Terlahir Sebagai Pangeran Sampah

Terlahir Sebagai Pangeran Sampah
Undangan Raja Sergio


__ADS_3

Saat ini Lucas sedang menuju ke penginapannya. Dari Guild Petualang ke Penginapan Lucas hanya memakan waktu sekitar 10 menit untuk sampai.


Belum sampai ke penginapan dari kejauhan Lucas sudah melihat puluhan prajurit di luar penginapan.


'Apa mereka sedang mencari ku?'


Lucas yang melihat puluhan prajurit di depan penginapan mempercepat langkahnya, dia ingin melihat permainan apa lagi yang mau di mainkan oleh para Bangsawan kerajaan ini setelah dia membunuh 100 prajurit.


Para prajurit yang berada di luar penginapan melihat kedatangan Lucas langsung mengelilinginya dengan mengacungkan pedang mereka.


Lucas yang melihat dirinya sudah di kelilingi hanya memasang wajah acuh tak acuh.


"Apa pelajaran yang ku berikan di depan gerbang kota masih belum cukup?" tanya Lucas acuh tak acuh.


Prajurit yang mengepung Lucas tentu tahu tentang berita 100 prajurit yang mati di depan gerbang kota. Sebelum salah satu prajurit itu ingin menjawab pertanyaan Lucas, terdengar suara pria dari dalam penginapan.


"Ku berharap teman ini bisa bekerja sama dengan kami untuk datang ke Istana Kerajaan"


Sesosok pria paruh baya keluar dari penginapan dengan mengenakan baju besi putih dengan sebilah pedang di sisi pinggangnya. Lucas bisa merasakan pria di depannya ini cukup kuat.


Pria paruh baya itu berjalan ke depan Lucas dan berkata kepada prajurit yang mengelilingi Lucas.


"Turunkan pedang kalian" perintah pria paruh itu dengan tegas lalu dia memperkenalkan diri kepada Lucas.


"Perkenalkan nama saya adalah Hendrik, Jendral dari kerajaan ini" ucap Jendral Hendrik dengan sopan tanpa ada nada sombong. Jendral Hendrik awalnya berpikir Kalau Lucas bisa membunuh 100 prajurit karena bantuan sebuah Artefak. Namun, ketika dia berdiri di depan Lucas insting bertarungnya langsung membunyikan alarm bahaya.


Hendrik tidak meragukan insting bertarungnya karena instingnya telah dia asah di medan perang dan berkat insting tersebut dia telah berhasil menghindari kematian.


"Apakah teman ini bisa ikut kami ke Istana Kerajaan?" lanjut Hendrik.


"Tunjukkan jalannya" ucap Lucas karena dia penasaran permainan apa yang akan di main setelah dia tiba di Istana.


Pejalan kaki yang melihat Lucas di kawal puluhan prajurit dengan di pimpin Jendral Hendrik merasa kasihan dengan nasibnya karena mereka sebenarnya tahu kalau Lucas telah di fitnah, tetapi apa daya mereka hanya rakyat biasa tanpa kekuasaan.


30 Menit Kemudian.


Lucas sudah tiba di Istana Kerajaan dan dia mengikuti Jendral Hendrik menuju Ruang Aula Istana. Di kejauhan Lucas sudah bisa melihat pintu besar dengan ornamen mewah.


Kemudian pintu itu di buka Jendral Hendrik perlahan. Di dalam ruangan itu Lucas bisa melihat para Bangsawan sedang berdiskusi tentang sesuatu. Saat Lucas baru saja melangkah masuk tiba-tiba dia merasakan niat membunuh lalu Lucas mencari sumber dari niat membunuh tersebut, sampai pandangannya tertuju ke arah pria paruh baya yang mengenakan baju biru sedang menatapanya penuh kebencian.

__ADS_1


Tanpa bertanya Lucas sudah tahu kalau pria paruh baya itu adalah Duke Chester, Ayah dari Ernest yang dulu tangannya dia potong karena ingin menjadikan dia menjadi pengawalnya.


Lucas hanya acuh tak acuh saat merasakan niat membunuh dari Duke Chester dan mengikuti Jendral Hendrik menghadap Raja Sergio.


"Hamba sudah kembali Yang Mulia" ucap Jendral Hendrik berlutut setibanya di depan Raja Sergio.


Sedangkan untuk Lucas dia hanya berdiri sambil mengangguk ke arah Raja Sergio.Hal tersebut membuat sebagian Bangsawan marah.


"Lancang! Cepat berlutut di hadapan Yang Mulia" teriak salah satu Bangsawan ketika melihat Lucas tidak berlutut.


"Bukankah aku sudah mengangguk yang berarti aku menghormati dia" tunjuk Lucas ke arah Raja Sergio.


Raja Sergio mengerutkan keningnya saat melihat Lucas tidak menghormati dia. Hai ini membuat Raja Sergio tidak senang akan tindakan Lucas, tetapi sebagai Raja dia tidak bisa menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya terhadap Lucas.


Salah satu Jendral yang memiliki badan kekar yang ada di Ruang Aula Istana maju ke hadapan Raja Sergio.


"Yang Mulia biarkan hamba memberi pelajaran terhadap bocah ini tentang apa itu arti Etika?" ucap Jendral tersebut.


