Terlahir Sebagai Pangeran Sampah

Terlahir Sebagai Pangeran Sampah
Masa Lalu Luke dan Elora


__ADS_3

"Apa kau tahu siapa aku? hah" balas Bangsawan itu langsung marah saat melihat Lucas menyuruh dia mengambil sekantong emas yang dia lemparkan di hadapannya.


Bangsawan itu menganggap Lucas tidak menghormati dia sebagai seorang Bangsawan di Kerajaan Envuelle karena melempar sekantong koin emas ke tanah dan menyuruh dia mengambilnya. Ia menganggap Lucas merendahkan harga dirinya.


****


"Kalian tunggu apa lagi? cepat tangkap b4jingan ini dan bawa ke mansion ku"


Awalnya pejalan kaki yang mendengar perintah Bangsawan itu bingung. Namun, kebingungan mereka tak berlangsung lama. Sebab, beberapa saat kemudian sepuluh siluet hitam langsung mengepung kelompok Lucas.


"Assassin" ucap Lucas setelah melihat sepuluh siluet mengepung kelompoknya.


"Nak! jagan salahkan aku karena bersikap kasar, salah saja keberuntungan mu yang sial" ucap Bangsawan tersebut.


Lucas menghela nafas panjang kemudian menutup matanya dan beberapa saat kemudian, aura yang mencekam mulai keluar dari tubuhnya bersamaan dengan terbukanya mata Lucas.


Seketika sepuluh Assasain beserta Bangsawan tersebut langsung bertekuk lutut di hadapan Lucas.


Terlihat kilatan panik di mata Bangsawan itu dan menatap Lucas dengan horor. Selain Bangsswan itu, bahkan para Assassin merasakan punggung mereka berkeringat dingin.


Bagi para Assassin yang kerjaannya membunuh pasti bisa merasakan selain aura memcekam ada aura lain yang bahkan tak kalah sengitnya dengan aura tersebut.


Ya, aura membunuh, bagi mereka aura membunuh Lucas lebih mengerikan dari pada aura mencekam tadi. Semua itu tidak terlepas dari Job Lucas yang berupa Necromancer.


"Kamu......" tunjuk bangsawan yang masih tidak percaya akan sebuah kenyataan di hadapannya.


"Pergi dari sini" ucap Lucas dengan suara dingin.


Bangsawan itu menggertakan giginya dan sekali lagi memandangi Lucas dengan penuh kebencian sambil berkata dalam hati.


'Tunggu saja pembalasan ku'


Lalu dia pergi bersamaan dengan memghilangnya sepuluh Assassin yang mengepung kelompok Lucas.


Lucas hanya acuh tak acuh melihat Bangsawan itu memandanginya penuh dengan kebencian. Dia juga tidak takut akan pembalasan Bangsawan itu. Lucas tidak keberatan menambah musuhnya. Lucas akan selalu menerima tiap musuh yang berani mengetuk pintu rumahnya dengan satu syarat.....Mati


Setelah kepergian Bangsawan itu, pejalan kaki yang menonton tadi mulai membubarkan diri. Mereka bukan orang bodoh yang tak bisa melihat situasi, mereka bisa menyimpulkan bahwa pemuda bertopeng serigala itu lebih kuat dari Bangsawan tadi. Oleh karena itu, mereka langsung membubarkan diri.


Kini hanya tersisa Lucas dan kedua kakak beradik di tengah jalan dengan suasana canggung. Setelah melihat Bangsawan itu pergi Lucas mengalihkan pandangannya ke kakak beradik di belakangnya.


"Kalian ikuti aku" ucap Lucas tanpa basa basi dan langsung menuju penginapan.


Setibanya di penginapan Lucas langsung memesan makanan dan meminta pelayan mengantarkanya ke kamarnya.

__ADS_1


Di dalam kamar Lucas sudah tersusun rapih makanan di atas meja. Sedangkan kedua kakak adik itu meneteskan air liur saat melihat hidangan makanan yang ada di atas meja.


Bagi mereka berdua yang telah jadi budak cukup lama, merupakan berkah bisa memakan makanan yanga ada di depan mereka. Sebab, saat mereka dulu di pedagaang budak, mereka hanya di kasih roti kering sebagai makanan, itu pun tidak cukup untuk mengganjal rasa lapar mereka.


"Makanlah" ucap Lucas saat kedua kakak beradik itu mulai meneteskan liurnya.


Mendengar suara Lucas, mereka sadar akan lamunannya dan langsung mengelap air liur yang ada di sudut bibir mereka dengan rasa malu.


"Apa Tuan tidak makan?" tanya Luke.


"Aku sudah kenyang" jawab Lucas


Beberapa menit kemudian.


Melihat mereka berdua makan dengan lahap dan telah selesai makan. Kni di atas meja hanya ada gelas dan teko yang berisi teh.


"Jadi siapa nama kalian?" tanya Lucas meski dia sudah tahu.


Mereka berdua langsung berlutut dan memperkenalkan diri.


"Nama saya Luke Tuan" ucap Luke dengan tegas.


"N-Nama saya Elora " ucap Elora gugup.


Lucas hanya menggangguk kemudian dia berkata.


