Terlahir Sebagai Pangeran Sampah

Terlahir Sebagai Pangeran Sampah
Kembali Ke Hutan Kematian


__ADS_3

Seperti biasa Lucas saat ini sedang duduk santai di bawah pohon rindang yang ada di belakang istananya.Setelah keluar dari pasar gelap dia langsung balik ke istananya, takut ke pergiannya di ketahui ibunya.


Terlihat di wajahnya memiliki ekspresi rumit setelah dia mengetahui Organisasi Assassin yang telah melukainya.


Lucas menarik nafas dalam-dalam lalu di keluarkan perlahan guna mencernihkan pikirannya.


"Tenangkan diri mu Lucas"


Setelah merasa pikirannya tenang dia mulai menyusun rencana untuk ke depannya.


"Di dunia ini kekuatan adalah segalanya.Skema tidak berarti apa-apa di hadapan kekuatan absolut"


"Langkah pertama yang ku lakukan adalah menaikkan level ku secepatnya.Entah kenapa setelah keluar dari pasar gelap tersebut aku punya firasat kalau di masa depan banyak bahaya yang akan menanti ku"Lucas kembali tenggalam dalam pikirannya.


Tanpa Lucas sadari langit berubah menjadi warna jingga.Sadar akan warna langit berubah dia bangkit dari tempanya duduk dan pergi ke kamarnya.


"Satu-satunya cara yang bisa cepat menaikkan level ku adalah pergi Hutan Kematian.Tapi aku perlu minta izin dulu ke ibu"lalu Lucas langsung tidur.


Ke esokan harinya Lucas menemui ibunya.


"Tidak! Ibu tidak mengizinkan kamu pergi ke Hutan Kematian"Ana dengan tegas menolak permintaan Lucas akan ke pergiannya ke Hutan Kematian.


"Aku hanya pergi 1 minggu saja bu"jelas Lucas berharap ibunya mengerti.


"Ibu bilang tidak ya tidak"Ana masih bersikeras agar Lucas tidak pergi.Meski dia tahu Lucas sekarang bisa mengunakan sihir tetap saja dia khawatir.Ibu mana yang rela melihat anaknya pergi ke tempat yang berbahaya.


"Begini saja bu.Bagaimana kalau Lucas memperlihatkan Status Lucas yang sebenarnya?"Lucas mencoba meyakinkan ibunya dengan memperlihatkan Statusnya.


"Baik"ucap Ana.


Note : Di Dunia Void cara orang melihat level seseorang dengan cara memperlihatkan Statusnya tapi status tersebut tak serinci milik System dan tanpa seizin pemilik Statut tersebut orang lain tidak bisa melihatnya kecuali dengan skill.


Lucas hanya memperlihatkan Statusnya kepada ibunya berupa nama,umur,level,dan element.


Setelah Lucas memperlihatkan Statusnya Ana terkejut melihat level anaknya.Meski keluarganya tahu kalau dia bisa menggunakan sihir tapi tidak ada yang tahu levelnya.


"Nak,ini..."ucap Ana menunjuk ke Status Lucas meminta penjelasan.


"Itu semua karena Buah Pramicia, makanya level Lucas bisa naik pesat"jelas Lucas berbohong.


Ana menghela nafas pelan melihat Status dan keberuntungan anaknya.


"Baik ibu izinkan kamu pergi latihan ke Hutan Kematian"ucap Ana


"Tapi dengan satu syarat"lanjut Ana dengan mengangkat jari telunjuknya.


Lucas mengerutkan keningnya saat ibunya memberi syarat.

__ADS_1


"Apa itu bu?"tanya Lucas


"Kamu jangan terluka dan pulang dengan selamat"jawab Ana dengan senyum.


Lucas sedikit terkejut akan persyaratan yang di berikan ibunya kepadanya dan langsung memeluk ibunya sambil berkata.


"Aku pasti akan pulang dengan selamat bu"ucap Lucas.


Lalu setelah sesi berpelukan selesai antara ibu dan anak.Mereka berbincang-bincang sambil lupa akan waktu.Baru kemudian Lucas pamit undur diri ke kamarnya.


Saat ini Lucas sedang mempersiapkan keberangkatannya setelah dia meminta izin dari ibunya.Lucas berniat berangkat 3 hari lagi dan menggunakan waktu 3 hari tersebut bersama keluarganya sekaligus meminta izin kepada Ayah dan Kakeknya.


...……………………………………………………...


Tiga hari kemudian.


Kini di depan istana telah berkumpul keluarga kerajaan untuk mengantar ke pergian Lucas.


"Nak,Semoga pelatihan mu berjalan lancar"ucap Argus sambil memegang pundak Lucas.


