
Saat ini Lucas berada di tengah ibu kota.Di pinggir jalan kota banyak pedagang kaki lima berjualan.Tidak jarang para pedagang menawarkan dagangannya saat Lucas melewati dagangan mereka.
Karena Lucas tidak terburu-buru dia menyempatkan diri untuk mencoba makanan di dunia ini.Berbagai makanan Lucas coba tiap kali dia melewati pedagang makanan.
"Paman aku mau ayam bakarnya satu"ucap Lucas ke pedagang ayam bakar.
"Ini Nak.harganya 10 koin perunggu"ucap pedagang ayam bakar dengan senyuman ramahnya.
Lucas mengangkat alisnya mendengar harga ayam bakar yang ia makan.
"Ini paman uangnya"ucap Lucas mengeluarkan uang 1 koin emas dari kantong jubahnya.
"Ini..."pedagang ayam bakar bingung melihat Lucas memberinya koin emas.
"Kembaliannya ambil saja paman"ucap Lucas sudah berjalan pergi dari pedagang tersebut.
Linglung sesaat melihat koin emas yang ada di tangannya.Pedagang tersebut sadar saat Lucas sudah pergi dan langsung membungkuk ke arah Lucas dengan berkata.
"Terima kasih Tuan Muda"
Lucas hanya tersenyum tanpa menoleh ke belakang mendengar ucapan pedagang tersebut.Bagi rakyat jelata 1 koin emas, bisa membuat mereka bertahan hidup selama 1 tahun.
Untuk Lucas 1 koin emas bukan nominal yang banyak.Tiap bulan dia beri 1 koin platinum.jadi 1 koin emas bagaikan setitik air di dalam ember.
"Enak"ucap Lucas mengomentari ayam bakar yang ia makan.Lucas terus berjalan ke arah Barat.
2 jam kemudian.
Sesampai Lucas di tempat yang tunjukkan oleh System.Ia melihat toko berjajar rapi,tak seperti pasar yang ia lewati.Toko-toko tersebut menjual berbagai macam seperti senjata,Potion,Buku Sihir,dll.Tempat ini memang khusus di buat oleh Raja untuk mempermudah rakyatnya untuk mencari keperluan barang yang mereka cari.Untuk pasar yang di lewati Lucas tadi kebanyakan hanya menjual makanan saja.
Tak jarang Lucas melihat Bangsawan berbelanja.Perbedaan mencolok antara pasar yang Lucas lewati tadi dengan pasar yang di ada depannya adalah harga dan kualitas barangnya.
Jadi Lucas tidak heran tak banyak rakyat jelata yang berbelanja di sini.
"System arah mana aku harus pergi?"
[Host hanya perlu menemukan Bar Alfred]
"Jadi maksud mu jalan masuk pasar gelap lewat Bar tersebut!"
[Iya]
Lucas mengerutkan keningnya saat tahu kalau selama ini jalan masuk pasar gelap adalah lewat Bar.
Hanya perlu beberapa menit bagi Lucas untuk menemukan Bar tersebut dengan bantuan System.
Di lihat sekilas tidak ada yang spesial dari Bar ini,namun itulah yang membuat orang-oran sulit untuk menemukan jalan masuk ke pasar gelap.
Hal pertama yang di rasakan Lucas saat masuk ke Bar tersebut adalah bau alkohol yang menyengat.Saat Lucas masuk banyak para pengunjung menatapnya.Ia tak menghiraukan tatapan mereka dan langsung menuju ke meja Bertender.
"Pesan satu Wiski Spesial"ucap Lucas setibanya di depan meja Bertender.
Sebelum Lucas masuk ke Bar dia sudah di beritahu System kalau mau masuk ke pasar gelap perlu mengucapkan sandi.
"Silahkan lewat sini Tuan"ucap Bertender mempersilahkan Lucas memasuki pintu yang ada di belakangnya.
Setelah memasuki pintu Lucas di sambut oleh seorang pelayan wanita.
"Silahkan ikuti saya Tuan"
Lucas hanya mengangguk dan mengikuti pelayan yang ada di depannya.Di sepanjang perjalanan mereka tidak berbicara apa pun.
__ADS_1
Awalnya Lucas di bawa ke halaman belakang Bar, yang ada hanya halaman luas dan sebuah gudang kecil.Ia terus mengikuti pelayan yang ada di depannya sampai pelayan tersebut membawa dia masuk gudang dan mengetuk lantai 3 kali.
Melihat perilaku pelayan wanita yang ada di depannya membuat Lucas bingung.
'Melakukan apa dia?'
Sebelum 5 detik tiba-tiba lantai yang ada di depan pelayan itu terbuka yang memperlihatkan sebuah lorong tangga menuju ke bawah tanah.
"Mari ikuti saya Tuan"ucap pelayan wanita itu.
Lucas mengikuti pelayan tersebut menuruni tangga.Ia terus menerus memuji orang jenius yang membuat jalan menuju pasar gelap dalam benaknya.
'Siapa sangka selama ini pasar gelap berada di bawah tanah'
"Kita sudah sampai Tuan dan saya izin undur diri"ucap wanita pelayan itu setelah mereka tiba di pintu masuk pasar gelap dengan di jaga 2 prajurit yang memiliki badan kekar.
"Pergilah"jawab Lucas singkat.
