
setelah melakukan meeting diluar, bayu bergegas keruangan p3k menemui tania karena dia khawatir dengan keadaan gadis itu.
dan terlihat tania sedang duduk diatas ranjang, bayu datang menghampiri tania.
diruangan itu hanya ada mereka berdua.
" bagaimana keadaanmu. "
tanya direktur datar sambil menatap kearah tania, tania pun malu dan menundukkan wajahnya.
" sa, sa ya baik-baik saja pak ."
jawab tania dengan suara terbata-bata.
" mari, aku akan mengantarmu pulang. "
kata bayu dengan tegas.
" ta tapi pak, saya masih harus bekerja. "
jawab tania dengan suara sedikit gemetar.
" saya tidak suka dibantah. "
kata bayu dengan nada sedikit kesal.
" lagian dengan keadaanmu seperti ini, apa kamu bisa mengerjakan semua pekerjaanmu, hah. "
bentak bayu kepada tania sambil menatap tajam kearah tania.
tania pun terkejut dan hanya terdiam.
agak sedih terasa dihatinya, karena dia dibentak oleh bayu.
Bayu membalikkan badannya dan ingin keluar dari ruangan itu, baru beberapa langkah bayu berjalan terdengar suara rintihan tania.
" aw...
ya ALLAH , kakiku sakit sekali. "
gumam tania.
bayu pun menghentikan langkah kakinya karena melihat tania yang sedang kesakitan.
reflek, bayu pun menggendong tania dan membawanya keluar.
tania terkejut dan tak habis fikir kalau dia akan digendong oleh presdir tampan itu.
__ADS_1
sebenarnya dihatinya ia merasa senang, tapi dia tidak mau dibilang wanita penggoda karena dia teringat bahwa bayu sudah menikah dari foto yang ia lihat sewaktu membersihkan meja bayu kemarin.
" maaf pak, bapak tidak perlu menggendong saya ."
kata tania dengan berani sambil menatap wajah bayu dengan kesal karena dia malu begitu banyak pasang mata yang memperhatikannya.
" pak, tolong turunkan saya, pinta tania sambil kedua tangannya memukul-mukul dada bidangnya bayu.
tapi bayu tidak memperdulikannya.
ada sepasang mata yang dengan penuh kebencian melihat kearah tania.
" kurang ajar, jadi dia masih hidup.
mana digendong pak bayu lagi.
pasti dia yang menggoda pak bayu, makanya pak bayu mau menggendongnya, 2 tahun aku bekerja tidak pernah sekalipun dia memperlakukan wanita manapun seperti itu, apalagi sampai menggendongnya.
gumam ika dengan kesal.
sesampainya didalam mobil.
" pakai seatbel mu. "
suruh bayu tanpa menoleh kearah tania.
tania hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar suara bayu sambil memalingkan wajahnya kearah kaca mobil.
" mau ngapain sih , si bos.
koq aku jadi salah tingkah gini ya. "
bathin tania sambil memundurkan kepalanya kebelakang.
ceklek
" sudah selesai."
kata bayu datar.
" hah... "
tania terkejut , ternyata bayu hanya memasangkan seatbelnya.
dan bayu pun melajukan mobilnya.
<
" *huh...
__ADS_1
apa dia tau alamat rumahku. "
gerutu tania dalam hati.
" biarkan sajalah, lagian dia tidak bertanya sama sekali*.
tambah tania lagi.
karena merasa lelah dan mengantu, tania pun tertidur, tak berapa lama mobil bayu pun sampai di halaman rumah tania yang kecil.
" bangun, bangun. "
kata bayu sambil menggoyangkan tubuh tania, dan tania pun bangun sambil mengucek matanya dengan kedua belah tangannya.
" hah. "
tiba-tiba tania kaget, ternyata dia sudah sampai di halaman rumahnya.
" darimana si bos tau alamat rumahku, lagian kenapa juga aku bisa tertidur. "
bathin tania sambil bengong.
tania pun tidak habis fikir darimana bayu tau alamat rumahnya.
flashback on
ditengah perjalanan bayu menghentikan mobilnya, dia melihat kearah tania yang sedang tertidur.
dia langsung mengambil sebuah smartphone untuk menghubungi hendi.
"hallo, hen. tolong kamu cari tau alamat rumah tania, segera.
ucap bayu dengan tegas.
" baik bos. "
balas hendi dibalik ponsel tersebut.
dan tak berapa lama, hendi mengirim alamat rumah itu.
" apa benar itu rumah mu, " tanya bayu datar.
" iya, benar pak, " balas tania.
" kalau begitu, ayo turun. "
kata bayu sambil membuka sabuk pengamannya.
dan bayu teringat kalau kaki tania lagi terkilir jadi sebelum tania membuka pintu mobil, dengan cepat bayu turun untuk membukakan pintu dan langsung memapah tania untuk masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
bayu memilih untuk tidak menggendongnya karena takut tania akan marah seperti tadi.
tania tidak menolak karena takut bayu akan memarahinya, dan mereka berdua melangkah masuk kedalam rumah.