Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
episode 36. kesal


__ADS_3

" pak bayu, saya permisi dulu. "


tania berlari keluar dari ruangan kerja bayu.


" tunggu tania," bayu ingin mengejar tania, namun sari dengan cepat menghadang bayu.


" sudahlah bayu, biarkan OB itu pergi." kata sari dengan sombongnya, ia bergelayut manja


dilengan bayu.


" lepaskan," bayu membuang tangan sari kasar dari lengannya.


sari menghela nafas kasar menatap bayu yang begitu sangat kesal dengan kehadirannya.


hendi datang dengan wajah bingung dan sedikit ketakutan.


bayu menatap tajam hendi yang sudah berada didepan pintu. hendi langsung mengerti apa yang dimaksud bayu. dia tau apa yang dimaksud oleh bayu.


dengan segera hendi menarik lengan sari kasar dan membawanya keluar dari ruang kerja bayu.


bayu menatap ke arah makanan yang tadi ditumpahkan oleh sari ke lantai.ada perasaan sedih dihati bayu. dan dia menggeretakan giginya merasa ketika mengingat apa yang telah diperbuat oleh sari tadi.


" selamat siang pak, " salam mia dari balik pintu yang sudah dibukanya sedikit.


" masuk. "


mia melangkah dengan perasaan gugup dan takut untuk menghadap bayu.


apalagi melihat raut wajah bayu yang kurang bersahabat dan sangat menyeramkan bagi mia.


" duduk. " kata bayu kesal.


kata-kata yang keluar dari mulut bayu itu membuat mia semakin gemetaran.


" kamu tau ,kenapa kamu saya panggil kesini?"


mia hanya diam dan menundukkan kepalanya tak berani melihat bayu yang sedang sangat kesal.


" kamu tau apa kesalahanmu hari ini, mia?"


" ma maaf pak, saya benar-benar tidak tau kalau wanita itu datang kesini. sebab saya tadi sedang makan siang diluar pak. " jawab mia gugup.


" oke, untuk kali ini saya maafkan,tapi lain kali jangan biarkan sari masuk kesini walau hanya sebentar, ingat itu !" tegas bayu.


" i iya pak. " mia gugup.


" sekarang kembalilah ke ruang kerjamu. "


" baik pak, saya permisi dulu. "


bayu keluar dari ruang kerja mencari tania.


namun dia tidak menemui tania.


" kemana dia? "


gumam bayu kesal.


ternyata tania sudah pergi ke kampusnya dengan menggunakan ojek.


di kampus tania bertemu dengan yuna.


mereka berdua duduk di kantin, karena belum ada kelas.


" kamu kenapa tania, koq wajahmu sedih begitu. "


tanya yuna karena melihat wajah tania yang terlihat sendu.


" tidak apa-apa yun, aku lagi capek aja. "

__ADS_1


tukas tania.


" gimana hubungan kamu sama bosmu itu?"


tanya yuna.


" gimana apanya? "


" ya, hubungan kamu sama bosmu, kamu pasti punya hubungan spesial sama dia kan? "


" hah... hubungan spesial? " tania terkejut.


" iya. "


" tidak ada hubungan spesial antara kami yun."


tukas tania.


" tidak mungkin. setiap hari kamu dijemput dan diantar kuliah, pasti ada apa-apa antara kamu dan dia, iya kan... "


" tidak, yun. lagian dia sudah punya istri dan anak. "


" apa... sudah punya istri dan anak kamu bilang. " yuna terperanjak kaget.


" iya, tapi istrinya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. "


jelas tania.


" ya ampun... kasiannya. jadi dia sekarang Duren dong. "


" duren... maksud kamu?


" duda keren." kata yuna sambil tertawa,


tania yang mendengarpun terkekeh.


" huft... aku tak tau yun, karena dia tak pernah mengucapkannya langsung kepadaku. "


" setelah ku lihat-lihat, sepertinya kamu juga suka sama dia, iya kan... "


kata yuna menggoda tania.


