
Lucas hanya menyeringai melihat Beast yang di burunya sedang menyembuhkan diri.
Tanpa berlama-lama Lucas mendekati Basilisk dengan berjalan santai.Besilisk yang merasakan hawa keberadaan seseorang melihat ke arah depan.
Melihat siapa yang datang Basilisk tersebut langsung waspada.
Basilisk mencoba mengintimidasi Lucas dengan tatapan tajam dan aura level 500-nya
Lucas yang melihat Basilisk di depan mencoba mengintimidasinya hanya tersenyum sambil berkata.
"Percuma mengintimidasi ku dengan level mu"ucap Lucas acuh tak acuh.
"Oh ya,sebelum kamu mati aku mau mengucapkan terima kasih telah menunjukkan tempat ini"ucap Lucas.
"Dan sebagai hadiahnya aku akan memberi mu kematian instan"lanjut Lucas.
WHOOOSS
Lucas menghilang dari tempat ia berdiri dan muncul di depan Basilisk dengan pedang Night Sword.
SLASSSS
BUGH
[Ding! Membunuh Besilisk mendapatkan 1.000.000 exp dan 500.000 PS]
[Level Up]
"Status"ucap Lucas
<>
Nama : Lucas Finley
Umur : 15 tahun
Job : Necromancer
Level : 1001 (0/3.000.000)
HP : 1.000.000/1.000.000
MP : 1.500.000/1.500.000
Element : Angin,Api,Petir
Skill : God Eye,Shadow Extraction,Save Shadow,Shadow Exchange,Ruler's Authority,Lightning Spear,Thunder Dragon,Ten Thousand Blades,Absolut Barrier,Shadow Step
Save Shadow : 3.000
Inventory : Blood Curse Sword,Night Sword
Poin Shop : 5.000.000
<< Shop >>
"Hmm.....tanpa ku sadari level ku sudah menembus 1000 dan ini baru 5 hari aku berada di Hutan Kematian"ucap Lucas sambil mengelus dagunya.
Setelah selesai melihat Statusnya, Lucas membangkitkan Basilisk yang telah dia bunuh lalu dia menyuruh Basilisk tersebut masuk ke dalam bayangannya.
"Saatnya memanen kristal mana"ucap Lucas.
...……………………………………………………………...
Kerajaan Neverley
Tepatnya di sebuah ruangan mewah.
"Apa kalian sudah menempatkan pasukan sesuai yang aku arahkan?"tanya pria paruh baya.
__ADS_1
"Sudah Duke Marcus"ucap merek serempak yang ada di dalam ruangan tersebut.
Pria paruh baya tersebut adalah Marcus Finley adik kandung dari Raja Argus Finley.
"Bagus.Dua hari lagi adalah hari kita menyerang istana kerajaan"ucap Marcus tersenyum dengan membayangkan dia sebentar lagi akan menjadi Raja dari kerajaan ini.
"Saat aku nanti menjadi Raja,kalian akan ku beri hadiah dan pangkat tinggi atas kerja kalian"ucap Marcus
"Terima kasih Duke Marcus"ucap mereka serempak dengan tersenyum bahagia.
Setelah selesai membahas rencan penyerangan istana kerajaan, mereka kembali ke mansion masing-masing guna mempersiapkan pasukan.
...…………………………………………………………………...
2 Hari Kemudian.
BOOOMMM
TRAANG
Suara ledakan dan benturan besi terdengar di halaman istana kerajaan.
"Lindungi Raja dan keluarganya"perintah Jendral Andrew kepada pasukannya yang lagi menahan pemberontak di halaman istana.
"Hahaha.....percuma saja"ucap Jendral Edward
"Ya.Dari pada kalian bertarung dengan mempertaruhkan nyawa.Kenapa tidak menyerah"ucap Jendral Louis kepada pasukan Jendral Andrew.
"Kenapa kalian memberontak?"tanya Andrew marah kepada Edward dan Louis.
"Kenapa kami memberontak? karena kami tidak suka dengan cara Raja Argus memerintah kerajaan ini"jawan Louis.
"Ya.Kenapa kita para bangsawan harus membantu rakyat jelata sedangkan mereka kerjaannya cuma bisa menyusahkan kita"timpal Edward.
"Kalian dasar pengkhianat tak tahu terima kasih"ucap Andrew geram langsung menyerang Edward dan Louis.
"Earth Golem"
Humanoid yang muncul di depan Andrew langsung menyerang ke arah Edward dan Louis.
"Fire Wall"ucap Edward mencoba menahan serangan dari humanoid yang tak lain adalah Golem.
BOOOOM
Ledakan yang lumayan besar terjadi di halaman istana.Edward yang mencoba menahan serangan dari Golem terlempar mundur beberapa meter.
"Cih!"ucap Edward kesal karena tidak bisa menahan serangan Golem tersebut.
Antara tiga Jendral Kerajaan Neverley Andrew adalah Jendral terkuat dengan memiliki level 6.500.
"Louis kenapa kamu diam saja"bentak Edward kepada Loius yang dari tadi cuma memerhatikan tanpa membantu dia.
Louis memegang pedangnya dengan erat-erat sambil mengucapkan mantra.
