
Setelah Lucas membunuh Marcus dia kembali ke Istana.Setiba di istana Lucas bisa melihat pasukan bayangan masih membantai para pemberontak.
Pasukan bayangan dan Kerajaan membutuhkan cukup lama untuk membunuh dan menangkap para pemberontak.
Beberapa Bangsawan yang memberontak langsung di hukum mati di depan publik guna menjadi contoh bagi Bangsawan yang lain dan di harapkan tidak ada yang berniat memberontak lagi.
Setelah semua kekacauan di selesaikan Lucas di panggil ke Ruang Keluarga.Hal yang pertama yang di tanyakan oleh keluarganya adalah level Lucas saat ini.Mereka tahu betul kekuatan Marcus dan tidak mungkin Lucas bisa mengalahkan hanya dengan level rendahnya.
Lucas yang sudah tahu akan di tanya pasal akan levelnya dia menyuruh System merubah levelnya menjadi level 1000.
Tentu keluarga Lucas terkejut melihat levelnya yang setara dengan Jendral Kerajaan.
Tahu akan pikiran keluarganya Lucas menjelaskan bahwa dia telah menemukan gua yang penuh dengan kristal mana.
"Di dalam cincin ini ada seribu kristal mana tingkat menengah"ucap Lucas menyerahkan cincin dimensi yang telah di siapkan.
Willian mengambil cincin dimensi tersebut dan mengalirkan mana-nya untuk memeriksa isinya.
Setelah memeriksa isinya William sekali lagi terkejut dan memandang Lucas dengan ekspresi iri dan kagum akan keberuntungan cucunya.
"Kakek dan Ayah bisa menggunakan kristal mana yang ada di dalam cincin tersebut"ucap Lucas.
"Benarkah"tanya Argus
Argus tahu betul akan kegunaan kristal mana dan dia yang memiliki level 7000 sangat sulit untuk naik level kecuali dia membunuh Beast Rank S dengan resiko yang tinggi.
Biarpun Argus seorang Raja dia tidak bisa semena-mena menggunakan uang kerajaan untuk pribadi.
Bagi mereka yang sudah memiliki level tinggi.Meski itu naik cuma satu level, tetap saja sangat berarti bagi mereka.Sebab itu bisa menambah peluang kemenangan mereka saat bertarung meski saja ada individu yang bisa bertarung di atas levelnya.Contohnya seperti Lucas yang meski dia memiliki level 2000 dia bisa mengalahkan Marcus dengan level 2.500.
Beberapa hari telah berlalu semenjak terjadinya pemberontakan.
Saat ini Lucas sedang melatih adiknya di taman istana.
"Kakak lihat aku bisa membuat gelembung dari air"ucap Lilia dengan wajah senang.
Sejak terjadi pemberontakan dan melihat Ayahnya terluka Lilia bertekad ingin menjadi kuat.Oleh karena itu, dia meminta Lucas untuk mengajarinya sihir.Lilia memiliki Element Air.
Di Dunia Void memiliki 8 Element.Tanah,Angin,Api,Air,Es,Petir,Cahaya,dan Kegelapan.
Dari 8 Element tersebut Es,Petir,Cahaya, dan Kegelapan adalah Element langka untuk sisanya adalah Element umum.
"Bagus"ucap Lucas tersenyum dengan mengelus kepala Lilia.
Lalu Lucas mulai menjelas dasar-dasar yang perlu di perhatikan oleh Lilia.
Tak terasa beberapa jam telah berlalu dan kini Lucas sedang duduk di gazebo taman dengan memerhatikan adiknya yang mempraktikkan apa yang telah di jelaskan Lucas.
"System tampil Status ku"semenjak dia pulang dari Hutan Kematian Lucas tidak pernah memeriksa Statusnya lagi.
<< STATUS >>
Nama : Lucas Finley
Umur : 15 tahun
Job : Necromancer
__ADS_1
Level : 2100 (1.000.000/9.000.000)
HP : 2.500.000/2.500.000
MP : 2.000.000/2.000.000
Element : Angin,Api,Petir
Skill : God Eye,Shadow Extraction,Save Shadow,Shadow Exchange,Ruler's Authority,Lightning Spear,Thunder Dragon,Ten Thousand Blades,Absolut Barrier,Shadow Step
Save Shadow : 5.000
Inventory : Blood Curse Sword,Night Sword,Box Emas
Poin Shop : 30.000.000
<< Shop >>
"System buka hadiah yang ku dapatkan"ucap Lucas ingat akan hadiah yang ia dapat dari menyelesaikan Quest.
[Ding! Selamat kepada Host mendapatkan sepasang Dagger Zealot Rank SS]
[Ding! Dagger Zealot di simpan dalam Inventory]
Lucas yang penasaran akan Dagger Rank SS.Ia mengeluarkan Dagger tersebut dari dalam Inventory-nya.
