
" pak, baksonya 2 ya, dan air mineralnya 2 botol. tolong bawakan kesana" kata bayu kepada penjual bakso itu menunjuk kearah tania yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
" baik mas, tunggu sebentar ya... " kata bapak penjual bakso.
bayu kembali melangkahkan kakinya ke arah tania yang sedang asyik dengan ponselnya.
" ehemmm..."kata bayu berdehem duduk disamping tania.
" hah... pak bayu, bapak dari mana saja?" tanya tania kearah bayu dan menyimpan ponselnya kedalam tas kecil yang ia bawa.
" dari sana," kata bayu menunjuk kearah penjual bakso.
" ooohhh... " balas tania dan tersenyum kearah bayu tanpa tania tau kalau bayu kesana memesan dua mangkok bakso untuk mereka.
tak berapa lama datanglah penjual bakso mengantarkan 2 porsi bakso dan 2 botol air mineral yang sudah dipesan bayu .karena disana hanya ada pedagang bakso yang berjualan, dan dia juga berjualan beberapa botol minuman air mineral disana, karena ini bukanlah hari libur, jadi tak terlalu banyak pedagang yang berjualan.
" silahkan dimakan baksonya. " kata penjual bakso dengan ramah.
dia pun meletakkan dua mangkok bakso ke atas meja yang ada didepan bangku yang diduduki oleh bayu dan tania.
tania yang melihatnya merasa terheran-heran.
" maaf pak, apa bapak tak salah alamat? " kata tania dengan mengernyitkan dahinya, dia merasa heran karena dia tak memesan bakso.
" tidak salah koq neng... mas ini yang memesan tadi, kalau tidak percaya, silahkan tanya saja, permisi...."
kata penjual bakso dan meninggalkan 2 mangkok baksonya di atas meja.
tania melihat kearaj bayu, bayu hanya diam .
" ayo dimakan, entar dingin. " kata bayu.
" jadi, tadi pak bayu kesana memesan bakso ini ." tanya tania menatap bayu.
" iya, aku laper. " jawab bayu dan segera memegang sendok yang ada di mangkok bakso dan segera menyuapnya kedalam mulut.
tania juga segera melahap bakso itu. karena dia memang lagi lapar.
" enak sekali ya pak, baksonya. " kata tania, dia terlihat sangat lahap sekali memakannya.
" kamu suka, " tanya bayu kepada tania.
" iya pak, aku suka sekali. " kata tania girang.
setelah selesai menghabiskan makanannya,
bayu pergi ke penjual bakso untuk membayar makanan yang dipesannya tadi. dia menyuruh tania untuk menunggunya disini.
" berapa pak?" tanya bayu kepada penjual bakso.
" 50 ribu mas, " kata penjual bakso dengan ramah.
bayu mengeluarkan dompet dari sakunya, mengambil uang lembaran 100 ribu dari dompetnya, lalu memberikan uang itu kepada bapak penjual bakso.
" ini pak," kata bayu.
bapak itu pun mengambilnya dari tangan bayu.
__ADS_1
" sebentar ya mas, kembaliannya. " kata bapak penjual bakso.
" ambil saja buat bapak. " kata bayu lembut.
" tapi mas, ini banyak sekali. " kata penjual bakso itu, karena uang 50 ribu itu adalah cukup banyak baginya.
" tidak apa-apa pak, anggap saja itu rezeky dari ALLAH untuk bapak. " kata bayu.
" baiklah mas, saya ambil. terimakasih banyak ya mas, semoga allah selalu melimpahkan rahmat dan karunianya kepada mas. " kata bapak itu mendo'akan bayu.
" aamiin... terimakasih pak. "
bayu pun menghampiri tania yang sedari tadi sedang berdiri menunggunya.
bayu mengajak tania berkeliling danau, tania pun tak menolaknya.
hari yang semakin sore membuat suasana di danau ini semakin terlihat indah dan menyegarkan.
bayu dan tania berjalan-jalan sambil mengobrol.
" apa kabarnya anak bapak?" tanya tania.
