tidak bisa bergerak kemana-mana Ia pun membelay lembut pipi alaya, saat hendak menciumnya sebuah tamparan tercipta di pipi sang pangeran, namun bukannya membuat sang pangeran Jera ia malah kembali melancarkan aksinya, Alaya merasakan firasat tidak enak, ia memilih untuk berpasrah diri, untuk semua yang dia lakukan padanya, entah siapa dia namanya siapa masih menjadi misteri, dan bagaimana dia bisa mengenalinya alaya berpikir bahwa ini adalah teman dari Putri Alaya dulunya, sepertinya Putri alaya itu sangat banyak memiliki sahabat pria dibandingkan wanita.
sang pangeran itu berhasil membuat alaya luluh, ia memberikan senyumannya saat ia berhasil mencium Alaya dengan lembut alaya hanya bisa terdiam, saat sang pangeran sudah selesai melancarkan aksinya.
sang pangeran menyuruh Alaya untuk duduk di sebuah kursi panjang yang tidak jauh dari kamar alaya, Ia pun memperkenalkan dirinya kepada Alaya dan hubungannya dengan Alaya dulu.
" kau selalu mengajakku bertarung namun mengapa kau bisa memiliki sifat selembut ini, aku melihat banyak perubahan di dirimu,?? "
" aku...ya aku sedikit kehilangan Ingatanku
" Jadi mungkin aku tidak mengenalmu siapa namamu tadi aftan Wow nama yang bagus aku menyukainya,"
" Terima kasih untuk pujiannya Alaya,"
" lalu apa yang terjadi Mengapa kau mengintipku tadi,??"( tanya Alaya kepada aftan)
" Oh itu, ya... aku hanya sekedar lewat di sekitaran sini lalu melihatmu,"
__ADS_1
" tetapi aku tidak melihat Pangeran alaric, apa kamu mengetahuinya,?? "
" sepertinya tidak mungkin jika Ayah tidak memberitahumu sesuatu,"
" Apa maksudmu aku tidak mengerti,? "
" Alaric pergi menuju medan pertempuran, setelah itu ia tidak kembali lagi ke sini, karena Ayah memerintahnya untuk belajar di asrama panglima,"
Aftan seketika terkejut saat mendengar penjelasan dari Alaya, dia tidak tahu mengapa sang raja mengirim alaric menuju asrama panglima.
" tetapi Mengapa sang raja mengirim alaric menuju asrama panglima,?? "
Alaya tidak menjawab pertanyaan aftan iya segera masuk ke kamarnya, lalu menutup pintu membuat aftan semakin bingung.
di sisi lain sang raja Tengah mempertimbangkan pernikahan Alaya yang sangat berpengaruh dalam politik kerajaan, di satu sisi ia sangat menyayangi alaya dan tidak ingin alaya menikah di usianya yang muda, namun di sisi lain perekonomian istana tengah dalam krisis pangan, Jika Alaya menikah maka perekonomian pasti akan lebih baik dari sebelumnya, namun tidak mungkin Alaya masih sangat muda untuk menikah Raja Masih memikirkan semua hal yang belum tentu kepastiannya, semua ini adalah rencana Ratu camilla yang ingin menggeser kedudukan alaya sebagai penerus tahta, peraturannya adalah yang menikah dialah yang tidak bisa meneruskan tahta kerajaan, contohnya ketika Alaya menikah maka ia tidak bisa dilantik menjadi seorang Ratu, Di sini ada perbedaan, yang disebut Ratu atau raja adalah seorang anak raja priya atau wanita yang belum menikah, setelah mendapatkan Tahta barulah ia diperbolehkan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri, hal inilah yang menjadi kesempatan besar untuk alaric, sang ratu tidak ingin anaknya tidak mendapatkan kedudukan apa apa didalam istana, maka dari itu, ratu camilla mengusulkan pendapat agar alaya sesegera mungkin dinikahkan dengan aftan, yang intinya agar semua hasrat dan ego sang ratu tercapai, sang ratu yang tidak mau mengalah dan terus mengejar hawa nafsu yang tidak ada habisnya, ya itulah sang ratu yang terkenal sangat kejam dan sadis dalam politik, jika soal urusan tahta dan harta iya tidak ingin ketinggalan sedikitpun memperjuangkan hak anaknya dan hanya iya tidak memperdulikan orang lain, entah orang lain itu dapatkan atau tidak iya hanya memperdulikan pemiliknya dan milik anaknya itulah ada di pikiran sang ratu, disini kita bisa melihat alaric anak dari ratu camilla yang memiliki sifat sangat murah hati, sangat berbeda jika di samakan dengan sifat ibunya yang kejam dan angkuh.
terlihat di depan gerbang istana, pak toga sedang memberikan sesuatu kepada ratu chyara, dan itu adalah balasan surat yang ditulis alaric untuk alaya.
" ini balasan dari nak alaric yang mulia,"
" baiklah trimakasih pak toga, aku permisi masuk dulu,"( ucap ratu chyara)
" baiklah ratu, berikan padaku saja jika ada surat untuk alaric lagi,"
" tentu saja,"
ratu chyara bergegas masuk kedalam istana, ia sudah tidak sabar untuk memberikan segulung surat itu untuk alaya, saat sang ratu sudah sampai di depan kamar alaya, ia tidak sengaja menjatuhkan suratnya dan tepat sekali terjatuh di kaki ratu camilla, dan..........
__ADS_1