
Setelah memesan kamar di penginapan tersebut dia langsung naik lantai dua. Penginapan ini terdiri dari tiga lantai dengan lantai satu adalah Bar dan sisanya adalah penginapan.
Saat ini Lucas sudah berada dalam kamar penginapan. Lucas mencoba menyelidiki penginapan ini dengan menggunakan persepsi mana.
"Di bawah penginapan" ucap Lucas setelah dia memeriksa penginapan ini.
Dari persepsi mana Lucas bisa melihat sebuah ruangan yang lumayan luas di bawah penginapan ini.
Lucas menduga kalau ruangan itu adalah tempat di mana Organisasi Death Skull menerima misi.
Yang jadi pertanyaan Lucas adalah bagaimana dia bisa memasuki ruangan itu? Lucas juga bisa melihat pintu masuk menuju ruangan itu telah di pasangi Array dan sepertinya hanya anggota dari Organisasi Death Skull yang tahu menonaktifkan Array itu. Walaupun Lucas dapat dengan mudah menghancurkan Array tersebut, tetapi dia tidak ingin menimbulkan masalah yang bisa membuat musuhnya waspada.
"Yasudah, besok saja ku pikirkan bagaimana cara masuk ke ruangan itu" ucap Lucas kemudian dia langsung tidur.
Keesokan paginya.
Seorang pemuda berambut putih masih sibuk dengan mimpinya di atas kasur yang empuk dan hangat. Pemuda itu sudah tahu kalau sang mentari telah menampakkan dirinya. Namun, dia tidak ingin bangun dari kasur yang empuk dan hangatnya.
Ya, pemuda tersebut adalah Lucas, dalam setengah tahun ini Lucas tidak tidur teratur yang selalu di sibukkan membunuh Beast siang dan malam. Tak jarang dia tidak tidur selama seminggu.
Jadi, dia memutuskan untuk hari ini menikmati kasur empuknya. Saat siang hari barulah Lucas bangun dari dunia mimpinya. Dengan mata setengah mengantuk Lucas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai membersihkan diri lalu Lucas mengenakan baju petualang yang biasa dia pakai.
"Aku harus mencari baju baru" ucap Lucas di depan cermin melihat baju petualang yang dia kenakan sesak di tubuhnya.
Lucas turun ke lantai satu untuk mencari cara masuk ke ruangan yang ada di bawah penginapan.
Setibanya di lantai satu Lucas memesan makanan untuk makan siangnya. Di lantai satu selain menyediakan Bir ada juga menyediakan makanan. Segera pesanan Lucas sampai di mejanya.
"Lumayan" ucap Lucas mengomentari makanan yang dia pesan.
Di tengah Lucas menikmati makanan tiba-tiba seorang Bangsawan masuk ke dalam Bar.
"Apa yang dilakukan seorang Bangsawan ke Bar ini?" gumam Lucas.
Biasanya sebagian Bangsawan tidak suka berkumpul dengan rakyat di dalam satu tempat. Apalagi Bar ini banyak rakyat dan petualang minum.
__ADS_1
Tidak ingin tenggelam dalam rasa penasaran Lucas memanggil seorang pelayan yang kebetulan ada di dekatnya.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" ucap Pelayan pria.
"Apa yang dilakukan seorang Bangsawan di tempat ini?" tanya Lucas.
"Bangsawan itu datang kesini untuk mengambil anggur yang dia pesan, Tuan" jawab pelayan pria itu.
Lucas bisa melihat pelayan pria itu berkata bohong dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Lalu Lucas melambaikan tangan kanannya di meja.
Setelah Lucas melambaikan tangannya lima koin emas muncul di atas meja.
"Katakan yang sebenarnya dan koin emas yang ada di meja ini untuk mu" ucap Lucas.
Sekarang pelayan pria itu memiliki ekspresi rumit di wajahnya saat melihat lima koin emas di atas meja. Gaji dari menjadi pelayan tidak cukup baginya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Itu pun dia hanya di gaji lima perak perbulan. Di sisi lain ia juga tidak bisa memberitahukan perihal masalah penginapan ini. Sebab, dia sudah membuat kontrak dari surat perjanjian.
Di surat perjanjian itu di sebutkan dia tidak boleh memberitahukan masalah apa pun terhadap pelanggan. Jika dia masih nekat memberitahukan maka tubuhnya akan meledak.