Tak perlu di ragukan lagi bahwa Dagger yang ia pegang adalah Artefak Rank SS.Ia bisa merasakan Aura yang menindas dari Dagger yang ia pegang.Dagger yang Lucas pegang memiliki warna Hitam sebagai bilah utamanya dengan tulisan rune kuno berwarna emas yang berada di tengah-tengah bilah hitam tersebut dan bentuk Dagger tersebut sedikit melengkung dengan bilah tajamnya berwarna putih.
Lucas yang teringat akan Blood Curse Sword-nya bertanya ke System.
"System Blood Curse Sword yang ada di Inventory ky memiliki Rank apa?"tanya Lucas karena dari awal ia tidak tahu akan Rank-nya
"Apa! jadi selama ini aku punya Artefak SS"ucap Lucas terkejut.
Lucas menghela nafas pelan untuk menenangkan dirinya yang sekarang punya dua Artefak Rank SS.
"System di dunia ini berapa banyak Artefak Rank SS?"
[Di Dunia Void ini hanya mempunyai 3 Artefak Rank SS]
"Siapa saja pemillik ketiga Artefak tersebut?"
[Pahlawan,Ratu Elf dan Raja Iblis]
"Tidak ku sangka Raja Iblis juga mempunyai Atefak Rank SS"
Di tengah lamunannya Lucas di kejutkan akan ke datangan Ayahnya.
"Ada apa Ayah datang ke sini?"tanya Lucas mengerutkan keningnya.Setahunya Ayahnya jarang sekali punya waktu luang untuk bertemu Lucas dan adiknya karena sibuk mengurus masalah kerajaan.
"Apakah Ayah tidak bisa melihat latihan Lilia?tanya Argus duduk di samping Lucas sambil melihat Lilia yang sedang sibuk latihan.
"Maafkan Ayah karena tidak bisa selalu ada untuk kalian terutama saat kamu di hina oleh para Bangsawan"ucap Argus dengan nada meminta maaf.
Selama ini yang menyemangati Lucas biar dia tidak terpuruk akan hinaan yang di lontarkan oleh para Bangsawan dan rakyat adalah ibunya sedangkan untuk ayahnya dia terlalu sibuk akan urusan kerajaan sampai dia tidak bisa memperhatikan anak-anaknya.
Lucas memang sedikit membenci ayahnya yang selalu sibuk tanpa memerhatikan keluarganya tapi ia juga paham bahwa ayahnya tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai Raja.
__ADS_1
"Bisakah kita ke pokok permasalahannya?"tanya Lucas karena dia tidak suka dengan suasana sedih.
"Ini....."Argus menyerahkan amplop berwarna putih dengan stempel bergambar singa emas.
Lucas mengambil amplop tersebut dan membacanya.
"Bisa Ayah jelaskan akan maksud dari amplop ini"tanya Lucas.
Isi amplop tersebut adalah sebuah undangan dari Academy Xernis.
Yang membuat bingung Lucas dari amplop tersebut adalah kenapa dirinya di undang ke Academy bergengsi tersebut.Bukannya hanya orang-orang yang memiliki talenta jenius yang bisa masuk Academy tersebut.
"Kepala Academy Xernis adalah teman dari Kakek mu"jawab Argus
"Maksud Ayah.."Lucas sekarang paham akan kenapa dirinya di undang ke Academy Xernis.
"Benar.Setelah kamu memperlihatkan kekuatan mu saat pemberontakan,kakek mu berniat memasukkan mu ke dalam Academy dengan surat rekomendasi dari kepala sekolah Academy tanpa melakukan tes masuk"jelas Argus.
"Apakah Putri Esline juga masuk ke Academy tersebut?"Lucas curiga kalau bukan hanya itu alasan kakeknya memasukkannya ke Academy.
"Hmm"angguk Argus.
'Sudah ku duga kalau dua kakek tua tersebut masih mau melanjutkan tunangan ini dengan cara membuat kami satu Academy'
Lucas tidak bisa tidak mengutuk dua kakek tua tersebut karena membuat hidup sedikit rumit.
"Sebenar aku punya tujuan lain setelah selesai membersihkan para pemberontak"ucap Lucas ingin memberitahukan kepergiannya.
"Kamu mau pergi lagi?"tanya Argus mengerutkan keningnya.
Lucas hanya mengangguk atas jawabannya.
"Apa kamu sudah memberitahu ibu mu?"
"Belum"
"Sebelum kamu pergi lebih baik habiskan waktu mu bersama ibu dan adik mu"ucap Argus karena dia betul akan sifat istri dan anaknya.
"Dan untuk jawaban mu untuk undangan tersebut"tanya Argus dengan melirik amplop berstempel singa emas.
"Beri aku waktu untuk memikirkannya"ucap Lucas.
Setelah berbincang sedikit Argus pergi untuk mengurus perihal kerajaan.
Ketika langit berubah warna berulah Lucas menghentikan latihan Lilia dan menyuruh adiknya untuk istirahat.
.
.
.
**Jangan lupa
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Rate**