
tina yang sedari tadi menunggu bayu pulang, dia melihat bayu masuk kerumah, dengan kening bayu yang berdarah.
tina datang menghampiri bayu yang duduk di sofa ruang tengah.
" tania, kenapa kau membuat hatiku sakit. "
gumam bayu pelan.
" maaf tuan, ada yang bisa saya bantu."
ucap tina lembut.
" tidak, lebih baik kamu pergi dari sini. aku mau sendiri, " teriak bayu marah.
" tuan , saya lihat kening anda berdarah, biarkan saya mengobatinya. " kata tina .
" saya bilang tidak, ya tidak. pergi dari sini. "
marah bayu kepada tina. karena melihat wajah bayu yang sudah sangat emosi tina ketakutan dan memilih untuk pergi.
********
tania membaringkan dirinya dikamar, memikirkan apa yang dikatakan oleh rian kepadanya.
" rian, aku sangat menyukaimu, dan aku sangat bahagia bisa bersamamu tadi.
tapi, maafkan aku, aku tak bisa menjadi
pacarmu,."
batin tania.
" tania, kamu sudah makan nak? "
bu wati berjalan masuk kekamar tania dan duduk ditepi ranjangnya.
" sudah bu."
bu wati bertanya lagi ke tania, " tadi siapa yang mengantarmu pulang?
" oh , itu rian. teman SMA tania dulu bu."
__ADS_1
" Ooohh, bu wati mengangguk. "
"bu, baju yang ibu pakai ini baru,ya. bagus sekali." sambil mengubah posisi dan duduk disamping ibunya.
" kamu gimana sih nak, bukan ini kamu yang kasih ibu kemarin. "
" aku, kapan bu". tania bingung.
"waktu hari minggu kemarin, bukannya kamu yang bawa belanjaan banyak serta makanan ."
jelas ibunya.
tania teringat dengan bayu, tania tidak mengetahui kalau isi dari belanjaan itu adalah baju untuk ibunya.
"jadi bayu membelikan ibu pakaian juga."
kata tania.
"bayu, jadi nak bayu yang belanjaan barang-barang itu semua."
"iya bu."
" banyak, bu. memangnya apa aja?"
"ayo ikut ibu kekamar."
bu wati mengajak tania kekamarnya untuk melihat belanjaan yang dibelikan bayu kemarin.
" wah, bu banyak sekali ya. koq tania tidak tau sih bu isinya."
" loh, bukannya ini semua kamu yang pilih ya, sebab ukurannya sangat pas dan warnanya juga cocok sekali untuk ibu. "
" tidak bu, waktu itu pak bayu menyuruh tania menunggu diluar. " jelas tania sambil tangannya membongkar barang belanjaan yang dikasih bayu.
" tania, kamu lihat ini, pasti baju ini dia beli untuk kamu. " kata bu wati sambil menunjukkan sebuah dress cantik kepada tania.
"masa sih bu, atau jangan-jangan dia salah pilih kali ya bu, sebab ini pasti mahal. "
ucap tania mencari-cari harga baju itu. tapi dia tak menemukannya.
" tapi tania, ibu malu kalau menerima barang-barang ini semua, kamu kan belum lama mengenalnya, " bu wati merasa sungkan harus menerima barang-barang yang menurutnya itu pasti harganya sangat mahal.
__ADS_1
" iya sih bu, tapi kalau barangnya sudah berada dirumah kita, kan gak enak juga kalau harus dikembalikan." ucap tania.
" iya sih, " kata bu wati.
"ya sudahlah bu, tania mengantuk, besok kita sambung lagi. ". tania kembali kekamarnya untuk tidur.
disisi lain ada bayu yang tengah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur besar miliknya itu.
sampai larut malam pun bayu terus saja mengingatbtania sewaktu dikafe tadi.
" tania pasti sudah menerima cinta pria itu, dan sekarang mereka pasti sudah resmi pacaran. " kata bayu dengan suara kecil yang hanya terdengar oleh telinganya saja.
" apa yang harus aku lakukan tania untuk mendapatkan hatimu. "
tiba-tiba bayu dikagetkan dengan suara handphone yang berbunyi, ada sebuah panggilan disana, ternyata itu adalah panggilan dari bu ana, mama bayu.
" hallo ma, "
" iya ma, besok bayu akan menjemput, mama dan papa. " jawab bayu mengakhiri bicaranya dengan bu ana. setelah mematikan handphonenya dan meletakkannya diatas meja kecil disebelah tempat tidurnya,
tak lama dia pun terlelap.
*********
tania mengerjakan semua pekerjaannya di kantor bayu, membersihkan lantai dan ruangan kerja bayu. karena OB disini memiliki tugasnya masing-masing, dan ruangan yang harus dibersihkan juga sudah dibagi masing-masing.
sekilas tania teringat dengan ika, temannya sesama OB yang sudah lama tania tak melihatnya bekerja.
tania melihat hendi yang akan masuk kelift khusus presdir, sebelum hendi menekan tombol lift. dia terkejut melihat tania yang mendekatinya, tania memberanikan diri untuk bertanya kepada hendi, asistennya bayu.
" maaf pak, boleh saya bertanya kepada bapak, "
" mau tanya apa? hendi menatap tania heran.
"begini pak , saya sudah lama tak melihat mba' ika, apa dia sudah berhenti bekerja disini?" tanya tania dengan sopan.
" ya, benar sekali. kamu memang gadis pintar, sebelum bertanya kamu bahkan sudah tau jawabannya." jawab hendi sambil tersenyum.
setelah menjawab pertanyaan tania, hendi langsung menekan tombol lift, setelah pintu lift terbuka dia pun masuk kedalam dan melambaikan tangannya kepada tania.
namun tania hanya diam, dan terkejut mendengar ucapan dari hendi barusan.
__ADS_1