" apaan sih kamu yun, " kata tania malu, dengan wajahnya yang sudah memerah.


" tuh kan, wajahmu jadi berubah begitu."


" kalau kamu sendiri gimana semalam dengan andri? "


" hah, andri?"


tiba-tiba saja yuna teringat dengan andri yang kemarin telah mengantarnya pulang sampai kerumahnya.


" iya, kamu pasti suka kan sama andri, dia kan tipe kamu banget tuh. "


" tania...kamu jangan malah balik introgasi aku, lagian, aku kan cuma baru sehari mengenalnya. lebih baik kamu yang jawab pertanyaanku, kamu pasti juga menyukainya kan?"


tania diam, dia tak menjawab.


" sudahlah yun, yuk kita masuk kelas. "


tania menghindar dari semua pertanyaan yuna. tania dan yuna masuk ke kelas.


setelah jam pelajaran selesai, tania dan yuna keluar dari kelas dan berjalan menuju pintu gerbang kampus.


sesampai didepan kampus tania dan yuna menghentikan langkahnya, mereka dikejutkan dengan sebuah mobil yang sudah menunggunya didepan gerbang.


" mobil siapa tuh yun. " tanya tania.


" itu pasti mobil bosmu yang datang untuk menjemputmu." kata yuna.

__ADS_1


" sepertinya tidak deh yun, mobilnya berbeda." kata yuna.


" ciyeee... sudah hafal sekarang ya dengan bentuk mobil si bos kesayangan kamu itu. "


kata yuna menggoda tania.


" apaan sih kamu, yun. " kata tania kesal.


tak berapa lama orang yang didalam mobil itu pun keluar.


" andri..." kata tania dan yuna serentak menatap kearah andri yang sedang berjalan ke arah mereka.


" hai... " andri menyapa mereka berdua.


" wow... tampan sekali dia kalau seperti ini. "


kata yuna dalam hatinya.


yuna sangat terpesona melihat penampilan andri yang begitu rapi sehingga memancarkan aura ketampanan dari wajah andri.


" hey, kamu kenapa?" andri menjentikkan jarinya dihadapan wajah yuna.


yuna tersadar dan merasa sangat malu dengan sikapnya.


" ah, tidak apa-apa." kata yuna.


" ngapain kamu ke sini ndri?, mau jemput yuna ya...?


kata tania santai.


yuna yang mendengar kata-kata tania dengan segera mencubit pinggang tania, tania pun menjerit kesakitan.


" aw, apaan sih kamu yun. sakit tau... "


rintih tania.


" kamu sih... " tukas yuna.


andri yang melihat ulah mereka berdua, seakan-akan terkekeh dibuatnya.


" kamu pintar sekali tania, aku memang mau menjemput yuna dan juga kamu. "


tukas andri.


" ya sudah sana pergi. " tania mendorong tubuh yuna kearah andri. sehingga tubuh yuna menyenggol tubuh andri.


yuna pun jadi salah tingkah dibuatnya.


" kamu gak ikut tania, biar sekalian ku antar pulang ! " kata andri.


" tidak usah ndri, aku sudah ada janji dengan temanku. "


" ooohh... aku tau. pasti yang kemarin itu kan... ?


tania hanya tersenyum namun dia tak menjawab pertanyaan andri.


" sudah, pergi sana."


" baiklah... "


" tunggu ndri, " tania berbisik ke telinga andri.


" jangan langsung pulang ke rumah. ajak nongkrong dulu. " bisik tania pelan.


" oke bos... " kata andri sambil mengacungkan jempolnya kearah tania.


yuna yang melihat ulah tania dan andri yang sedang berbisik-bisik itu dibuat bingung karenanya.


yuna tak mendengar dan tak tau apa yang dibisikkan oleh andri dan tania.

__ADS_1


__ADS_2