
Aula Istana
Marcus mencari asal suara tersebut sampai pandangannya tertuju pada seorang pemuda berambut putih dengan jubah hitamnya penuh darah dan di lihat dari noda darah yang ada di jubahnya, darah tersebut masih berbau amis yang berarti pemuda berambut putih tersebut baru saja membunuh.
"Lucas"ucap Marcus sedikit terkejut akan ke datangan Lucas di Aula Istana.
"Nak,kenapa kamu datang kesini? cepat lari dan bawa adik mu pergi dari sini"perintah Argus.
"Iya Nak, biar kami yang menahan para pemberontak biar kalian berdua bisa kabur"timpal William.
"Cepat bawa adik mu"ucap Ana.
Lucas hanya tersenyum melihat keluarganya peduli akan keselamatan dia dan adiknya.Namun Lucas tidak menghiraukan ucapan mereka, sebaliknya dia menatap pamannya sambil berkata.
"Lama tidak berjumpa paman"ucap Lucas ramah.
Mereka yang ada di Aula Istana mengerutkan keningnya melihat Lucas menyapa Marcus.
"Siapa sangka keponakan ku yang cacat tiba-tiba datang ke Aula Istana dan sekarang bisa menggunakan sihir"ucap Marcus.
"Itu semua berkat paman"balas Lucas.
"Berkat ku?"ucap Marcus tidak mengerti akan perkataan Lucas.
"Iya,berkat paman yang menyewa Assassin dan merusak aliran mana ku"ucap Lucas dengan tersenyum sinis.
"Oh.Tahu dari mana kalau aku yang menyewa Assassin untuk membuat aliran mana mu rusak?"tanya Marcus pura-pura tidak tahu.
"Paman tidak usah berpura-pura karena aku sudah mendengar semua pembicaraan paman di Aula Istana"jawab Lucas acuh tak acuh.
"Kalau kau sudah tahu, apa yang bisa kau lakukan dengan kekuatan mu yang sekarang?Pangeran Sampah"tanya Marcus dengan sinis.
"Apa yang bisa ku lakukan"ucap Lucas yang tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul lagi setelah beberapa detik dengan memegang sebuah tangan yang sudah dia potong.
Awalnya semua orang bingung, tangan siapa yang di pegang Lucas?
"Arrrrgghhhh"
Tapi belum sempat mereka menebak terdengar sebuah teriakan.Sontak saja semua orang melihat ke arah Marcus terkejut.Karena apa yang mereka lihat tangan kiri Marcus sudah terpotong rapih.
"Kau....."ucap Marcus menunjuk ke arah Lucas karena tidak percaya apa yang terjadi dengannya.
Bagaimana pun Marcus adalah penyihir Rank B.Jadi tidak mungkin bagi Lucas untuk bisa memotong tangan Marcus tanpa di ketahui olehnya.Kecuali level Lucas lebih tinggi.
Marcus menepis pikiran tentang Lucas yang memiliki level lebih tinggi darinya.Berapa umur Lucas sekarang? 15 tahun? Anak 15 tahun biasanya hanya memiliki level 60-70 kecuali orang itu jenius dia bisa memiliki level 100.Sedangkan Lucas dia hanya Pangeran Sampah yang baru saja bisa menggunakan sihir baru-baru ini.
Bagaimana pun Marcus menepis pikiran tentang Lucas memiliki level lebih tinggi dirinya dan mencari alasan lain bagaimana Lucas bisa memotong tangannya.Namun tidak ada yang sesuai dengan keadaannya saat ini kecuali pikiran yang pertama.Hanya itu yang bisa Marcus pikirkan.
"Yang bisa ku lakukan hanya memotong tangan seorang SAMPAH"ucap Lucas dengan penuh penekanan di kata terakhirnya.
"Jangan kira hanya memotong tangan ku kau bisa berlaku sombong di hadapan ku"ucap Marcus sambil meminum Potion Class Menengah dan seketika tangan yang terpotong sedikit demi sedikit beregenerasi kembali.