Perlu di ketahui surat perjanjian adalah surat sakral yang tidak bisa di langgar. Surat perjanjian hampir mirip seperti sebuah kutukan. Biasanya kedua belah pihak harus meneteskan darahnya di atas sura perjanjian lalu mengucapkan janji yang mereka sepakati. Bila salah satu pihak melanggar janji maka tubuhnya akan meledak.
Sebenarnya selain surat perjanjian masih banyak segel atau sihir yang membuat orang lain tidak bisa berkhianat, contohnya seperti sumpah darah yang dilakukan oleh Draco dan Dimitri.
Melihat wajah pelayan itu penuh keraguan Lucas bisa menebak sesuatu.
"Apa kau ingin menghilangkan kontrak dari surat perjanjian?" ucap Lucas pelan yang hanya bisa di dengar mereka berdua.
Mendengar perkataan Lucas, pelayan pria itu terkejut. Yang dia tahu kalau ingin menghapus surat perjanjian adalah dengan membakar surat perjanjian itu.
Akan tetapi pemuda bertopeng serigala di depannya bisa menghilangkan kontrak dari surat perjanjian.
"Apa Tuan tahu caranya?" ucap pelayan pria itu penuh antisipasi.
Jujur dia bekerja di sini sudah muak. Tiap hari dia harus melakukan itu ini tanpa istirahat dan libur. Apalagi dia hanya di gaji lima perak perbulan.
Lucas hanya mengangguk dan berkata.
"Malam ini datanglah ke kamar ku" ucap Lucas berdiri dari kursinya lalu mengambil empat koin emas dan menyisakan satu.
__ADS_1
"Ini uang untuk makan siang ku dan kembaliannya ambil untuk mu" ucap Lucas lalu keluar dari penginapan.
Saat Lucas keluar dari penginapan dia melihat banyak orang berlari ke arah tertentu karena penasaran Lucas memberhentikan seseorang yang melewatinya.
"Ini ada apa?" tanya Lucas kepada seorang pemuda yang seumurannya.
"Katanya ada pengumuman penting dari pihak kerajaan di alun-alun" jawab pemuda itu kemudian dia bergegas pergi menuju alun-alun.
"Pengumuman apa?" gumam Lucas.
"Kenapa kau tidak datang ke alun-alun untuk lebih jelasnya" ucap Axelle.
Kemudian Lucas bergegeas menuju ke alun-alun kota. Setibanya di alun-alun orang sudah banyak berkumpul, tinggal menunggu pihak kerajaan. Di depan alun-alun ada bangunan tinggi yang khusus untuk tempat duduk keluarga kerajaan.
Tak berselang lama seorang pria paruh baya yang memakai pakaian butler muncul di atas bangunan tinggi tersebut. Bisa dilihat dia memegang sebuah perkamen.
"Dengarkan isi dari perkamen Kerajaan" ucap pria paruh baya tersebut dengan suara pelan, tetapi suaranya bisa mencakup kesemua alun-alun sehingga orang-orang bisa mendengar dengan jelas. Lalu dia membacakan isi dari perkamen.
"Dengan ini Raja Adrian Gremory akan mengadakan sebuah Turnamen untuk generasi muda yang ada di Kerajaan Envuelle, siapa saja boleh mendaftar baik itu Bangsawan,rakyat atau para petualang. Turnamen akan di adakan 1 minggu lagi, untuk hadiahnya akan di beritahukan saat Turnamen di mulai" jelas pria paruh baya tersebut.
"Untuk pendaftarannya akan di adakan di alun-alun ini dan tiap orang yang ingin mendaftar wajib bayar 1 koin perak" lanjutnya
"Aku kira ada hal penting, ternyata cuma pengumuman tentang Turnamen" ucap Lucas berjalan menjauh dari alun-alun.
"Apa kau tidak mau ikut?" tanya Axele.
"Tidak tertarik" ucap Lucas.
Menurut Lucas itu bagaikan permainan anak-anak. Buat apa dia ikut acara yang begituan. Dengan kekuatannya yang sekarang Lucas bisa dengan mudah meraih juara satu dalam Turnamen itu. Bagi Lucas lebih baik memberi kesempatan kepada orang lain. Namun, saat Lucas baru saja meninggalkan alun-alun sebuah notifikasi terdengar di benak.
[Ding! Misi Khusus Terpicu]
Host di haruskan ikut dalan Turnamen dan memenangkannya
Hadiah : Utang Host lunas
Hukuman : Salah satu skill Host akan di hilangkan
__ADS_1
Batas waktu : tidak ada
"Ayolah, System jangan membuat ku ikut dalam permainan anak-anak itu" keluh Lucas dengan wajah tak berdaya.