
tania melangkahkan kakinya dengan perasaan ragu.
dia berjalan lambat dengan tangan kanannya menenteng rantang kecil yang berisi makanan yang sudah masaknya sejak tadi pagi dirumahnya.
" duuuh... koq aku jadi deg-degan begini ya... "
gumam tania dalam hati.
tania terus melangkahkan kakinya hingga dia menghentikan langkahnya tepat didepan pintu ruang kerja bayu.
tania menaikkan tangannya ingin mengetuk pintu namun ia menurunkan tangannya lagi.
" masuk, atau tidak ya?
gumam tania pelan.
tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang yang membuat tania terperanjat kaget.
" masuklah... "
tania membalikkan badannya melihat kearah sumber suara tersebut.
" hah... pak hendi. " kata tania gugup.
" kenapa masih diluar, masuklah kedalam. "
" tidak pak, bapak saja yang masuk, saya hanya kebetulan saja lewat disini "
kata tania dengan gugup. dan dia menyembunyikan bawaannya kearah belakang punggungnya.
hendi melihat gerak-gerik aneh dari tania, namun tanpa tania tau, hendi mengetahui apa yang dibawa oleh tania, karena sedari tadi hendi memperhatikan tania ketika tania sedang berjalan ke arah ruang kerja bayu.
" apa yang kamu bawa itu bekal buat bayu?"
hendi menatap kearah rantang kecil yang disembunyikan tania.
" hah, ti...tidak pak, " kata tania gugup.
" sudahlah, kamu jangan berbohong, saya paling tidak suka dengan orang yang suka berbohong. " hendi berkata dengan wajah serius.
" i...iya pak, ini bekal buat dia. " kata tania malu dan menundukkan kepalanya, wajahnya pun sedikit memerah.
" ya sudah kalau begitu, masuklah. bayu pasti senang mendapatkan bekal makan siang darimu. "
" baiklah, pak... saya masuk dulu. "
tania memegang gagang pintu dan membukanya pelan. dia melihat bayu yang sedang sibuk dengan komputernya.
" assalamualaikum... pakl."
salam tania dari balik pintu yang sudah terbukanya separuh.
__ADS_1
" waalaikumsalaam... " jawab bayu datar dan masih fokus dengan komputernya.
" boleh saya masuk pak. " kata tania
bayu yang seperti mendengar suara tania langsung mendongakkan wajahnya.
" tania...silahkan masuklah." kata bayu tersenyum girang, ia berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri tania.
" duduklah tania," kata bayu menunjuk sofa yang ada diruang kerjanya.
bayu dan tania pun duduk berdampingan.
" apa yang kamu bawa itu? " tanya bayu.
" oh, ini ada sedikit makan siang buat bapak."
tania memberikan rantang kecil itu ke tangan bayu, bayu pun menerimanya dengan senang hati.
bayu membuka rantang kecil itu, dia melihat disana ada nasi, ayam goreng, beserta sayuran menu masakan rumahan.
" silahkan dimakan pak ! " kata tania.
" baiklah saya akan memakannya. " kata bayu
" tunggu pak, apa bapak sudah mencuci tangan, " tanya tania karena melihat bayu yang akan langsung menyantap makan siang yang dibawa oleh tania.
" belum. " jawab bayu menatap kearah tania.
" mendingan bapak cuci tangan dulu bersih-bersih, sana. "
tak berapa lama bayu keluar dari kamar mandi, dia duduk disamping tania diatas sofanya kembali untuk menyantap makan siang yang dibawa oleh tania.
belum sempat bayu menyuap makanannya, tiba-tiba datang seorang perempuan dari luar.
" tunggu bayu... " panggil perempuan itu.
bayu dan tania menoleh bersamaan kearah suara yang memanggil bayu.
" sari.." kata tania.
"inikan wanita yang pernah menamparku di restoran waktu itu..."
kata tania dalam hatinya.
perempuan itu berdiri dihadapan bayu dan juga tania dengan melipat kedua tangannya dan meletakkan di dadanya.
perempuan itu terlihat sangat menakutkan sekali bagi tania, wajahnya terlihat seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.
" eh, OB. berani-beraninya kamu kasih makanan ke bayu, hah... " bentak sari dengan tatapan tajam kearah tania.
tania hanya diam, dia tak tau harus menjawab apa, dia hanya menundukkan pandangannya dari sari.
__ADS_1
bayu pun segera berdiri dari duduknya menatap tajam sari.
" ngapain kamu kesini, sudah berapa kali kukasih tau, jangan pernah lagi datang kesini."
kata bayu, dia sangat marah dan kesal kepada sari yang sangat keras kepala.
namun sari tak memperdulikan ucapan bayu, sari melihat kearah tempat makan yang dibawa tania tadi, sari mengambil dan memegang rantang kecil yang ada diatas meja itu.
" aku tau, pasti gara-gara makanan ini nih, kamu jadi kasar seperti ini samaku." kata sari dengan sangat marah.
" cih... makanan apa ini ?, kampungan sekali."
sari mengejek masakan tania.
dia pun menumpahkan semua isi makanan yang ada didalam rantang itu dan membuangnya ke lantai.
dia juga menginjak-injak kasar makanan itu.
tania yang melihat merasa sedih dengan perlakuan sari yang menginjak-injak makanan itu. namun dia tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya diam.
bayu melihat kearah tania, wajah tania berubah menjadi sedih melihat kelakuan sari terhadap makanan yang dibawanya tadi.
" sari, apa-apaan kamu. lebih baik sekarang kamu keluar darisini. " teriak bayu dengan sangat marah.
" apa keluar darisini?" kata sari.
sari berjalan mendekati tania yang sedari tadi hanya duduk disofa itu, lalu menarik rambut tania kuat dan menariknya hingga berada didepan pintu. rambut panjang tania yang awalnya diikat kini tergerai karena ditarik kuat oleh sari.
" aduh, sakit mba'... tolong lepaskan saya... "
kata tania memelas.
" seharusnya OB ini yang keluar dari sini, bukan aku. " kata sari marah.
" sudah sari, lebih baik kamu keluar dari sini. "
teriak bayu yang semakin memanas melihat ulah sari yang semakin menjadi-jadi.
" eh, dasar wanita penggoda. awas kamu kalau berani membawa makanan buat bayu lagi. " ancam sari.
tania hanya diam, dia masih berdiri didepan pintu.
" kamu tidak berhak mengancamnya seperti itu sari."
bayu mengambil ponselnya dan segera menghubungi hendi.
" tunggu dulu, atau jangan-jangan makanan yang kamu kasih kebayu itu pasti didalam makanan itu sudah ada peletnya, kan... " kata sari asal menuduh tania.
" tidak, itu tidak benar pak. " kata tania dengan wajah sendu.
" ngaku kamu, ini semua pasti karena makanan yang sudah kamu isi dengan pelet itukan?
__ADS_1
" tidak mba', sungguh saya tidak bohong. "
kata tania memelas .