
Saat ini Lucas sudah berada di luar gerbang ibukota Kerajaan Merty.Lucas sengaja berteleportasi di luar ibukota, dia tidak ingin skill teleportasinya di ketahui orang lain meski itu tidak mungkin kalau Lucas berteleportasi di gang atau kamar penginapannya yang ada di ibukota, tapi tidak salahnya untuk mencegah.
Lucas berjalan santai menuju gerbang ibukota tanpa menghiraukan orang-orang yang mengantri.
Penyebab orang-orang itu mengantri karena mereka tidak ada kartu pengenal sedangkan untuk Lucas tidak perlu mengantri karena dia memilikinya.
"Bukankah dia mirip orang yang ada di poster?"
"Iya, dia mirip, itu pasti dia"
"Ayo kita tangkap dia dan kita serahkan kepada pihak kerajaan.Aku mendengar siapa saja yang berhasil menangkapnya hidup-hidup dia akan di beri hadian 100 keping koin emas"
"Apa kau bodoh! dia itu Petualang Rank C yang memiliki level 700 sedangkan kita hanya level 500"
Berbagai diskusi terdengar dari orang-orang yang sedang mengantri dan itu semua tidak luput dari pendengaran Lucas.
Tentu Lucas bingung kenapa dia sedang di cari-cari pihak kerajaan.Sampai Lucas di depan penjaga gerbang dan belum sempat dia mau bertanya tentang perihal dia di cari pihak kerajaan, dia malah di kepung oleh prajurit yang menjaga gerbang.
"Kepung dia dan jagan sampai dia melarikan diri!"perintah Komandan Pasukan yang menjaga gerbang.
"Ada apa ini?"tanya Lucas yang tidak tahu apa-apa.
"Kamu telah terbukti bersalah karena telah berani membunuh prajurit kerajaan dan melukai putra seorang Duke dan lebih baik kamu tidak melawan"jawab Komandan Pasukan.
"Itu semua salah mereka kar-"Lucas mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya sebelum perkataannya di potong oleh Komandan Pasukan.
"Jangan memfitnah! kami sudah mengumpulkan bukti dan saksi yang berada di tempat kejadian"ucap Komandan Pasukan
Lucas menghela nafas pelan karena dirinya telah di fitnah dan saksi yang di sebutkan oleh Komandan tersebut tentu Lucas tahu kalau mereka sudah di sogok.
"Tangkap dia"perintah Komandan Pasukan.
"Aku sarankan kalian jangan mendekat atau kematian yang menyambut kalian"ucap Lucas dengan suara dingin.
"Hahaha.......kematian! jangan membual, walaupun kamu Petualang Rank C kami tidak takut"ucap Komandan Pasukan dengan sinis.
Pasukan yang di bawa Komandan tersebut juga ikut tertawa.Bagi mereka Lucas sedang membual dan tidak bisa melihat situasi.
Dengan 100 orang prajurit memberi mereka kepercayaan bisa menangkap Lucas bahkan membunuhnya bukan hal sulit.Apa lagi dari 100 orang prajurit, rata-rata mereka memiliki level 500 dan bahkan Komandan yang meminpin memiliki level 1000.Namun, mereka di beri perintah hanya menangkap Lucas hidup-hidup.
"Tunggu apa lagi! cepat tangkap dia!"perintah Komandan Pasukan.
Mendengar perintah Komandan tersebut mereka bergegas maju ke depan untuk menangkap Lucas.
Namun, sebelum mereka bisa mendekati Lucas sebuah pedang yang terbuat dari element angin sudah tertanam di jantung mereka.Orang-orang yang mengantri di pintu gerbang terkejut melihat kejadian tersebut dan hanya ada satu pertanyaan di benak mereka.
__ADS_1
Sejak kapan dia menyerang?
Baik itu Komandan Pasukan atau orang-orang yang mengantri mereka sama sekali tidak melihat Lucas menyerang atau pun merapalkan mantra.
Sebenarnya Lucas menggunakan Hukum Ruang dan Waktu untuk menyerang mereka.Pertama-tama dia menggunakan Skill Ten Thousand Blades kemudian dia memindahkannya ke dalam jantung prajurit itu tanpa di ketahui.
Seandai dia langsung menggunakan Skill Ten Thousand Blades mereka pasti akan langsung waspada dan akan terjadi pertarungan dan hal tersebut membuat Lucas malas melawan para semut ini dan akan membuang-buang tenaganya.
Kalau ada hal mudah kenapa harus melakukan hal sulit?
[Ding! Membunuh 70 Prajurit Rank D mendapatkan 21.000 dan 15.000 SP]
[Ding! Membunuh 30 Prajurit Rank E mendapatkan 4.500 dan 3..000 SP]
"Jadi apakah urusan kita sudah selesai?"tanya Lucas kepada Komandan Pasukan yang sedang mematung melihat bawahannya mati.
