
Hening
Tak ada suara di dalam Aula Istana, mereka masih mencerna akan pergantian peristiwa tadi.
Raja Sergio yang melihat Lucas memotong tangan Jendeal tersebut tanpa bergerak dan merapalkan mantra sihir semakin membuat dia ingin mendapatkan Artefak yang ada di Lucas.
"Kalian cepat tangkap bocah ini" perintah Raja Sergio kepada prajurit yang ada di dalam tersebut.
Raja Sergio sudah tahu kalau Jendral yang memiliki badan kekar bukan lawan Lucas. Dia sedikit tidak percaya akan hal tersebut, tetapi kenyataan ada di depannya. Di Kerajaan Merty memiliki 2 Jendral dan yang terkuat adalah Jendral yang di lawan Lucas bernama Jendral Galleo.
Jendral Galleo memiliki level 3.000, jadi Raja Sergio memiliki keyakinan bahwa itu cukup untuk berurusan dengan Lucas.
Prajurit yang mendengar perintah Raja Sergio dengan sigap mengelilingi Lucas guna untuk tidak membiarkan Lucas lari. Perlu di ketahui bahwaa prajurit yang ada di ruangan Aula Istana adalah Prajurit Elite yang khusus menjaga keamanan Keluarga Kerajaan dan untuk level mereka tidak perlu di ragukan lagi, sebab mereka yang menjadi Prajurit Elite adalah orang-orang yang terpilih dan memiliki bakat yang cukup tinggi.
Dengan di kepung puluhan prajurit dan satu Jendral tidak membuat Lucas takut dan menganggap hal ini cukup menarik.
"Hahaha....apakah ini sifat seorang ksatria?" ucap Lucas dengan tertawa.
"Kamu harus bersyukur karena mati di tangan seorang Jendral seperti ku" balas Jendral Galleo.
Jendral Galleo sangat marah saat tangannya di potong, dia merasa harga dirinya di injak-injak Lucas, apa lagi itu di saksikan oleh Raja dan para Bangsawan, untuk dia Jendral terkuat di kerajaan ini merupakan sebuah aib. jadi bagaimana pun dia harus membunuh Lucas untuk mengembalikan harga dirinya.
"Tunggu apa lagi cepat serang dia" ucap Jendral Galleo.
Sama seperti mereka akan menyerang Lucas tiba-tiba sebuah tangan hitam keluar dari bayangan Lucas dan langsung menyebar ke semua arah untuk mengikat tubuh orang yang ada di ruangan tersebut.
"Apa ini?"
"Aku tidak bisa menghancurkan tangan hitam ini"
Lucas hanya tersenyum tipis melihat mereka berjuang melepaskan diri dari tangan hitam tersebut. Bahkan untuk Raja Sergio pun tidak bisa melepaskan diri.
Lucas berjalan ke depan menuju arah singgasana.
"A-Apa yang mau kau lakukan?" Ucap Raja Sergio takut kalau Lucas akan membunuhnya.
Saat ini dia tidak bisa melepaskan diri dari tangan hitam yang mengikat dirinya.
Lucas tidak menjawab dia terus maju ke depan sampai tiba di depan Raja Sergio dan melempar Raja Sergio dari singgasana untuk dia duduki.
"Draco keluar"
Bersamaan dengan selesai perkataannya, sesosok bayangan hitam yang mempunyai tanduk dan sayap kelelawar keluar dari bayangannya.
Sontak semua orang terkejut saat melihat kemunculan sosok bayangan di belakang Lucas. Mereka tahu siapa sosok bayangan itu, hanya Ras Demon yang memiliki tanduk dan sayap kelelawar di belakang punggung mereka.
"Iblis" ucap mereka serempak saat melihat bayangan di belakang Lucas.
"S-Siapa kau sebenarnya?" ucap Raja Sergio.
__ADS_1
Sekarang Raja Sergio semakin takut akan sosok Lucas saat melihat kemunculan sosok bayangan di belakangnya.
"Aku siapa? Menurut kalian siapa aku?" ucap Lucas dengan tersenyum tipis.
Saat Lucas di kelilingi oleh prajurit dia telah menyuruh Draco untuk mengikat mereka yang ada di ruangan ini dengan Skill Shadow Hand milik Draco. Entah kenapa Lucas suka sekali melihat ekspresi ketakutan mereka.
Sebelumnya dia tidak suka membunuh atau menyiksa seseorang, semenjak dia bergabung dengan Job Necromancer dan Bloodline Ras Malaikat Kuno, dia baru sadar bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda. Awalnya Lucas terkejut dirinya memiliki kepribadian ganda, apa lagi kepribadian gandanya memiliki sifat psikopat.
Saat mengetahui kepribadian gandanya memiliki sifat psikopat Lucas takut akan menyakiti orang-orang yang ada di sekitarnya. Ketika dia bertanya kepada System tentang kepribadian gandanya, System memberitahunya bahwa kepribadian ganda akan muncul ketika Lucas melawan musuhnya dan tidak akan menyakiti orang-orang yang ada di sekitarnya.