Raja Sergio tidak menjawab. Namun, itu sudah cukup mengatakan kalau Raja Sergio mengizinkan Jendral tersebut memberi pelajaran kepada Lucas.


Lucas mengerutkan keningnya saat melihat Raja Sergio mengizinkan Jendral tersebut memberi pelajaran terhadap dirinya. Awalnya Lucas mengira Raja Sergio adalah Raja yang cukup baik di lihat dari penampilannya.


"Mohon maaf Yang Mulia, bukannya hamba lancang, tetapi itu bukan hal baik" Jendral Hendrik merasa itu bisa di maafkan meski Lucas salah.


Jendral Hendrik yang di bentak Raja Sergio hanya bisa diam menunduk. Dia sebagai bawahan tidak bisa menantang keputusan sang Raja.


Lucas yang melihat drama mereka tidak bisa tidak menggelangkan kepala.


Lalu Raja Sergio melirik Jendral yang tadi tanda bahwa dia bisa melanjutkannya. Jendral yang paham akan isyarat tersebut maju ke depan Lucas.


"Bocah sepertinya aku harus memberi mu pelajaran karena tidak menghormati Raja" ucap Jendral tersebut.


Lucas menatap males Jendral yang ada di depannya.


"Kenapa bocah? Takut? sudah terlambat kecuali kamu berlutut di hadapan Raja mungkin aku bisa mengampuni mu" ucap Jendral tersebut tertawa sinis di ikuti semua Bangsawan yang ada di ruang tersebut tak terkecuali untuk Raja Sergio yang menampilkan senyumannya.


Di ruangan itu tidak ada yang peduli akan nasib Lucas mereka hanya ingin menonton pertunjukan yang akan di lakukan Jendral tersebut.


"Sebenarnya apa mau kalian?" tanya Lucas yang mulai bosan.

__ADS_1


"Serahkan Artefak yang kamu miliki dan sujud minta maaf kepada Duke Chester kemudian potong tangan mu" ucap Raja Sergio.


Lucas mengerutkan keningnya akan permintaan Raja Sergio.


'Bukankah ini namanya perampokan?'


"Jika aku menolak?" tanya Lucas.


"Jangan harap kamu bisa keluar dengan hidup-hidup dari Aula Istana ini" ucap Raja Sergio dengan dingin.


Awalnya Sergio ingin membantu Duke Chester menangkap Lucas. Namun, saat dia mendengar Lucas mempunyai Artefak dia merubah pikirannya dan dia sudah membuat perjanjian dengan Duke Chester kalau dirinya akan membantu menangkap Lucas, tetapi Artefak yang ada di tangan Lucas harus jadi milik Kerajaan.


Tentu hal tersebut langsung di setujui Duke Chester meski sedikit enggan di hatinya untuk menyerahkan sebuah Artefak yang berharga.


Untuk Kerajaan seperti Kerajaan Merty mereka hanya memiliki satu Artefak Rank A. Raja Sergio menganggap Lucas memiliki Artefak Rank A karena bisa membunuh 100 prajurit tanpa di ketahui dan hanya Artefak Rank A ke atas yang memiliki kemampuan tersebut.


"Hah...." Lucas menghela nafas pelan kemudian tatapannya berubah menjadi dingin sambil berkata.


"Aku sudah memberi peringatan kepada kalian dengan membunuh 100 prajurit, tetapi kalian tidak menghiraukan peringatan itu dan sebaliknya kalian ingin mengambil Artefak ku" Ucap Lucas.


"Kalau kami ingin mengambil Artefak secara paksa, apa yang bisa kau lakukan?" cibir Duke Chester. Bagi Duke Chester berurusan dengan Lucas hanya sepotong kue.


"Apakah kalian tidak takut perbuatan kalian di ketahui oleh rakyat?" tanya Lucas.


"Apa yang perlu di takuti? Aku adalah penguasa kerajaan ini dan aku bisa membalikkan yang putih jadi hitam atau sebaliknya" ucap Raja Sergio dengan sombong.


"Cepat bereskan bocah ini dan ambil Artefak yang ada di tubuhnya" perintah Raja Sergio kepada Jendral yang ingin memberi pelajaran kepada Lucas.


"Baik, Yang Mulia" balas Jendral tersebut.


Kemudian Jendral tersebut maju ke depan Lucas dengan senyuman sinis dan menganggap Lucas bukan apa-apa di hadapannya.


"Nak, di kehidupan selanjutnya jangan terlalu sombong di hadapan kekuatan absolute" ucap Jendral tersebut sambil mengayunkan pedangnya ke arah leher Lucas.


Bukannya menghindar Lucas hanya diam di tempat. Tentu Jendral tersebut bersuka cita di dalam hati melihat tingkah bodoh Lucas, dia merasa Lucas takut itu sebabnya dia tidak menghindar.


Saat pedang Jendral tersebut berjarak 5 cm dari leher Lucas, tiba-tiba pedang tersebut berhenti.


Dan pergantian peristiwa selanjutnya membuat orang yang ada di ruangan terkejut. Sebab tangan yang di gunakan oleh Jendral tersebut untuk menebas leher Lucas tiba-tiba terpotong.

__ADS_1


"Kau.." ucap jendral tersebut terkejut kemudian dia langsung melompat mundur sambil meminum Potion.


Perlahan tapi pasti tangannya terpotong tadi mulai beregenarasi kembali.


__ADS_2