'God Eye' batin Lucas mencoba memeriksa Status penjaga pintu pasar gelap yang ada di depannya.
<>
Nama : Bernard
Umur : 35 tahun
Job : Warrior
Level : 850
HP : 300.000/300.000
MP : 210.000/210.000
<>
Nama : Zell
Umur : 40 tahun
Job : Warrior
Level : 1000
HP : 800.000/800.000
MP : 550.000/550.000
Element : Api
'Dapat di mana mereka penjaga sekuat ini? Mereka bahkan sekuat komandan prajurit kerajaan'
Dalam benaknya Lucas terkejut setelah melihat Status penjaga yang di depannya.
Tak mau mencari masalah Lucas langsung masuk.Apa yang menyambut Lucas yang ada di balik pintu adalah pasar yang cukup ramai pengunjung.Selayaknya pasar biasa yang penuh tawar menawar dari konsumen dan penjual.Di pasar ini barang-barang ilegal adalah hal biasa bahkan tak jarang ada penjual budak.
Lucas mencoba mencari informasi yang dia cari sampai di sebuah toko yang bertuliskan "Menjual Informasi".
Lucas mengira akan banyak pengunjung di dalam, tapi ternyata tidak ada satu pun orang.Ia langsung menuju meja Resepsionis.
"Ada yang saya bantu Tuan?"tanya Resepsionis ramah.
__ADS_1
"Apa informasi di sini bisa di percaya?"Lucas tidak menjawab Resepsionis tersebut tapi bertanya balik.
"Tuan bisa tenang, informasi di sini akurat dan bisa di percaya,kalau Tuan masih tidak percaya Tuan bisa bertanya satu pertanyaan kepada kami"jelas Resepsionis
"Tidak perlu.Jadi aku harus pergi kemana untuk bertanya tentang informasi yang ingin ku ketahui"ucap Lucas acuh tak acuh.
"Tuan silahkan ikuti saya ke ruang khusus"
"Pimpin"
Lucas mengikuti Resepsionis tersebut ke ruangan khusus yang cukup mewah.
"Mohon untuk Tuan tunggu sebentar"
Lucas hanya mengangguk.Setelah Resepsionis itu pergi.Tak lama kemudian seorang pria paruh baya dengan pakaian cukup mewah masuk dengan tersenyum ramah ke arah Lucas.
"Maafkan saya yang telah membuat Tuan menunggu"ucap pria paruh baya dengan meminta maaf atas keterlambatannya.
"Tidak apa"jawab Lucas acuh tak acuh dengan posisi tetap duduk.
Pria paruh baya tersebut tidak tersinggung akan jawaban Lucas yang seakan tidak peduli akan permintaan maafnya.Sebagai seorang penjual informasi dia memiliki mata yang jeli dan bisa tahu bahwa orang yang di depannya memiliki latar belakang yang kuat.
"Kalau boleh tahu informasi apa yang Tuan cari di tempat kami"tanya pria paruh baya tersebut setelah dia duduk di hadapan Lucas.
"Apa kamu tahu organisasi yang anggotanya selalu pakai cincin tengkorak?"
"Hmm......Organisasi yang memakai cincin tengkorak"gumam pria paruh baya tersebut dengan memejamkan matanya mengingat informasi yang ada di kepalanya.
Hening beberapa menit pria paruh baya tersebut membuka matanya.
"Setahu saya organisasi yang anggotanya selalu memakai cincin tengkorak adalah Organisasi Death Skull"jawab pria paruh baya tersebut.
"Death Skull"ucap Lucas mengangkat sebelah alisnya.
"Ya,Death Skull.Organisasi tersebut adalah organisasi pembunuh yang mau melakukan apa saja asalkan ada uang"jelas pria paruh baya tersebut.
"Apa kamu tahu letak markas mereka?"tanya Lucas.
"Saya tidak tahu di mana letak markasnya.Tapi tiap orang yang menginginkan jasa mereka biasanya pelanggan harus pergi sebuah penginapan bernama Blue Bear di kerajaan Envuella"jawabnya
"Apakah tidak ada tindakan dari kerajaan atau orang yang menjadi korban mereka?"bagaimana pun organisasi seperti itu harus di tangkap atau di eksekusi di hadapan umum mengingat perbuatanya mereka tidak kecil.
"Tentu pihak kerajaan tidak tinggal diam melihat perbuatan mereka, tapi tidak ada yang tahu di mana markas mereka berada.Bahkan ada rumor kalau pemimpin organisasi tersebut memiliki level 3000"jawab pria paruh baya tersebut dengan menghela nafas berat.
'Sepertinya tidak semudah yang ku bayangkan'
"Apa ada yang mau di tanyakan lagi Tuan?"
"Tidak ada.Ini uangnya"ucap Lucas berdiri sambil melempar sekantong uang di depan pria paruh baya tersebut.
Pria paruh baya tersebut membuka kantong uang tersebut.Seketika ia terkejut melihat isi di dalamnya.
"Makasih Tuan dan biarkan saya mengantar Anda keluar"dengan antusias pria paruh baya tersebut mengantar Lucas keluar.
Lucas hanya tersenyum di dalam hatinya melihat tingkah laku pria paruh baya di depannya setelah dia memberi 10 koin platinum.
**Jangan lupa
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Rate**