Lucas juga di beritahu System bahwa kepribadian gandanya tercipta karena pemilik tubuh terdahulu terlalu lama memendam rasa kebencian.
"Membosankan" ucap Lucas.
TAK
Setelah Lucas menjentikkan jarinya seketika muncul puluhan pedang element angin di sekelilingnya.
Baru sekarang mereka menyesali perbuatannya karena telah menyinggung sosok yang tak semestinya di usik. Namun, di dunia ini tidak ada yang namanya obat penyesalan. Mereka hanya bisa mengutuk nasib mereka yang sial telah bertemu dengan Lucas.
"Mari kita singkirkan dulu semut yang ini" ucap Lucas melambaikan tangannya ke arah Prajurit Elite.
JLEB
JLEB
JLEB
"Apa sekarang kalian paham apa itu kekuatan absolute?" ucap Lucas tersenyum melihat para Bangsawan gemetar ketakutan.
"Tuan mohon ampuni nyawa hamba yang hina ini" ucap salah satu Bangsawan memohon kepada Lucas.
"Ya, Tuan ampuni kami"
"Ini semua ide Raja Sergio"
Satu persatu para Bangsawan memohon pengampunan dan ini membuat Raja Sergio marah di dalam hatinya. Dulu di depannya mereka selalu memujinya dan berjanji tidak akan berkhianat, tapi sekarang mereka memohon kepada musuh dan menyalahkan dirinya.
"Dasar bajingan!" marah Raja Sergio melihat tingkah laku para Bangsawan.
"Cih! ini semua gara-gara kamu menghasut kami untuk menangkap Tuan Zero" cibir salah satu Bangsawan.
"Ya, dasar Raja tidak berguna"
Berbagai hinaan di lontar oleh para Bangsawan untuk menjilat Lucas dan berharap mengampuni nyawa mereka. Namun, mereka terlalu naif untuk berpikir Lucas mengampuni mereka.
"Draco bunuh bangsawan yang berisik ini" perintah Lucas.
"Baik, Tuan" balas Draco.
__ADS_1
Lalu Draco merapalkan mantra sihirnya.
"Mouth Of Hell"
Di bawah kaki para Bangsawan tiba-tiba terbentuk lingkaran besar warna hitam dan sesaat kemudian keluar sebuah mulut yang besar penuh dengan gigi runcing dan langsung menelan mereka.
[Ding! Membunuh 10 Penyihir Rank B mendapatkan 1.000.000 Exp dan 800.000 SP]
Kini yang tersisa di Aula Istana hanya Raja Sergio,Duke Chester, Jendral Galleo dan Jendral Hendrik.
Mereka berempat masih shock melihat kejadian yang baru saja ada di depan mereka.
"Apa itu tadi?" tanya Jendral Hendrik.
PLOOK
PLOOK
PLOOK
Mereka baru sadar saat mendengar tepuk tangan Lucas.
"Oke, mari kita kembali ke permasalahan kita. Apa kau masih mau mengambil Artefak ku?" tanya Lucas.
"T-Tidak Tuan, hamba tidak berani dan mohon ampuni nyawa hamba" ucap Raja Sergio ketakutan dan tak berani menatap mata Lucas.
"Mana kesombongan yang tadi? Kenapa sekarang kau jadi pengecut?" cibir Lucas.
Raja Sergio tidak berani menjawab. Seandainya dia bisa kembali ke masa lalu dia tidak akan berani mencari masalah dengan Lucas dan di dalam hati dia mengutuk kebodohan Duke Chester yang berani menyinggung sosok Lucas.
"Sampah" ucap Lucas mulai bosan.
Dengan lambaian tangannya Lucas memotong tubuh mereka menjadi dadu dan hanya menyisakan Jendral Hendrik.
"Kau sekarang akan menjadi Raja kerajaan ini dan bersihkan mayat-mayat ini" ucap Lucas kemudian dia berdiri dari singgasana di ikuti Draco di belakang dan ketika dia melewati Jendral Hendrik dia berkata.
"Jangan memberi tahu orang lain tentang kejadian ini, jika kau membocorkannya kau akan tahu akibatnya" ucap Lucas dengan dingin.
"Baik, Tuan" balas Jendral Hendrik gemetar ketakutan melihat tatapan dingin Lucas.
Lalu Lucas keluar dari Aula Istana bersama Draco. Di saat sudah berada di luar Draco bertanya kepada Lucas.
"Kenapa Tuan tidak membangkitkan mereka jadi pasuakan bayangan?"
"Awalnya aku berniat begitu, tetapi setelah melihat sifat mereka aku menjadi jijik membangkitkan mereka menjadikan pasukan bayangan ku"
"Dan sekarang kau boleh kembali"
"Baik, Tuan" ucap Draco langsung memasuki bayangan Lucas.
__ADS_1