Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
episode 40. makan malam part 1


__ADS_3

bu ana menatap tania dalam, dia terus memperhatikan tania.


sehingga membuat tania merasa tak nyaman diliatin seperti itu oleh bu ana.


" ternyata gadis ini cantik sekali, penampilannya juga sederhana. tak seperti kebanyakan wanita diluaran sana.


gumam bu ana dalam hati.


" ma, perkenalkan dia tania."


kata bayu memperkenalkan tania kepada orangtuanya.


" saya tania tante, " ucapnya sopan.


" saya ana, " balas mama bayu dengan ramah.


pak hardinata yang melihat menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah tania.


" silahkan duduk tania ! " kata bu ana mempersilahkan tania untuk duduk.


tania duduk di sofa besar yang ada diruang keluarga tersebut, dia duduk disamping bu ana.


" hai adam, kamu lucu sekali sih. "


sapa tania dan mencubit pipi adam yang ada di gendongan bu ana.


" darimana kamu tau namanya, " bu ana heran.


" dari papanya tante," kata Tania sopan.


" ooohh.... "


" kamu mau gendong adam, nih." kata bu ana dan segera memberikan adam kepada tania.


tania segera mengambil adam dari tangan bu ana dan menggendongnya.


" maaf nyonya, makan malamnya sudah siap."


kata bi inah datang menghampiri bu ana.


" iya bi, terimakasih ya. " kata bu ana lembut.


" bayu, ayo ajak tania makan malam dulu. "


kata bu ana.


" iya ma, ". kata bayu.


" tina... " bu ana memanggil tina, sang baby sitter adam.


" iya nyonya, ada apa? " Kata Tina.


" ini, tolong jagain adam. kami mau makan malam dulu. " kata bu ana.


" tania, kasih adam sama tina. kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar kan? "

__ADS_1


tania memberikan adam ke tangan tina, tina tak bicara, namun tina memandang tania tajam. pandangan yang sangat mengerikan bagi tania.


"kenapa dia melihatku seperti itu, sepertinya dia tak menyukaiku. "


batin tania.


tina pun segera membawa adam ke kamarnya.


" itu kan wanita yang waktu itu pernah datang kesini bersama pak bayu, kenapa sih pak bayu mengajaknya lagi kesini, atau jangan-jangan pak bayu beneran suka sama wanita itu, aku tak boleh terlambat. aku harus mencari cara agar pak bayu tak bisa lepas dariku."


gerutu tina didalam hatinya sambil menaiki tangga menuju kamar adam.


bayu dan tina sampai di sebuah ruang makan yang sangat luas, tania terpesona melihat keindahan rumah orangtua bayu yang begitu besar dari luar juga begitu indah, rapi dan mewah dilihat dari dalam.


tania duduk di atas kursi makan yang besar dan mewah itu, dia duduk berdampingan dengan bayu. pak hardinata dan bu ana juga duduk berdampingan.


tania terkejut melihat begitu banyak menu makanan yang sudah tersusun rapi di atas meja makan yang besar itu.


" ini rumah, atau restoran mewah sih, koq menunya enak-enak semua.".


gumam tania dalam hati.


" silahkan dimakan tania?" kata bu ana dengan ramah.


" iya tante, terimakasih" tania tersenyum.


mereka makan dalam keadaan senyap, tidak ada satu pun diantara mereka yang berbicara. sesekali hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring kaca itu.


disaat makan, bayu juga sering melirik kearah tania.


bu ana yang melihatnya pun seakan-akan terkekeh dibuatnya.


ucap bu ana dalam hati.


tak berapa lama mereka pun selesai makan.


setelah selesai menghabiskan makanannya, tania bangkit dari duduknya hendak merapikan semua piring-piring kotor yang ada diatas meja.


" tania, kamu mau ngapain. " kata bu ana.


" saya mau merapikan piring-piring ini tante."


" tidak usah, nanti akan ada yang membersihkan semuanya. "


" tidak apa-apa tante, biar saya saja, " kata tania. dia merasa tak enak hati.


" sudahlah, mendingan kita duduk disana saja. " ajak bu ana menunjuk ruang keluarga.


" baiklah tante," tania juga tak bisa menolaknya.


mereka berempat duduk di ruang keluarga, bayu dan papanya sibuk berbicara tentang perkembangan perusahaan.


disisi lain, bu ana duduk berdampingan dengan tania.


" terimakasih ya tania, kamu sudah mau datang kesini memenuhi undangan dari ibu. "

__ADS_1


kata bu ana.


karena sebenarnya bu ana lah yang meminta bayu untuk membawa tania kerumah.


flashback


bu ana membuka pintu kamar bayu yang tak dikunci, disana bayu terlihat tengah sibuk dengan laptopnya.


" boleh mama masuk bayu. " ucap bu ana.


" mama, masuk saja." ucap bayu lembut.


bu ana duduk ditepi ranjang menatap serius kearah bayu.


" bayu, sampai kapan kamu akan sendiri seperti ini nak... " kata bu ana.


" maksud mama apa? " tanya bayu heran.


" kamu jangan marah ya sama mama, sebenarnya kamu ini suka sama perempuan kan? " tanya bu ana dengan sangat serius.


mendengar perkataan mamanya, bayu mengerutkan keningnya.


dia tau apa yang dimaksud oleh mamanya itu.


" ma... ma... bayu masih normal ma, mama pikir bayu pecinta sesama jenis gitu. "


jawab bayu.


" kalau memang benar, coba kamu buktikan sama mama, nanti malam kamu bawa seorang wanita untuk makan malam bersama dirumah ini. " tegas bu ana.


bayu yang mendengar hanya diam.


" kenapa kamu diam bayu, apa kamu bingung wanita mana yang akan kamu bayar untuk kamu ajak kesini. " kata bu ana tegas.


" apaan sih ma, kok mama jadi maksa seperti ini."


" mama bukannya maksa, mama juga ingin melihat anak mama satu-satunya ini punya pasangan, menikah, dan punya anak. mama ingin melihat kamu bahagia nak. "


jelas bu ana.


" ma, impian mama itu pasti akan terwujud. tapi tidak dalam waktu sekejap itu. "


" terus mama harus menunggu sampai kapan bayu, apa sampai rambutmu sudah memutih."


bu ana menatap bayu dengan tatapan sendu.


" baiklah ma, nanti malam aku akan membawa apa yang mama inginkan, dan persiapkanlah semuanya."


" apa kamu benar bayu. "


" iya ma, "


" kamu tidak mencari wanita dan membayarnya untuk itu kan? "


kata bu ana.

__ADS_1


" tidak ma. "


" baiklah, mama tunggu. "


__ADS_2