"Slash Wind"
Tebasan pedang yang berbentuk bulan sabit Louis arahkan ke Golem yang ada di depannya.
BOOOOMM
Terjadi bentrokan antara tebasan bulan sabit dengan Golem yang mengakibatkan kepulan debu dan menghalangi pandangan mereka.
Setelah kepulan debu menghilang Golem milik Andrew tak bergeming di tempatnya berdiri dan tanpa meninggalkan bekas tebasan.
Louis sudah menduga kalau serangannya tidak akan mengakibatkan luka di tubuh Golem karena perbedaan level dengan andrew.
...…………………………………………………………...
Aula Istana
__ADS_1
"Dasar anak tak tahu terima kasih"ucap William marah kepada sosok pria paruh baya di depannya.
"Salahkan Ayah sendiri karena tidak memilih aku menjadi Raja"ucap pria paruh baya yang tak lain adalah Marcus Finley dengan wajah tak bersalah akan perbuatannya.
"Jadi karena kekuasaan kamu memberontak?"ucap Argus yang masih tak percaya akan pemberontakan yang di lakukan adik kandungnya.
"Benar,aku iri sama kakak yang selalu di puji oleh ayah dan ibu sedangkan aku selalu di bandingkan dengan kakak tanpa tahu perasan ku"ucap Marcus mengeluarkan perasaannya yang selama ini dia pendam.
William yang mendengar keluhan atas anaknya merasa bersalah karena telah membagi kasih sayang kepada anaknya.
"Tapi sebelum kalian mati, aku akan memberitahu kalian sebuah rahasia"ucap Marcus dengan senyum misteriusnya.
"Rahasia"ucap Argus mengerutkan keningnya.
"Biar ku tanya kepada kakak.Apakah kakak sudah menemukan pelaku yang menyerang keponakan ku?"tanya Marcus.
"Belum"jawab Argus yang masih bingung akan pertanyaan adiknya.
Tapi beda dengan William yang sudah tahu arah pembicaraan Marcus.
"jangan bilang bahwa kamu adalah dalang di balik Lucas menjadi cacat?"tanya William dengan ekspresi tidak percaya.
"Hahahhaha.....benar ayah,aku lah dalang di balik keponakan ku menjadi orang cacat dan aku juga yang menyebarkan rumor buruk kepada rakyat kalau keponakan ku tidak cocok untuk menjadi Raja"jawab Marcus dengan tertawa puas.
"Kamu..."tunjuk Argus marah kepada Marcus.
Untuk Ana dia menutup mulutnya dengan tangan kanan dan syok kalau adik iparnya tega membuat keponakannya sendiri cacat demi sebuah gelar Raja.
"mati"ucap Argus menyerang ke arah Marcus.
Marcus hanya tersenyum sinis melihat serangan kakaknya dan dengan santai menahan pedang yang di ayunkan kakaknya.
"Dengan kekuatan mu yang sekarang mau mengambil nyawa ku? kakak kamu hanya bisa bermimpi"ucap Marcus.
Argus hanya bisa menggertakan giginya melihat tatapan menghina dari adiknya.Apa yang di katakan Marcus bahwa Argus tidak bisa membunuhnya adalah benar.Karena saat ini baik itu Argus,William,Ana dan Lilia mereka telah terkena racun pelumpuh yang mana membuat seseorang tidak bisa menggunakan mana.
BUKKK
Marcus menendang perut Argus yang mengakibatkan Argus terlempar ke arah singgasana.
BOOOOM
"Ugh"Argus memuntahkan darah.
"Sayang/Ayah"ucap Ana dan Lilia khawatir sambil menghampiri Argus dan membantu dia berdiri.
"aku tidak apa-apa"ucap Argus kepada istri anaknya.
"Bisa kah kamu membiarkan istri dan anak ku hidup"tanya Argus kepada Marcus dengan nada memohon.
Marcus mengangkat alisnya sebelah melihat kakaknya memohon demi istri dan anaknya.Tiba-tiba sebuah ide gila terbersit dalam kepala Marcus.
"Bisa asalkan istri mu tidur dengan ku satu malam"jawab Marcus dengan tatapan mesum ke tubuh Ana.
Meski Ana telah melahirkan dua anak, dia masih terlihat muda dengan tubuh yang masih terawat baik.Jadi tidak heran kalau Marcus tertarik akan tubuh Ana.
Mata Argus terbalalak tak percaya akan perkataan Marcus dan seketika wajahnya menjadi jelek.
"Berani kamu menyentuh istri ku jangan harap kamu bisa hidup"ucap Argus marah dengan tatapan tajam ke arah Marcus.
"Hahaahhaha....siapa bilang aku tidak berani menyentuh istri mu yg cantik itu dan aku akan memperlihatkan wajah istri mu yang akan kenikmatan atas permainan ranjang ku di hadapan mu nanti"ucap Marcus dengan tatapan mesumnya dan membayangkan ekspresi Argus melihat istrinya sendiri kenikmatan akan permainan ranjangnya.
"Oh.Benarkah?"tanya seseorang dengan suara dingin dan acuh tak acuh.
**Jangan lupa
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Rate**