Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
episode 19. ketemu sahabat lama


__ADS_3

bayu mengajak tania masuk ke sebuah maal besar yang ada dikotanya, bayu bermaksud ingin mengajak tania berbelanja.


" kamu lihatin, nanti mana yang kamu suka tinggal ambil saja, saya yang bayar." ucap bayu.


"tidak usah pak, "jawab tania .


" jangan sungkan, " balas bayu.


mereka berjalan menyusuri mall namun tidak ada satupun yang dibeli tania.


" tania, kita sudah berkeliling disini, tapi satu pun tidak ada yang kau pilih, bahkan kau pun tidak menyentuhnya sedikitpun, " ucap bayu.


" tidak pak, saya tidak membutuhkan barang-barang itu semua." jelas tania.


" baiklah kalau begitu, aku tak akan memaksa mu. berhubung hari sudah siang, bagaimana kalau kita cari tempat makan saja. "


" baik pak. "


tania mengikuti bayu dari belakang, dia merasa canggung kalau harus berjalan berdampingan dengan bayu.


tak berapa lama sampailah mereka disebuah tempat makan yang ada dimaal itu.


bayu dan tania duduk disebuah meja makan yang kosong.


sambil menunggu pesanan bayu, tania pamit ketoilet sebentar.


tak sengaja tania bertabrakan dengan seorang laki-laki yang tak asing baginya.


dia adalah rian sahabat lama tania. dulu dia pernah satu sekolah dengan tania, setelah tamat dia mengikuti keinginan orangtuanya untuk kuliah diluar negeri.


" maaf, " ucap tania


"Tania, kamu tania kan ! sapa rian dengan wajah terkejut menatap kearah tania.


" rian, kamu rian. " balas tania yang juga kaget melihat rian yang sudah lama tak bertemu.


" hai tania, kamu apa kabar?" sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan tania, dan tania pun membalas uluran tangan rian, dan mereka saling berjabat tangan dengan saling melemparkan senyuman.


" alhamdulillah, saya baik. kamu?"


" ya seperti yang kau lihat sekarang ini, "


kata rian sambil mengangkat kedua bahunya.


" kenapa kamu bisa ada di Indonesia, rian.


bukannya kamu keluar negeri." tanya tania.


" iya, aku disini hanya sebentar, dan lusa aku akan kembali lagi kesana, karena sebentar lagi aku wisuda." jelas rian.

__ADS_1


" gimana dengan mu anak pintar," kata bayu sambil mentoel pipi tania, dia sudah biasa melakukan itu sejak dulu sewaktu masih satu sekolah dengan tania.


" bukannya kamu masuk ke universitas yang terkenal itu." sambung rian yang masih tersenyum menatap tania.


" iya, aku masih kuliah disana, dan beberapa bulan lagi aku juga akan wisuda."


setelah mengobrol beberapa saat, tania pun berpamitan dengan rian, karena dia teringat bayu yang pasti sudah menunggunya.


"tunggu tania, aku minta no ponselmu,


bolehkan. "


tania memberikan no ponselnya kepada rian , entah kenapa setelah bertemu tania, hati rian sangat bahagia, karena sebenarnya rian menaruh perasaan kepada tania sejak mereka masih SMA.


bayu yang merasa tania terlalu lama ke toilet berniat akan menyusulnya, namun tak berapa lama tania datang.


" maaf pak, lama menunggu. "


" tidak masalah, " kata bayu lembut.


bayu menatap kearah tania, dan tania pun menatap kearah bayu, mereka pun saling berpandangan dan tersenyum.


tak berapa lama makanan yang dipesan pun datang, bayu dan tania segera memakannya karena memang mereka sudah merasa lapar.


setelah mereka selesai makan siang, bayu menyuruh tania keluar terlebih dahulu. tania keluar dari mall dan menunggu bayu di parkiran, sementara bayu masih berada di dalam. dia berinisiatif untuk membelikan ibu tania beberapa makanan dan membungkusnya.