"Biar ku tunjukkan kekuatan Penyihir Rank B yang sebenarnya"ucap Marcus.
"Wind Arrow"ucap Marcus.
seketika ratusan anak panah yang terbuat dari angin muncul mengelilinginya
"Bagaimana kekuatan seorang Penyihir Rank B? Apa sekarang kau takut keponakan ku?"ucap Marcus dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Naif"ucap Lucas acuh tak acuh dengan mengeluarkan Night Sword dari Inventory-nya.
"Artefak Rank S"ucap Marcus terkejut.
"Tak di sangka orang tua itu telah memberikan Artefak Rank S kepada mu"ucap Marcus dengan mata serakahnya tertuju ke Night Sword Lucas.
__ADS_1
"Aku bisa mengampuni nyawa anjing mu jika kau menyerah Artefak Rank S yang ada di tangan mu"lanjut Marcus.
"Hahaha...."Lucas tertawa dengan tangan kirinya menutup wajahnya.
"Lelucon yang lucu dan biarkan ku tunjukkan siapa yang anjing siapa yang tuan di sini"lanjut Lucas dengan mengeluarkan aura membunuhnya.
WHOSSSSS
Semua orang yang ada di ruang Aula Istana bergidik ngeri saat merasakan aura membunuh milik Lucas.Mereka seakan melihat bayangan seseorang berjubah hitam dengan memegang sabit di belakang Lucas.
Hanya satu pertanyaaan dalam pikiran mereka saat merasakan aura membunuh milik Lucas.
'Berapa banyak Beast yang telah ia bunuh? Ribuan,Ratusan atau Jutaan?'
"L-Lucas berhenti adik mu tidak bisa bernafas"ucap Ana khawatir terhadap Lilia yang kesulitan menahan aura membunuh Lucas.
Lucas tersadar akan ia telah hilang kendali saat mengeluarkan aura membunuhnya.Ia bisa melihat ibu dan adiknya kesulitan bernafas akan aura membunuhnya.
Lalu dia memfokuskan aura membunuhnya kepada Marcus.
Merasakan tekanan aura membunuh milik Lucas terfokus ke arahnya, dia lalu mengutuk Lucas dalam benaknya.
"Mati"ucap Marcus melambaikan tangannya dan seketika ratusan anak panah yang terbuat dari angin melesat menuju Lucas.
Lucah hanya memasang wajah acuh tak acuh melihat serangan Marcus.
"Absolut Barrier"ucap Lucas yang seketika sebuah pelindung berbentuk setengah lingkaran berwarna emas melindunginya.
BOOOM
BOOOM
BOOOM
Terjadi benturan antara panah angin dan pelindung Lucas yang menyebabkan kepulan asap.Setelah serangan Marcus berhenti, bukannya pecah pelindung yang di buat oleh Lucas tapi malah sebaliknya.
"B-Bagaimana mungkin"ucap Marcus tidak percaya akan serangannya yang tidak bisa merusak pelindung yang di buat oleh Lucas.
"Sekarang giliran ku"ucap Lucas
"Ten Thousand Blades"
Seketika Marcus telah di kelilingi ribuan bilah dari Element Angin.
Melihat bilah angin tersebut Marcus segera membuat pelindung dari angin.
"Wind Storm"
"Hahaha.....kamu tidak akan bisa menyerang ku saat ini"ucap Marcus yang telah di kelilingi oleh badai angin.
"Benarkan?"ucap Lucas dengan menyeringai.
Lucas langsung menyerang Marcus dengan bilah anginnya.
Marcus yang percaya diri akan badai anginnya tiba-tiba memasang wajah ketakutan saat salah satu bilah angin milik Lucas dengan mudah berhasil menembus badai anginnya.
