
Melihat pemuda bertopeng serigala mengabaikannya membuat dia marah.
"Jangan salah aku karena bersikap kasar"
Setelah selesai berbicara dia mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya dan mengayunkan pedangnya berniat memotong tangan pemuda bertopeng serigala di depannya. Biarpun dia anak Bangsawan dia tidak bisa asal membunuh. Oleh karena itu dia berniat memberi pelajaran dengan memotong tangannya.
Saat pedang anak Bangsawan itu akan menebas tangan Lucas, tiba-tiba sebuah tangan menangkap pedang tersebut dan tanpa memperhatikan ekspresi anak Bangsawan itu, tangan tersebut dengan kuat mencengkeram dengan kuat pedang tersebut.
KRAAAK
PYAAAR
Pedang tersebut hancur dan hanya menyisakan gagang pedangnya saja.
"Kau...." tunjuk anak Bangsawan tersebut kepada Lucas dengan ketidakpercayaan. Pedang yang dia gunakan adalah pemberian hadiah ulang tahun dari ayahnya dan merupakan Artefak Rank C.
Yap, tangan tersebut adalah tangan Lucas yang dengan mudah menghancurkan pedang tersebut. Bukan hal sulit bagi Lucas untuk menghancurkan Artefak Rank C. Selain meningkatkan kekuatannya Lucas juga melatih fisiknya dalam waktu setengah tahun tersebut guna untuk bisa menahan kekuatan Bloodline Ras Malaikat Kuno.
"Karena kau duluan yang menyerang jangan salahkan aku untuk membalas" ucap Lucas dengan melambaikan tangannya seakan dia seperti mengusir lalat.
Seketika tubuh anak Bangsawan tersebut terpental dan menabrak salah satu meja yang ada di ruangan itu.
BOOOMM
Mereka yang ada di lantai empat tidak terkejut akan kekuatan Lucas. Mereka sudah tahu kalau Lucas kuat dan di lihat dari pakaian yang dia kenakan, sudah pasti dia adalah seorang petualang. Yang membuat mereka kagum akan Lucas adalah keberaniannya. Tak semua orang berani menyerang anak Bangsawan.
"Beraninya kau melukai teman kami"
"Apa kau tahu siapa dia?"
__ADS_1
"Tunggu apa lagi, cepat serang dia"
Anak Bangsawan yang ada di belakang Esline marah melihat temannya pingsan. Mereka tahu kalau pemuda bertopeng itu lebih kuat dari mereka. Namun, mereka memiliki latar belakang, jadi mereka tidak takut akan pemuda bertopeng serigala itu.
Saat mereka akan menyerang Lucas, pemuda yang ada di samping Esline menghalangi mereka dengan tangannya.
"Cukup!" ucap pemuda tampan dengan tatapan tajam ke arah mereka.
Dia juga tidak menduga kalau pemuda bertopeng rubah itu akan begitu mudah mengalahkan salah satu anak Bangsawan dan berani melukainya.
Sedangkan Esline menyipitkan matanya untuk lebih memperhatikan pemuda bertopeng serigala yang ada di depannya. Dia bisa merasakan kalau pemuda bertopeng serigala itu lebih misterius.
Kemudian pemuda tampan yang ada di samping Esline memandang pemuda bertopeng serigala dengan mata permusuhan.
"Jika kau meminta maaf kepada teman ku, akan aku akhiri masalah sampai sini dan menganggap itu cuma kesalahpahaman" ucap pemuda tampan tersebut.
Lucas mengangkat alisnya sebelah mendengar perkataan pemuda tampan tersebut.
"Sepertinya kau tak sadar akan posisi mu" balas pemuda tampan itu dengan mengangkat tangan kanannya dan tiba-tiba muncul percikan element petir yang kemudian membentuk bola seukuran bola kasti
Lucas tidak menduga pemuda tampan di depannya memiliki Element Petir. Namun, dia sudah menebak jalan pikiran pemuda tampan tersebut.
Dengan lambaian tangannya bola yang sebesar bola kasti melesat menuju Lucas.
Lucas tidak menghindar dia hanya menggunakan bilah angin untuk memotong bola petir yang seukuran bola kasti tersebut.
