
kali ini tania berjalan santai menuju ruang kerja bayu, dia tidak merasa gugup seperti kemarin, karena untuk kali ini dia datang atas permintaan dari bayu sendiri.
" assalamualaikum... pak"
salam tania dibalik pintu.
" waalaikumsalaam... "
balas bayu , dia berdiri dan mempersilahkan tania masuk.
" duduklah. " kata bayu lembut kepada tania.
tania pun langsung duduk, begitu juga dengan bayu. mereka duduk berdampingan di sofa seperti kemarin.
tania meletakkan serenteng rantang kecil yang bertingkat empat diatas meja.
dengan segera tania membuka rantang kecil itu satu persatu.
sehingga terlihatlah ada makanan yang lezat didalam sana.
" silahkan dimakan pak... " kata tania.
" iya, aku jadi sudah tak sabar nih mau menyantapnya. " kata bayu.
disana ada semangkuk nasi, seketul ayam goreng karasan, tumis sayur dan balado telur.
semua terlihat sangat menggoda bayu.
" kamu makan juga ya. " ajak bayu.
" tidak pak, bapak saja yang makan. "
tolak tania.
" kita makan siang bersama disini, pasti lebih menyenangkan. daripada kamu yang hanya liatin aku makan. "
kata bayu.
" tidak usah pak. "
tolak tania lagi.
" memangnya kamu sudah makan siang, pasti belum kan... ?"
tukas bayu lagi.
" iya sih, tapi nanti setelah dari sini aku akan makan siang di kantin. " ucap tania.
" tidak perlu, lebih baik kita makan bersama disini. dan tidak pakai tapi."
tegas bayu.
" baiklah pak, kalau itu yang bapak mau. "
tania pasrah.
akhirnya mereka makan siang bersama di dalam ruang kerja bayu.
mereka makan dalam diam, karena sudah menjadi kebiasaan bayu yang tak berbicara saat makan.
ia sangat mematuhi adab ketika makan.
setelah selesai menghabiskan semua makanan, bayu mengambilkan segelas air putih untuk tania. disana, air minum memang sudah tersedia didalam ruang kerjanya.
" terimakasih pak."
__ADS_1
tania mengambil gelas dari tangan bayu dan segera meminumnya.
" kamu pintar memasak. masakan kamu sangat enak, kamu belajar dari mana?"
tanya bayu.
" dari ibuku, pak. "
" oh ya, memangnya apa pekerjaan ibumu. "
" dulu, ibuku berjualan makanan buat sarapan pagi didepan rumah. semenjak ibu ditabrak oleh orang yang tak bertanggung jawab itu, dan kakinya patah. dia terus berhenti berjualan. " jelas tania.
" ooohh, jadi dulu ibumu berjualan. " kata bayu dengan menganggukkan kepalanya.
" iya pak. " kata tania.
" tunggu dulu. apa maksudmu dengan ditabrak oleh orang yang tak bertanggung jawab itu?" tanya bayu penasaran.
" ibuku ditabrak oleh sebuah mobil, tapi tidak tau siapa karena tak ada diantara mereka yang datang untuk bertanggung jawab atau hanya sekedar meminta maaf. " kata tania.
tiba-tiba saja bayu teringat dengan kecelakaan yang menimpa adiknya waktu itu. mobil adiknya yang menabrak seorang ibu-ibu dan terus menabrak pohon.
" waktu itu polisi yang menangani kasus dwi dan aldi pernah bilang kalau aku harus menemui ibu-ibu yang juga menjadi korban. "
gumam bayu didalam hatinya.
" oh jadi begitu ceritanya, maaf ya mungkin pertanyaanku ini membuatmu menjadi sedih."
kata bayu.
" tidak koq pak, lagian kami sudah mengikhlaskannya. itu semua sudah takdir dari yang maha kuasa. " jelas tania.
" ya sudah pak, saya permisi dulu. "
" terimakasih, tania. "
kata bayu lembut.
" iya pak, sama-sama. "
tania melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang kerja bayu.
sesampainya didepan pintu, bayu kembali memanggil tania.
" tania, tunggu dulu. " kata bayu.
tania yang mendengar bayu memanggilnya, dia pun segera membalikkan badannya.
" ada apa pak. " tanya tania.
" nanti malam kamu akan kujemput, kita akan makan malam di rumahku. kamu mau kan...?
kata bayu penuh harap tania tidak akan menolaknya.
" baiklah pak, saya mau. " kata tania dengan melemparkan sebuah senyuman ke arah bayu.
bayu sangat bahagia mendengar jawaban dari tania.
" terimakasih ya, tania. " kata bayu lembut.
mereka saling melemparkan senyuman.
tania pun melanjutkan langkahnya menuju pantry.
bayu kembali duduk di kursi kerjanya dan mengambil ponsel yang ada di atas meja kerjanya.
__ADS_1
bayu menghubungi hendi dan menyuruhnya untuk datang ke ruang kerjanya.
tok...tok... tok
" masuk. " kata bayu datar.
hendi masuk dan duduk di depan bayu.
" ada apa bay, sepertinya penting sekali."
tanya hendi.
" hen, kamu ingat dengan peristiwa kecelakaan yang menimpa dwi. "
" iya, aku ingat. "
" dan kamu ingat kan yang polisi katakan waktu itu. ada ibu-ibu yang tertabrak mobil aldi. "
" iya, terus kenapa bay?"
tanya hendi heran.
" aku curiga, ibu-ibu yang tertabrak oleh aldi itu adalah ibunya tania. "
" apa... " hendi terkejut.
" iya, waktu itu aku pernah lihat ibu tania berjalan menggunakan tongkat sewaktu aku mengantarnya pulang. tadi ku tanya, tania bilang kakinya patah akibat ditabrak mobil oleh orang yang tak bertanggung jawab. "
" oooh... " kata hendi mendengar cerita bayu.
" lebih baik kamu cari tau siapa orang yang menjadi korban tabrakan aldi dan dwi waktu itu. "
" baiklah. aku akan segera mencari taunya. "
kata hendi.
********
" hai tania... " sapa yuna dengan berwajah girang.
" hai yun... tumben hari ini kamu ceria sekali, lagi jatuh cinta ya..." ledek tania.
yuna tak menjawab, dia hanya nyengir-nyengir saja.
" gimana kemarin, kalian jalan-jalan kemana?"
" kok kamu tau kami jalan-jalan. " yuna heran.
" ya taulah, aku kan anak pintar."
" iya sih, aku tau kamu pintar, tapi tak semuanya kamu tau kan... ?"
" sudahlah jujur saja yuna, kalian kemarin jalan-jalan kemana?"
" andri ngajakin aku jalan-jalan ke mall dan makan malam bersama di restoran."
jelas yuna.
" ciyeeee... pasti bahagia kan jalan sama cowok keren seperti andri. "
" ya... begitulah... "
ahahahah....mereka pun tertawa bersama.
tania dan yuna berjalan menuju ruang kelas mereka.
__ADS_1