JLEB
JLEB
Dua bilah angin milik Lucas langsung menusuk kedua kaki Marcus dan dia langsung jatuh berlutut karena tidak bisa lagi menopang tubuhnya akibat bilah angin Lucas.
Lucas berjalan menuju ke arah Marcus dengan menyeringai.
"Mari kita mulai permainannya"ucap Lucas tersenyum.
__ADS_1
"Oh,Sebelum itu mari kita pindah tempat"ucap Lucas memegang bahu Marcus dan langsung menghilang dari Aula Istana.
Lucas tidak ingin keluarganya melihat sisi kejam jadi dia berpindah tempat.
Mereka yang ada di ruangan Aula Istana hanya bisa menghela nafas berat melihat ke pergian Lucas dan Marcus.
"Sejak kapan Lucas memiliki sifat kejam?"tanya Ana saat dia melihat mata Lucas yang tidak ada rasa bersalah akan perbuatannya kepada pamannya sendiri dan malah menikmatinya
"Mungkin itu di sebabkan oleh orang-orang yang selalu mencomooh dan menghinanya yang menyebabkan dia memiliki sisi kejam"jawab William prihatin akan masa lalu cucunya.
"Tapi bagaimana dengan keadaan Marcus?"tanya Argus khawatir akan adiknya meski dia telah memberontak terhadap ke kerajaan.
"Mungkin dia bakal mati di tangan Lucas"ucap William dengan perasaan rumit antara sedih,kasian dan marah.
"Apa"ucap Argus dan Ana terkejut.
Seakan tahu apa yang akan di pikirkan Argus dan Ana.
"Di dunia ini yang kuat memangsa yang lemah dan sebaliknya yang lemah hanya bisa menjadi batu loncatan bagi yang kuat"
"Seandainya Lucas tidak datang kita yang akan mati walaupun Marcus adalah anak ku, tapi perbuatannya telah keterlaluan dan memang pantas mati"lanjut William.
"Lebih baik kita membereskan kekacauan yang di perbuat oleh Marcus dan bawa Lilia yang pingsan ke kamarnya"ucap William setelah dia melihat Lilia pingsan karena tidak bisa menahan aura membunuh Lucas.
...…………………………………………………………...
Hutan Kematian
Saat ini Lucas membawa Marcus ke Hutan Kematian tepatnya di dalam gua.
Dia sengaja meninggalkan bayangannya di dalam gua demi mencegah hal-hal yang tidak di inginkan ketika keluarganya dalam bahaya dengan skill 'Shadow Exchange'.
"Maaf membuat paman menunggu"ucap Lucas dengan mengeluarkan sebilah belati yang telah ia beli dari System.
"A-Apa yang ingin kau lakukan"ucap Marcus panik saat melihat sebuah belati di tangan Lucas.
"Belati ini? untuk bersenang-senang"ucap Lucas mendekati Marcus dengan memainkan belati yang ada di tangannya.
Lucas meraih tangan Marcus dan mulai memotong satu persatu jarinya dan tak sampai di sana dia juga mencabut kuku jari kaki Marcus satu persatu.Tiap kali Marcus terluka parah ia akan meminumkan Potion Class Tinggi.Siklus tersebut Lucas lakukan terus menerus.
Teriakan dan jeritan selalu terdengar di dalam gua.Sampai Lucas menutup siksaannya dengan melukis tubuh dan wajah Marcus.Baru saat itu Lucas membunuhnya.
[Ding! Quest Selesai]
[Ding! Selamat kepada Host karena telah membalaskan dendam pemilik tubuh terdahulu]
[Ding! Selamat kepada Host mendapatkan hadiah Box Emas dan naik level 100x]
...………………………………………………………………...
Tingkatan atau Rank Penyihir
Level Rank
50 - 200 \= E
200 - 500 \= D
500 - 1000 \= C
1000 - 3000 \= B
3000 - 6000 \= A
6000 - 10.000 \= S
__ADS_1
10.000 - 20.000 \= SS
20.000 - 40.000 \= SSS