Terlahir Sebagai Pangeran Sampah

Terlahir Sebagai Pangeran Sampah
Membeli Budak


__ADS_3

Malam hari.


Meski di malam hari kerajaan ini masih ramai dengan berbagai aktifitas. Lucas saat ini sedang menikmati waktunya dengan jalan-jalan malam di Kerajaan Envuelle.


"Turnamen akan diadakan lusa, lebih baik aku menikmati waktu luang ini sebelum Turnamen dan melanjutkan pencarian untuk menemukan Magical Beast" gumam Lucas.


Lucas sudah membuat planing akan pencariannya terhadap Magical Beast. Ia juga sudah menandai tempat-tempat yang berkemungkinan itu adalah dimensi yang menyegel Magical Beast.


"Waktu ku hanya tersisa 4,5 tahun lagi" ucap Lucas mengingat waktu Quest yang di berikan System kepadanya. Walaupun itu waktu singkat bagi orang lain dan mustahil bisa menemukan Magical Beast.


Akan tetapi Lucas optimis bisa menemukan keberadaan mereka dengan bantuan Axelle yang bisa merasakan keberadaan mereka di tambah dengan keberadaan System yang dia yakini bisa menemukan sisa dari Magical Beast.


Di ibukota yang penuh gemerlap cahaya yang menerangi jalan yang di penuhi pejalan kaki. Tiba-tiba Lucas melihat kerumunan di tengah jalan yang dia tidak tahu ada pertunjukkan apa.


Dia yang juga penasaraan akan kerumunan itu mencoba untuk melihatnya. Setibanya Lucas di kerumunan itu dia melihat 2 orang budak yang sedang di cambuk oleh seorang bangsawan.


"Dasar budak tidak berguna" ucap Bangsawan itu dengan mengayunkan cambuknya.


Bisa di lihat kondisi dua orang itu sedang menahan sakit akan cambukan tersebut dan di punggung dua orang itu sudah di penuhi dengan bekas cambukan.


Lucas yang menonton dari jauh hanya menonton tanpa mau ikut campur.


Perbudakan di dunia ini adalah hal biasa. Sebab orang-orang yang biasa jadi budak kebanyakan adalah para prajurit yang kalah atau menyerah di medan perang walaupun ada saja sebagian penjual budak yang menculik warga biasa.


Dari diskusi orang-orang ini, dua budak itu merupakan dua kakak adik yang baru saja di beli oleh Bangsawan itu dan karena tidak makan selama beberapa hari, sang adik jatuh dan karena hal itu sang kakak menolong adiknya.


Bangsawan yang melihat itu marah karena dia menganggap budak yang baru dia beli itu dengan sengaja memperlambatnya.


Hal yang membuat Lucas tertarik akan dua kakak beradik itu adalah rambut mereka yang berwarna silver. Sangat jarang ada orang yang memiliki warna rambut silver.


Lucas menduga kalau mereka adalah Bangsawan yang jatuh. Itu sudah biasa kalau ada budak yang awalnya adalah seorang Bangsawan dan karena hal tertentu Bangsawan itu jatuh menjadi rakyat biasa lalu di culik dan di jadikan budak.


Lucas yang penasaran akan status kakak adik tersebut mencoba melihatnya dengan menggunakan Skill God Eye-nya.


"God Eye" gumam Lucas.


Nama : Luke Strend


Umur : 20 tahun


Job : Warrior


Rank : C


Level : 1000

__ADS_1


ELement : Cahaya


.


.


Nama : Elora Strend


Umur : 18 tahun


Job : Mage


Rank : C


Level : 1000


Non ELement : Tumbuhan


Melihat status kedua kakak beradik tersebut Lucas tersenyum di balik topengnya.


'Tak di sangka aku menemukan sebongkah berlian kasar di tumpukan sampah'


Dengan ini Lucas sudah menemukan tiga calon anggota organisasi yang akan dia bentuk dan hanya tinggal tujuh anggota lagi. Organisasi yang ingin di buat Lucas tidak seperti organisasi biasa yang mempunyai banyak anggota.


Menurutnya terlalu merepotkan mengurus terlalu banyak anggota dan semakin banyak anggota organisasi semakin besar peluang mereka berkhianat karena kurang pengawasan.


"Apa kau sengaja memperlambat perjalanan ku? hah" ucap Bangsawan dengan marah.


"Karena kalian berdua tak tahu terima kasih karena aku sudah membebaskan kalian dari pedagang budak itu, lebih baik kalian rasakan cambuk ku ini" ucap Bangsawan itu yang ingin menganyunkan cambuknya.


