
Lucas mencoba menenangkan diri dengan cara mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.
Lucas tidak bisa tidak serius, sebab nyawanya sedangkan di pertaruhkan.
"Waktunya memulai pesta"
WHOOSSSSS
Auranya yang selama ini dia tahan untuk menyembunyikan kekuatannya dia lepaskan sepenuhnya.
Gerombolan Beast yang merasakan aura Lucas gemetar ketakutan.Di bandingkan dengan aura Flying Devil Python, aura Lucas lebih menakutkan bagi mereka.
Lucas yang melihat sebagian dari gerombolan Beast terintimidasi dengan auranya tak berpuas diri.Dia mengeluarkan Dagger Zealot dari Inventory-nya.
"Aku sudah lama ingin mencoba Dagger Rank SS ini, namun tidak ada waktu untuk mencobanya"ucap lucas.
Dagger yang Lucas pegang memiliki warna Hitam sebagai bilah utamanya dengan tulisan rune kuno berwarna emas yang berada di tengah-tengah bilah hitam tersebut dan bentuk Dagger tersebut sedikit melengkung dengan bilah tajamnya berwarna putih.
Setelah Dagger Zealot muncul Lucas berjalan ke arah kumpulan Beast itu dengan aura yang berwarna hitam membumbung tinggi ke langit.
Meski para Beast takut akan aura yang di keluarkan Lucas, namun insting mereka berkata lain, mereka mulai menyerang Lucas.
Melihat pemandangan ribuan Beast yang menyerangnya Lucas hanya memasang wajah acuh tak acuh.
GOAAARRR
Seekor beruang besar setinggi 3 meter menyerang Lucas dari depan dengan mengayunkan cakarnya.
Lucas tidak menghindar melihat serangan beruang yang ada di depannya, dia hanya mengayunkan Daggernya dengan secara vertikal.
SLAAASH
Beruang yang menyerang Lucas langsung terbagi dua.Para Beast yang lain melihat Lucas membunuh beruang besar itu dengan mudah bukannya takut mereka malah makin ganas menyerang Lucas.
Berbagai serangan dari Beast lucas tangkis dengan sempurna dan dia dengan mudah menghindar dan membunuh mereka.
Seiring berjalannya waktu jumlah para Beast mulai menurun sedikit demi sedikit.Jubah dan topeng yang di kenakan Lucas sudah berlumuran darah.Kalau orang lain melihat penampilan Lucas saat ini mereka akan mengira Lucas adalah reinkarnasi dari Dewa Ashura karena Lucas dengan brutal membantai para Beast.
"Hahaha.....rasakan ini"
Lucas merasakan perasaan bahagia saat dia membunuh gerombolan Beast ini dan tak jarang Lucas tertawa di balik topengnya menikmati sensasi membantai Beast yang ada di depannya.
Tak jarang Lucas terkena cakaran dan pukulan dari Beast karena bagaimanapun dia sendirian sedangkan lawannya ribuan.
Pakaian yang sekarang Lucas kenakan juga penuh sobek-sobek.
SLAASSH
Lucas yang lengah sedikit terkena tebasan dari goblim dan tidak hanya sampai di situ sebuah gada raksasa dari Orc menghantam tubuhnya dan Lucas terpental jauh.
__ADS_1
BUGH
"Sial! jumlah mereka terlalu banyak"ucap Lucas.
Kenapa Lucas tidak memanggil pasukan bayanganya?
Lucas bukannya tidak bisa memanggil pasukan bayangannya lebih tepatnya dia dilarang oleh System.
System bilang kalau ini bagus untuk latihan Lucas karena bisa melihat sejauh mana ketahanan fisiknya bisa bertahan melawan gerombolan Beast ini.Bukan hanya itu Lucas juga di batasi penggunaann Potion.Jadi Lucas tidak bisa menggunakan skill yang terlalu banyak menguras mana.
"Rasakan tombak petir ku"ucap Lucas melempar tombak ke arah gerombolan Beast di depannya
BOOOOM
Ratusan Beast langsung mati dapat serangan tombak petir Lucas.Namun Lucas tidak berhenti sampai di situ, dia terus menerus melempar tombak petirnya dengan menggunakan Skill Shadow Step-nya.Lucas bagaikan hantu setelah dia menggunakan skill Shadow Step.
BOOOOOMM
BOOOOOOMM
BOOOOOOMM
Serangkaian ledakan terus bergema di dalam Array dan sudah banyak kawah tercipta.