Bilah angin tidak berhenti sampai situ, ia terus melesat menuju pemuda tampan tersebut. Melihat serangannya mudah di potong dengan bilang angin, terlihat ada sedikit kepanikan di mata pemuda tersebut. Dia tidak menduga serangannya akan begitu mudah di potong.
Saat pemuda tampan itu panik akan menghadapi bilah angin, tiba-tiba jarum es muncul dan terjadilah bentrokan antar Element Angin dan Es. Bentrokan antar dua Element tersebut tidak menimbulkan kerusakan apa pun, bisa di lihat kalau dua orang itu memiliki kontrol mana yang baik.
__ADS_1
Lucas hanya tersenyum di balik topeng serigalanya saat kemunculan jarum es tersebut. Tentu dia tahu siapa pemilik dari jarum es itu.
"Anggap saja kali kau beruntung" ucap Lucas kembali ketempat meja makannya tanpa menghiraukan tatapan orang yang ada di ruangan itu.
Memang Lucas berniat membunuh pemuda tampan tersebut, tetapi siapa yang tahu kalau Esline membantu pemuda tampan tersebut.
Dia tidak peduli akan latar belakang pemuda tampan tersebut. Mau itu anak Raja,Duke atau bahkan Dewa, Lucas tidak peduli. Bukannya Lucas sombong atau apa, dia bukanlah kesemek lembut yang bisa dengan mudah di ganggu dan dia tidak takut akan masalah. Tuh di dunia ini yang kuat memakan yang lemah.
Esline yang melihat pemuda bertopeng berkata dengan sombong tidak tersinggung, dia yang tahu betul akan kekutan dari bilah angin tadi. Dari bentrokan tadi, Esline bisa merasakan kalau pemuda bertopeng serigala itu lebih kuat darinya. Hal ini lebih membuat dia penasaran akan latar belakang pemuda bertopeng serigala tersebut.
"Aku akan kembali ke Istana" ucap Esline yang tidak memiliki ***** makan lagi.
Dia sedikit marah akan pemuda tampan yang ada di sampingnya. Jika bukan pemuda tampan tersebut adalah seniornya dia tidak akan menolongnya untuk menahan serangan pemuda bertopeng serigala itu.
Nama pemuda tampan tersebut adalah Henry Walter yang merupakan Pangeran dari Kerajaan Equestria.
Kerajaan Equestria merupakan kerajaan kecil seperti Kerajaan Merty. Namun, semenjak Henry memasuki Academy Xernis Kerajaan Equestria makin berkembang dan banyak kerajaan yang lain mulai tunduk akan Kerajaan Equestria. Itu semua di sebabkan karena Henry diangkat jadi murid langsung oleh kepala Academy Xernis.
Sekarang kekuatan Kerajaan Equestria hampir sebanding dengan tiga kerajaan penguasa Benua Forest. Mereka yang tunduk akan Kerajaan Equestria percaya bahwa Henry akan jadi penguasa satu-satunya di Benua Forest. Apalagi di belakang Henry ada kepala Academy Xernis. Jadi siapa yang berani menyinggungnya.
Melihat kepergian Esline, Henry makin membenci akan pemuda bertopeng serigala di depannya. Dia berpikir kalau pemuda bertopeng serigala itu tidak muncul dia akan berhasil makan siang dengan Esline.
Sama dengan laki-laki lain, Henry juga jatuh cinta akan kecantikan Esline pada pandangan pertama. Sekarang dia merasa kalau Dewa telah memberi dia kesempatan mendekati Esline dengan memiliki guru yang sama. Oleh karena itu, mereka pasti akan selalu menghabiskan waktu berdua karena satu bimbingan dengan guru yang sama.
"Kau tunggu saja pembalasan ku. Ayo kita pergi" ucap Henry mengancam pemuda bertopeng serigala kemudian pergi menyusul Esline.
Lucas tak menganggap serius ancaman dari Henry. Baginya sangat mudah berurusan dengan Kerajaan Equestria.
Setelah selesai makanan di Restoran Luxine Lucas melanjutkan berkelilingnya yang sempat tertunda.
__ADS_1
Saat menjelang malam barulah Lucas mencari penginapan bernama Blue Bear yang di katakan oleh pria paruh baya yang menjual informasi di pasar gelap. Tiap orang yang menginginkan jasa dari Organisasi Death Skull. Biasanya pelanggan harus pergi ke sebuah penginapan bernama Blue Bear di kerajaan Envuella.