"Ingat pesan ibu! jangan sampai kamu pulang terluka dan jaga kesehatan mu"Ucap Ana dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang jangan menangis di depan putra kita dan juga Lucas hanya pergi 1 minggu bukan 1 tahun"ucap Argus menghibur istrinya dengan memeluknya.


"Ketika kakak pulang latihan, kakak harus menemani Lilia bermain sampai puas" ucap Lilia dengan memalingkan wajahnya ke samping takut nanti Lucas melihat matanya yang berkaca-kaca.


"Iya,kakak janji akan bermain sama adik kakak yang cantik ini"ucap Lucas sambil mencubit hidung Lilia.


Lilia hanya tersenyum saat Lucas memeluknya.Lalu Lucas mengalihkan pandangannya ke arah kakeknya yang ada di samping Ayahnya.


Melihat semua orang sudah mengucapkan salam perpisahan dan tinggal dirinya yang belum,William melangkah ke depan Lucas.


"Kakek mu hanya bisa memberi pedang ini dan kembali lah dengan selamat"ucap Wiiliam sambil mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya.


Semua orang tersentak kaget saat melihat pedang yang di keluarkan William dari cincin dimensinya untuk Lucas, tak terkecuali untuk Lucas sendiri.


Pedang yang di kasih William ke Lucas bernama Night Sword.Pedang tersebut memiliki warna hitam dengan garis ungu di tengah pedangnya, tak lupa dengan penghubung antara pedang dan gagang berbentuk tengkorak yang menambah aura intimidasi dari pedangnya.


Yang membuat orang terkejut bukan aura intimidasi pedangnya tapi Rank pedang tersebut adalah Rank S.


Di Dunia Void Artefak memiliki tingkatan di mulai dari Rank terkuat ke terlemah SSS,SS,S,A,B,C,D.


Jadi tidak aneh kalau mereka terkejut melihat pedang Rank S.Biasanya Artefak Rank S di jadikan barang berharga di suatu kerajaan dan di gunakan di saat kerajaan mengalami krisis.


Tapi tak jarang suatu kerajaan memiliki lebih dari satu Artefak Rank S.Seperti Kerajaan Envuella yang memiliki 3 Artefak Rank S.Untuk kerajaan Neverley hanya memiliki 2 saja.Salah satunya yang ada di Lucas.


"Terima kasih kakek dan aku berangkat"ucap Lucas pamit kepada keluarganya.

__ADS_1


Lalu Lucas berjalan pergi menuju gerbang ibu kota.Lucas sengaja tidak naik kuda atau kereta kuda karena dia tidak mau ke pergiannya terlalu mencolok dan akan menimbulkan masalah baginya.


Setelah keluar dari ibu kota Lucas langsung menggunakan skill Shadow Step-nya guna mempercepat perjalanan ke Hutan Kematian.


'Kenapa aku merasakan firasat buruk tentang keluarga ku? Semoga saja tidak terjadi apa-apa sebelum kepulangan ku 'batin Lucas.


Lucas terus melesat cepat ke arah Barat.Di sepanjang perjalanannya tidak ada yang menghalangi jalannya baik itu bandit atau Beast.


1 Jam Kemudian


Melihat Hutan Kematian di depannya Lucas mempercepat langkahnya dan tanpa menunda waktu dia langsung masuk menuju wilayah dalam Hutan Kematian.


Setelah di wilayah dalam Lucas tidak langsung membunuh Beast tapi pertama-tama mencari gua untuk tempat tinggalnya selama 1 minggu di Hutan Kematian.


Cukup lama Lucas mencari gua sampai akhirnya dia menemukannya.


"System beli Array pertahanan dan ilusi yang bisa menahan serangan Beast Rank A"ucap Lucas.


[Ding! Membeli Array Pertahanan seharga 50.000 PS]


[Ding! Membeli Array Ilusi seharga 10.000 PS]


[Ding! Sisa Poin Shop 40.000]


[Apakah Host ingin langsung memasang Array Pertahan dan Ilusi]


[Ya/tidak]


"Ya"jawab Lucas dengan wajah kesal karena dia merasa System memeras PS-nya.


Seketika lingkaran sihir dengan rune kuno muncul dan menutupi pintu gua.


[Ding! Pemasangan Array berhasl]


"Hanya sebuah Array membuat PS ku hilang setengah"ucap Lucas melihat PS-nya


"Biarlah yang penting aku bisa tidur jejak tanpa rasa takut akan Beast yang menyerang saat aku lagi tidur"ucap Lucas masuk ke dalam gua.


**Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Rate**

__ADS_1


__ADS_2