"Hah...Hah...sial! mereka hanya berkurang setengah"ucap lucas terengah-engah
Lucas meminum Potion untuk memulihkan mana dan menghilangkan rasa lelah setelah di menggunakan sihir terus menerus.
Setelah rasa lelah Lucas sudah hilang dia mulai menyerang lagi.
Ruler's Authority
Lightning Spear,
Absolut Barrier,
Shadow Step
Berbagai Skill Lucas gunakan untuk membantai gerombolan Beast.
Sedangkan di luar Array Alfred dan pasukan elite-nya masih memandangi Array berwarna merah di depan mereka.Alfred dan pasukannya ingin membantu Lucas menghadapi gerombolan Beast,namun apa daya mereka tidak bisa menghancurkan Array yang ada di depan mereka dan mereka hanya bisa berdoa dan menunggu Lucas keluar dari Array tersebut.
Lucas sudah lupa berapa jumlah Beast yang telah dia bunuh dan yang ada di dalam pikiran Lucas adalah menyelesaikan misi dari System secepatnya.
Lucas masih harus mencari Demon Beast Flying Devil Python untuk mengetahui siapa dalang di balik penyerangan Kota Derius.
Tidak mungkin bagi Flying Devil Python yang tidak punya kecerdasan tahu di dalam Kota Derius ada Artefak yang bisa membangkitkan Bloodline kecuali dia di kendalikan oleh seseorang.
"Hahaha....akhirnya misi terkutuk ini selesai"ucap Lucas bahagia setelah melihat panel transparan muncul di depannya.
__ADS_1
Bisa terlihat tumpukan mayat Beast seperti gunung di hadapannya.Setelah selesai membunuh semua Beast Array yang mengurung Lucas hilang.
Melihat Array menghilang Alfred bisa melihat sesosok pria duduk di atas tumpukan mayat Beast dengan rambut warna putih yang sudah acak-acakan serta jubah penuh sobekan dan darah.
Alfred dan pasukannya menghirup udara dingin melihat tumpukan mayat Beast yang menggunung.
"Tuan Zero"ucap Alfred langsung menghampiri sosok pria tersebut.
Lucas yang mendengar ada orang yang memanggil namanya menoleh ke arah suara dan mendapati orang yang memanggil namanya adalah Alfred.
"Apa kalian sudah menemukan Flying Devil Python itu?"tanya Lucas sambil memandangi matahari yang mulai terbenam di atas tumpukan mayat Beast yang telah dia bunuh.
"Kami tidak bisa menemukan Demon Beast tersebut dan dia tidak meninggalkan jejak apa pun"jawab Alfred.
"Apa kalian sudah mencari ke dalam Hutan?"
"Sudah Tuan"
'Aneh,Apa Flying Devil Python itu sudah tahu kalau kami akan menyerangnya?'
Selagi Lucas memikirkan penyebab Flying Devil Python bisa tahu penyerangan mereka.
Alfred dan pasukannya diam, tidak berani berbuat suara apa pun takut menganggu Lucas.
Lucas berdiri dari tempat duduknya dan memandangi Alfred dengan berkata.
"Tuan Alfred bisa mengambil semua tubuh Beast yang telah ku bunuh dan aku akan menunggu di penginapan"
Setelah dia mengucapkan kata tersebut dia langsung menghilang dari tempat dia berdiri.
Alfred masih tidak percaya apa yang ada di depannya termasuk pasukan yang dia bawa.
"Bukankah ini terlalu gila"ucap salah satu prajurit elite.
"Benar ini terlalu gila"timpal prajurit yang lain.
Bagaimanapun mereka menolak untuk percaya bahwa semua Beast ini di bunuh oleh Lucas,namun bukti sudah ada di depan mereka.
"Sudah cepat kumpulkan tubuh Beast yang bisa di jual"perintah Alfred.
Tak semua Beast yang di bunuh Lucas utuh sebagian sudah hancur atau terpotong menjadi kecil.
Setelah Lucas kembali ke penginapan dia langsung membersihkan dirinya.
"Hari yang melelahkan"ucap Lucas merebahkan dirinya di atas kasur.
"System buka hadiah yang ku dapatkan dari misi tadi"ucap Lucas.
"Hadiah apa yang akan ku dapatkan?"Lucas mencoba menebak hadiah dari System setelah dia menyelesaikan misi dengan mempertaruhkan nyawanya.
__ADS_1