" tolong kamu carikan pakaian untuk ibu-ibu yang bagus"


suruh bayu kepada karyawan toko tersebut.


" dan satu lagi, pakaian untuk seorang gadis cantik yang berumur 22 tahun, tingginya


kira-kira segini," kata bayu mengukur tania setinggi bahunya.


bayu sengaja menyuruh tania keluar, karena kalau tania melihatnya, dia tau tania pasti akan menolak pemberiannya.


tania masih menunggu bayu diparkiran, rian yang baru keluar dari mall itu ternyata melihat tania yang ada diparkiran, rian tersenyum melihat tania dan seketika menghampiri tania.


rian berjalan mengendap-endap dari arah belakang punggung tania, rian menutup kedua mata tania dengan kedua tangannya.


sontak membuat tania kaget. reflek kedua tangan tania juga memegang tangan rian.


" coba tebak siapa? " ucap rian dengan mengubah nada suaranya menjadi besar sehingga tania tak mengenali suaranya.


disisi lain ada bayu yang baru keluar dari mall seketika langkahnya terhenti saat melihat pria itu yang sedang menutup mata tania dengan kedua tangannya.


tania teringat kalau dulu yang selalu melakukan itu kepadanya adalah rian.


" rian kan, " tebak tania

__ADS_1


" koq kamu tau sih. "


sambil melepaskan kedua tangannya dan membalikkan badan tania kehadapannya, sehingga mereka saling bertatapan.


" siapa lagi yang berani seperti itu samaku kalau bukan kamu, lagian dari dulu kamu tuh tak berubah ya, selalu saja ngagetin aku, "


ucap tania sambil memukul pelan bahu rian.


bayu heran melihat tania yang mengobrol dengan pria itu. tania yang tertawa ketika berbicara dengan rian, sebab dari semasa sekolah, rian itu orangnya memang sangat humoris, itulah sebabnya tania terlihat asyik kalau mengobrol dengan rian.



" kenapa dia sepertinya senang sekali mengobrol dengan pria itu, dia tak pernah tertawa lepas seperti itu ketika bicara kepadaku. "


ucap bayu dalam hatinya.


tak berapa lama rian mendapat telfon dari ibunya, dan dia segera berpamitan dengan tania. sebenarnya rian tak mau secepat itu meninggalkan tania, dia masih ingin berbicara dengan tania, tapi setiap perkataan ibu rian itu seperti sebuah perintah untuknya yang tak bisa dia tolak.


" sampai berjumpa lagi, nanti aku boleh menelfonmu kan ? kata rian.


" boleh," balas tania sambil tersenyum kearah rian.


" daaaahh, " kata rian sambil melambaikan tangannya.


" daaaadaaaahh. " tania membalas rian dengan juga melambaikan tangannya.


setelah melihat pria itu pergi, bayu menghampiri tania.


" pak bayu sudah belanjanya, "


bayu yang mendengar hanya diam dan berjalan ke belakang mobil memasukkan belanjaannya tadi.


bayu dan tania masuk kedalam mobil, bayu melajukan mobilnya dengan raut wajah kesal.


dia teringat ketika dia melihat tania yang terlihat bahagia berbicara dengan pria tadi.


entah kenapa ada rasa sakit dihatinya yang ia rasakan. namun disisi lain, tania tak menyadari akan hal itu.


bayu fokus dengan setirnya, sedang tania hanya melihat kearah kaca mobil disampingnya. hanya keheningan yang tercipta didalam mobil sepanjang perjalanan.


tak berapa lama mereka sampai didepan rumah tania, bayu dan tania keluar dari mobil.


bayu membuka bagasi belakang mobilnya dan memberikan semua belanjaan yang dibelinya tadi untuk tania.


tania terkejut.


" jangan ditolak, ini bukan untukmu, tapi untuk ibumu, " ucap bayu datar .


belum sempat tania menjawab, bayu sudah pergi melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya kembali kerumah.

__ADS_1


__ADS_2