" alhamdulillah... sehat. " jawab bayu.
" kasian ya dia pak, masih kecil tapi sudah tak merasakan kasih sayang seorang ibu. "
kata tania sendu.
" itu sudah takdir dari yang maha kuasa, tania.
dia pun tak mau terlahir tanpa ada ibunya."
kata bayu.
" aamiin... " kata bayu tersenyum kearah tania.
" oh ya, apa bapak tak ingin menikah lagi?" tanya tania menatap serius kearah bayu.
bayu yang mendengarnya pun rasanya ingin tertawa. tapi ia menahannya.
" ternyata dia memang berfikir aku adalah seorang duda, tapi biarkanlah. "
gumam bayu dalam hatinya.
" sebenarnya aku juga tengah mencari jodoh, yang bisa menjadi ibu untuk adam, dan menjadi ibu dari anak-anak saya kelak. "
kata bayu.
" bapak pasti akan menemukannya kalau bapak terus berusaha untuk mencarinya. "
kata tania.
" tapi tania, apa ada wanita yang mau dengan ku?, kalau pun ada, apa dia mau menerima adam seperti anaknya sendiri?"
kata bayu dan seketika ia menghentikan langkah kakinya.
melihat bayu berhenti, tania juga menghentikan langkahnya dan menatap kearah bayu.
__ADS_1
" aku percaya pasti ada seorang wanita yang mau menikah dengan anda, dan juga menyayangi adam dengan tulus seperti dia menyayangi anaknya sendiri. "
kata tania meyakinkan bayu.
bayu yang mendengar kata-kata tania itu seolah-olah adalah sebuah semangat untuknya.
mereka saling berhadapan dan saling melemparkan senyuman.
" oh ya sudah hampir gelap, aku akan mengantarmu pulang. " kata bayu.
" baiklah pak. " ucap tania.
bayu dan tania meninggalkan danau itu dan melangkahkan kakinya ke arah mobil bayu yang terparkir sejak tadi diatas rerumputan hijau yang ada disekitar danau.
bayu membukakan pintu mobil untuk tania, tania pun masuk dan duduk didalam mobil.
setelah menutup pintunya, bayu memutar badannya dan berjalan masuk kedalam mobilnya.
bayu menghidupkan mesin mobil dan dengan segera dia menjalankan mobilnya melaju sedang dijalan raya.
tak berapa lama mobil yang dikendarai bayu sampai di halaman rumah tania.
" terimakasih ya pak, untuk semuanya. " kata tania sambil tersenyum kearah bayu.
" seharusnya aku yang berterimakasih kepadamu tania, terimakasih banyak sudah mau menemaniku. " kata bayu.
" tidak apa-apa pak, dengan senang hati, aku akan selalu ada buat bapak. " kata tania.
" apa-apaan sih tania, kamu ngomong apa barusan sama pak bayu. "
gerutu tania dalam hatinya.
bayu melebarkan senyumannya kepada tania. bayu bahagia mendengar perkataan tania barusan.
" ya sudah pak, kalau begitu saya keluar dulu , oh ya... apa bapak mau mampir juga. "
kata tania.
" tidak usah tania, ini sudah malam. lebih baik aku pulang saja kerumah. " kata bayu.
" ooohhh... ya sudah, tidak apa-apa pak. "
tania pun keluar dari mobil bayu.
" ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu ya. "
kata bayu yang melihat tania dari jendela mobil yang kacanya ia turunkan.
" hati-hati dijalan ya pak. " kata tania.
bayu yang mendengarnya pun tersenyum.
" daaaaahhh..."
kata tania melambaikan tangannya kearah bayu. bayu pun melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.
sementara tania masih berdiri memperhatikan mobil bayu sampai mobil bayu menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
" pak bayu... apa sih maksud mu sering mengajakku untuk selalu menemanimu, dan kenapa juga aku mulai terbiasa dan mulai nyaman saat bersamamu. "
kata tania pelan, dia pun melangkah masuk kedalam rumahnya.