Kedua beradik tersebut langsung mengepalkan tangannya saat mendapat pertanyaan Lucas. Melihat ekspresi mereka Lucas menghela napas dan berkata.


"Jika kalian tidak mau membicarakan masa lalu kalian tidak apa-apa, aku tidak memaksa" ucap Lucas.


"Tidak Tuan! saya akan menceritakannya" jawab Luke.


"Kami berdua dulunya adalah anak dari seorang Duke di Kerajaan Equestria. Awalnya kehidupan keluarga kami baik-baik saja. Namun, karena b4ajingan itu semua Keluarga Strend di bunuh" ucap Luke sambil mengepalkan tangannya sampai-sampai kuku jarinya menusuk telapak tangannya.


"Ini semua berawal dari Pangeran kedua jatuh cinta pandangan pertama kepada adik saya, saat pertemuan di pesta perayaan pangeran mahkota di terima jadi murid Kepala Academy Xernis. Pangeran kedua terkenal akan sifat playboy kepada wanita di Kerajaan Equestria. Di karenakan dia seorang pangeran tidak ada yang mengeluh dan keluarga kerajaan menutup mata akan sifat pangeran kedua"


"Sampai suatu ketika pangeran kedua datang ke kediaman Keluarga Strend dan melamar adik saya, akan tetapi lamaran itu di tolak oleh ayah saya. Tentu hal tersebut menyebabkan pangeran kedua membenci Keluarga Strend, sampai suatu hari dia menyuap bawahan kepercayaan ayah saya dan menuduh Keluarga Strend mau memberontak terhadap Kerajaan Equestria"


"Raja yang mendengar Keluarga Strend mau memberontak langsung memperintah prajurit elite Kerajaan Equestria untuk mengepung kediaman Keluarga Strend yang di bawah perintah langsung pangeran kedua. Sebelum Keluarga Strend di kepung, ayah saya sudah mengirim saya dan adik saya lari dari Kerajaan Equestria sampai kami di cegat bandit di tengah jalan dan kami berdua di jual ke pedagang budak" jelas Luke.


"Sekarang bagaimana Keluaga Strend?" tanya Lucas.


"Semua Keluarga Strend di hukum mati di depan umum kecuali kami berdua" jawab Luke yang memeluk Elora sedang menangis.

__ADS_1


Di dalam ruangan itu hening selama beberapa menit yang disebabkan oleh Elora yang sedang menangis.


"Maaf Tuan, membuat Anda menunggu" ucap Luke merasa bersalah.


Lucas hanya mengangkat tangannya sebagai jawaban tidak perlu di permasalahkan.


"Aku akan memberi kalian dua pilihan" ucap Lucas mengangkat tangannya.


"Apa itu Tuan?" tanya Luke.


"Pertama, jadi pengikut setia ku dengan cara menanamkan segel budak di tubuh kalian dan aku jamin bahwa aku tidak akan memperlakukan kalian dengan kasar asalkan kalian mematuhi semua perintah ku, juga aku akan membalaskan dendam Keluarga Strend"


"Kedua, ambil sekantong koin emas ini dan pergi dari Kerajaan Envuelle untuk memulai kehidupan baru" jelas Lucas dengan melempar sekantong koin emas di hadapan Luke.


"Kalian akan ku beri waktu malam ini untuk memikirkan jawabannya. sekarang kalian boleh pergi ke kamar masing-masing" ucap Lucas yang mengakhiri pembicaraan.


"Kalau begitu kami permisi Tuan" ucap Luke sambil membungkuk dengan adiknya, lalu keluar dari kamar Lucas.


Sesaat Luke dan Elora keluarga dari kamarnya, terdengar suara Axelle.


"Apa kau yakin ingin membawa mereka berdua?" tanya Axelle.


Bagaimana pun perjalanan Lucas penuh akan bahaya dan membawa mereka berdua malah akan menambah beban. Meski Axelle bisa melihat sekali pandang bahwa kakak beradik tersebut memiliki potensi yang besar kalau di besarkan dengan baik.


"Aku punya rencana ku sendiri" jawab Lucas.


"Ku harap rencana mu sesuai akan perhitungan mu" ucap Axelle mengakhiri pembicaraan mereka berdua.


Keesokan harinya.


"Jadi apa jawaban kalian berdua?" tanya Lucas kepada kedua kakak beradik yang ada di depannya.


"Kami akan mengikuti Tuan dan bersedia di tanamkan segel budak" jawab tegas Luke.


"Apa kalian yakin? setelah jadi pengikut ku, apa kalian siap menghadang bahaya apa pun yang mengancam nyawaku?"


"Kami yakin Tuan!"


"Bahkan jika dunia memusuhi ku, apa kalian akan tetap berdiri di belakang ku?"


"Kami akan selalu menemani Tuan bahkan jika satu dunia jadi musuh Tuan" jawab mereka berdua.


Lucas menganguk puas akan jawaban kakak adik tersebut. Kemudian dia meminta System membeli segel budak.

__ADS_1


"Kalian berdua mendekatlah" ucap Lucas.


Tanpa bertanya mereka berdua mendekat, kemudian sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki mereka dan sesaat kemudian mereka merasakan rasa panas di leher masing-masing dan terciptalah sebuah simbol segel budak berupa gambar sayap.


__ADS_2