"I-iya, Silahkan Tuan lewat"jawab Komandan Pasukan takut dan dia tidak berani mencegat Lucas sendirian.
Lucas sengaja tidak membunuh Komandan Pasukan untuk melaporkan kejadian di depan pintu gerbang kepada atasannya.
Setelah Lucas memasuki gerbang ibukota baru kemudiaan orang-orang yang mengantri tersadar dari keterkejutannya.
"Dia terlalu kuat"
"Sebenarnya dia memiliki level berapa?"
"Tidak mungkin! dia level 700 bisa membunuh 100 orang prajurit dengan mudah"
Begitulah diskusi mereka saat melihat Lucas dengan mudahnya membunuh 100 orang prajurit.
Sedangkan orang yang di bicarakan sedang berjalan santai sambil memakan daging yang baru dia beli tanpa merasa bersalah atau pun takut.
"Apakah aku harus pergi ke penginapan atau Guild Petualang?"
"Baik aku pergi Guild Petualang dulu untuk melaporkan misi ku"ucap Lucas menuju Guild Petualang.
Ting
Suara bel berbunyi ketika Lucas memasuki Guild Petualang.Lucas langsung menuju meja Resepsionis tapi sebelum dia sampai dia di hadang oleh sekumpulan petualang.
'Apakah ini yang di namakan mc yang di cintai masalah kemanapun dia pergi? batin Lucas melihat kejadian tersebut.
"Lebih baik kalian minggir kalau tidak mau bernasib sama dengan prajurit yang ada di depan gerbang kota"ucap Lucas acuh tak acuh.
"Jangan samakan kami dengan para udang yang ada di gerbang kota tersebut"ucap seorang pria yang cukup muda.
__ADS_1
"Ya,lebih baik kamu menyerah saja karena kami males bertarung dengan orang lemah seperti mu"ucap pria yang lain dengan sombong.
Lucas tidak menghiraukan sekumpulan petualang tersebut karena tidak mau membuat masalah dan terus berjalan menuju meja Resepsionis.
Melihat Lucas tidak menghiraukannya membuat mereka marah dan salah satu dari mereka meninju ke wajah Lucas.
PLAK
Tinju petualang itu dengan mudah di tangkap Lucas.
"Jangan menguji kesabaran ku"ucap Lucas dingin dengan sedikit membocorkan auranya ke arah sekumpulan petualang yang menghadangnya.
BRUG
Sekumpulan petualang tersebut langsung terduduk lemas saat merasakan aura Lucas.
Untuk Resepsionis atau Staf yang bekerja di Guild Petualang tidak menghiraukan kejadian tersebut selagi tidak terjadi pertarungan di dalam Guild Petualang dan hal tersebut sudah hal wajar kalau ada petualang saling mengejek atau memukul.
Lalu Lucas menyerahkan kertas misinya yang telah di stempel Alfred yang menandakan misinya berhasil.
"Ini hadiah dari menyelesaikan misi Rank C 3 keping koin emas"ucap Resepsionis dengan senyuman ramah.
"Terima kasih"ucap Lucas mengambil uang yang ada di atas meja dan pergi dari Guild petualang.
..........................................................................,.......................................................................................
Aula Kerajaan
"Begitulah Yang Mulia"ucap Komandan Pasukan yang tadi menghadang Lucas sedang memberi laporan kepada pria paruh baya yang sedang duduk di singgasana.Nama pria paruh baya yang duduk di singgasana adalah Raja Sergio Weldric
"Bagaimana menurut mu Duke Chester?"tanya Raja Sergio.
Sebenarnya pihak kerajaan tidak ingin ikut campur dalam urusan Duke Chester tapi karena Duke Chester telah banyak berjasa dalam Kerajaan Merty mau tak mau Raja Sergio harus membantu Duke Chester untuk memberi wajah.
"Menurut hamba itu bukan petualang itu yang kuat tapi dia hanya mengandalkan sebuah Artefak untuk membunuh 100 orang prajurit sekaligus"ucap Duke Chester.
Raja Sergio dan orang yang ada di Aula Kerajaan mengangguk setuju akan penjelasan Duke Chester.
Tidak mungkin bagi Petualang muda Rank C bisa membunuh 100 orang prajurit sekaligus tanpa mengandalkan sebuh Artefak.
"Apakah kamu sudah menyelidiki latar belakang petualang itu Duke Chester"ucap penasihat kerajaan.
"Sudah dan dia merupakan anak desa yang ada di kerajaan sebelah"ucap Duke Chester berbohong atas latar belakang Lucas.
"Kalau begitu Jendral Hendrik ku tugas kau untuk membawa petualang itu ke hadapan ku"perintah Raja Sergio kepada Jendral yang ada di belakang tempat duduk para Bangsawan.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia"jawab Jendral Hendrik dengan hormat dan pergi dari Ruangan Aula Kerajaan.