Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
episode 17. berangkat kerja bersama


__ADS_3

bayu memarkirkan mobilnya didepan rumah tania, dengan pakaian yang rapi dia keluar dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah tania.


" assalamualaikum..." salam bayu didepan pintu.


" waalaikumsalaam... " jawab bu wati dari arah dalam dan menghampiri bayu dengan mebukakan pintu.


" eh ada nak bayu, silahkan masuk nak. " ibu tania mempersilahkan bayu duduk, dan bayu pun langsung duduk dikursi kecil itu.


" tanianya ada bu? tanya bayu sopan.


" ada nak, dia lagi ada dikamarnya, sebentar ya ibu panggilkan. " ibu wati pun pergi kearah kamar tania berjalan dengan menggunakan tongkat penyangganya.


" tania, ada nak bayu diluar. " kata bu wati


menghampiri tania yang sedang menyisir rambutnya.


" pak bayu maksud ibu. " jawab tania kesal.


" iya nak," kata bu wati dan mengusap rambut tania.


" jadi dia beneran jemput aku .


batin tania.


" bu, ibu bilang saja sama dia kalau tania hari ini gak kerja, " ucap tania.


" loh, kenapa nak. bukannya kamu ini memang lagi mau berangkat kerja."


tanya bu wati heran.


" iya sih bu, tapi tania males kalo harus pergi bareng sama dia. " kata tania menatap kearah ibunya.


" nak, kasian dia udah sampai disini, sepertinya dia bos yang baik. mendingan kamu keluar saja," jelas bu wati.


" baiklah bu, " ketus tania dan melangkahkan kakinya keluar kamar untuk menghampiri bayu, ibu wati pun mengikuti dari belakang.


" kalau ibu tau si bos sudah punya istri,


kira-kira ibu tetap ngizinin gak ya, kalau aku dijemput seperti ini sama dia. "


kata tania dalam hati.


tania menghampiri bayu, bayu yang melihat tania pun segera berdiri , mereka pun berpamitan dengan bu wati dan keluar dari rumah menuju mobil.

__ADS_1


setelah masuk ke dalam mobil, bayu mengendarai mobilnya pelan menuju kantor.


suasana hening, tania hanya diam. bayu menatap tania dan tersenyum.


" kamu kenapa sih, koq diam terus dari tadi. "


tanya bayu.


tania hanya diam tak menjawab.


sampai dikantor tania langsung menuju pantri. dia pun mengerjakan pekerjaannya seperti biasa.


sementara bayu melangkah kesal kearah ruang kerjanya, karena terus dicuekin oleh tania.


tiba-tiba manager menghampiri tania dan menyuruhnya untuk mengantar kopi keruangan presdir.


" kenapa lagi sih, si bos ini."


rutu tania sambil membawa secangkir kopi untuk bayu.


tania masuk dengan mengucap salam dan langsung memberikan secangkir kopi itu bayu.


" silahkan diminum pak, saya permisi dulu. " pamit tania.


" baik, pak. " jawab tania dan duduk dikursi didepan bayu.


" kamu kenapa sih tania, koq seperti menghindar terus dari saya. " kata bayu terus menatap tania.


" maaf pak, bapak tak seharusnya terus seperti ini kepada saya, saya takut nanti istri bapak salah paham ke saya. "


kata tania tegas sambil menundukkan kepalanya.


bayu yang mendengar kata-kata tania itu pun tertawa geli.


" hah...istri. " kata bayu dan berjalan mendekati tania.


" iya pak, itu kan istri bapak?


ucap tania sambil menunjuk kearah foto yang ada diatas meja kerja bayu.


" oh, itu sebabnya dia berusaha menolak saya, jadi dia fikir selama ini dwi adalah istri saya.


kata bayu dalam hati.

__ADS_1


tidak hanya tania, selama ini memang banyak yang menduga kalau dwi adalah istri bayu.


bayu melangkah kearah foto itu dan memegang foto itu sambil mengusap wajah dwi difoto itu.


" dia susah meninggal, " ucap bayu sendu.


sontak tania kaget dan langsung berdiri dari duduknya.


" apa, innalillahi wainnailaihi roji'un.


maaf pak, saya tak bermaksud membuat bapak jadi sedih.


" tidak apa-apa tania, "


kata bayu.


" sekarang pergilah, " kata bayu datar.


tania yang merasa tak enak hati , dia memberanikan diri untuk mendekati bayu terus menguatkan bayu.


" pak, bapak yang sabar ya, " ucap tania dengan lembut sambil mengusap bahu bayu.


" iya, terimakasih tania. " balas bayu.


" apa bapak, mencintainya? " tanya tania lembut.


" ya , bahkan saya sangat menyayanginya."


" bapak yang sabar ya pak, suatu saat bapak pasti akan mendapatkan kebahagiaan bapak kembali. " semangat tania kepada bayu.


" ternyata seperti ini caranya agar tania simpatik kepadaku. "


ucap bayu dalam hati.


tak berapa lama seorang pria datang tanpa permisi , dia terkejut melihat bayu dan tania yang ada didalam ruang kerja bayu.


" ehhhmm..


ternyata sibos lagi kedatangan tamu penting nih rupanya" sapa hendi.


" maaf pak, saya permisi."


pamit tania kepada bayu.

__ADS_1


__ADS_2