Sang kakak memeluk adiknya dan menggunakan punggungnya untuk menahan cambuk dari Bangsawan itu guna melindungi adiknya sambil memejamkan matanya tanpa bisa melawan.


Sebelum bangsawan itu mengayunkan cambuk di tangannya tiba-tiba dia di hentikan oleh seseorang. Merasa ada yang berani mengganggunya dia langsung marah.


"Apa yang kau lakukan? dan lepaskan tangan kotor mu" ucap Bangsawan itu dengan jijik.


Pejalan kaki yang sedari tadi menonton bukannya tidak ingin menolong tetapi mereka sadar akan posisi mereka. Seandainya mereka menolong bukannya dapat pujian malah sebaliknya itu akan menambah masalah bagi keluarga mereka karena berani ikut campur masalah Bangsawan tersebut.


Lucas melepaskan tangan Bangsawan itu dan dia mendekati kedua budak tersebut.


"Minum Potion ini" ucap Lucas menyerahkan Potion Tingkat Tinggi.


Terlihat kejutan di mata Bangsawan itu saat Lucas menyerahkan Potion tersebut.


Kedua budak itu juga sedikit terkejut akan Lucas yang membantu mereka dan memberi mereka Potion Tingkat Tinggi yang kebanyakan hanya di miliki oleh keluarga kerajaan.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan" ucap sang kakak.


Segera mereka meminum Potion itu dan hanya hitungan detik semua luka cambukan hilang seperti tidak pernah terluka.


Melihat kedua budak itu Lucas mengangguk puas kemudian di menatap Bangsawan itu dan berkata.


"Sebutkan harga kedua budak ini" ucap Lucas.


Bangsawan itu mengerutkan keningnya. Dia membeli kedua budak karena dia ingin menjadikan mereka hadiah untuk putranya terutama budak perempuan itu yang bisa di bilang cantik dengan rambut warna silver yang semakin menambah pesonanya


"Apa rakyat biasa seperti mu sangguap membeli budak ini" cibir Bangsawan.


Ia tidak percaya pemuda di depannya sanggup membeli budaknya. Dia menganggap pemuda bertopeng serigala itu bisa mempunyai Potion Tingkat Tinggi karena hasil tabunganya selama bertahun-tahun sebagai petualang dan menganggap pemuda yang ada di depannya terlalu naif karena menolong seorang budak bahkan memberi mereka Potion Tingkat Tinggi.


Lucas tidak marah akan cibiran Bangsawan itu dan malah sebaliknya dia tersenyum di balik topengnya.


'Hehe......mau membandingkan kekayaan dengan ku'


"Bagaimana jika aku mampu membeli budak mu?" ucap Lucas yang masih mempertahankan senyumannya di balik topengnya.


"Hahaha.....Apa kau sanggup membeli budak ku sedangkan kau hanya seorang petualang" cibir Bangsawan itu.


"Sebutkan saja harganya aku tidak mau mendengar omong kosong mu" balas Lucas yang mulai bosan dengan Bangsawan di depannya.


"Baik, jika kamu mau membeli budak ini kamu hanya cukup memberikan aku 4 koin Platinum"


Lucas yang mendengar harga kedua budak itu mengerutkan keningnya, meski Lucas tidak pernah membeli budak tapi dia tahu kalau kedua budak itu harganya tidak lebih dari 2 koin Platinum di tambah dia paling tidak suka orang lain memanfaatkannya tapi karena dia tidak mau mencari masalah dia hanya bisa menuruti kemauan Bangsawan itu.


"Kenapa? kamu tidak sanggup membelinya?" cibir Bangsawan dengan tersenyum.


Lucas hanya menggelengkan kepala dan tanpa banyak bicara dia melemparkan sekantong koin emas ke tanah.


"Ambil uang itu dan ku harap kau membatalkan segel budak pada mereka" ucap Lucas dengan suara dingin sambil melemparkan sekantong koin emas ke tanah.


Setiap orang yang menjadi budak pasti akan di ditanami segel budak guna tidak melawan tuannya. Jika mereka melawan sang tuan hanya butuh satu kata untuk menghukum mereka atau membunuhnya.


"Apa kau tahu siapa aku? hah" balas Bangsawan itu langsung marah saat melihat Lucas menyuruh dia mengambil sekantong emas yang dia lemparkan di hadapannya.


Bangsawan itu menganggap Lucas tidak menghormati dia sebagai seorang Bangsawan di Kerajaan Envuelle karena melempar sekantong koin emas ke tanah dan menyuruh dia mengambilnya. Ia menganggap Lucas merendahkan harga dirinya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2