Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
episode 31. terbayang-bayang


__ADS_3

tania melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. dia mengetuk pintu, kemudian dibukakan oleh ibunya.


"assalamualaikum... bu,"


" waalaikumsalaam... jawab bu wati dari dalam rumah.


cekreeek...


bu wati membuka pintunya, terlihatlah tania yang berdiri didepan pintu itu.


" ibu belum tidur ya ?"


tanya tania yang mengambil tangan bu wati dan mencium punggung tangan ibunya itu.


" iya, ibu menunggu kamu. "


" kenapa harus menunggu tania bu, ibu kan bisa tidur duluan bu. " jawab tania lembut dengan kedua kakinya melangkah masuk kedalam rumah. sementara bu wati segera menutup pintu dan menguncinya.


" ibu gak bisa tidur kalau kamu belum pulang nak, " jelas ibunya menatap wajah tania. bu wati membelalakkan matanya karena baru tersadar dengan penampilan tania, dia terheran-heran melihat penampilan tania yang tak biasanya seperti ini. .


" ibu koq liatin tania begitu sih bu, " tania mengalihkan pandangan ibunya.


" oh ya, tania ini beneran kamu kan ? tanya bu wati heran.


" iya bu, siapa lagi." jawab tania yang bingung dengan sikap ibunya.


bu wati memegang pundak tania dengan kedua tangannya dan menatapnya dalam.


" kamu cantik sekali nak." puji bi wati yang terkagum-kagum.


" ah, ibu bisa aja kalo lagi Menggoda tania. "


jawab tania senyum-senyum.


" ya sudah bu, tania ke kamar dulu ya, dan ibu segeralah tidur ini sudah sangat malam.


tania dan bu wati berjalan ke kamar mereka masing-masing.


setelah meletakkan tasnya diatas meja kecil disamping ranjangnya, tania membaringkan badannya diatas ranjang.


matanya menatap keatas langit-langit kamarnya dan membayangkan sewaktu makan malam tadi.


" aku pikir, pak bayu mau melamarku tadi. "


gumam tania.

__ADS_1


tania pun mengangkat badannya dan duduk bersila.


" ya tuhan, apa yang barusan kukatakan, kenapa aku sangat berharap seperti itu."


gumam tania lagi sambil kedua tangannya menggaruk-garuk kepalanya dan sehingga membuat rambut panjangnya berantakan.


" tapi apa maksud pak bayu yang sebenarnya, mengajakku makan malam romantis seperti itu ?


ucap tania dalam hati.


tania bangkit dari duduknya, ia berdiri melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


tak berapa lama dia keluar dari kamar mandi, dia membaringkan badannya kembali, menutup separuh badannya menggunakan selimut, karena merasa sangat lelah dia pun langsung tidur.


disisi lain, bayu mengendarai mobilnya melaju kembali kerumah. tak berapa lama


mobil yang dikendarai bayu sampai digarasi mobil rumahnya, dia segera keluar dari mobil melangkah masuk kekamarnya.


bayu segera membersihkan badannya ke kamar mandi, setelah selesai membersihkan badan, dia membaringkan tubuhmya diatas tempat tidurnya yang berukuran besar itu.


" kenapa aku tak bisa menyatakan perasaanku tadi, kenapa aku begitu gugup jika berada didepannya. "


bathin bayu.


tak berapa lama, bayu pun tertidur sambil membayangkan wajah cantik tania.


pagi ini terlihat sangat cerah, mentari pagi sudah keluar dari tempat persembunyiannya dan dengan semangat menyinari bumi.


sama seperti bayu, pagi ini bayu sangat terlihat berbeda seperti hari-hari sebelumnya.


pagi-pagi sekali dia sudah mengajak adam keluar berjalan-jalan menggunakan kereta dorong bayi punya adam.


berhubung hari ini adalah hari minggu, dia mengajak adam berkeliling taman yang ada dibelakang rumah milik orang tua bayu. sebenarnya bayu masih tinggal bersama orang tuanya.


sebelum dwi meninggal, bayu tak tinggal bersama kedua orangtuanya , tapi setelah dwi meninggal, pak hardinata dan bu ana memintanya untuk tinggal bersama mereka.


tina yang tengah berdiri didepan pintu, terus memperhatikan bayu yang tengah menggendong adam dan bermain bersama adam.


" apa yang harus aku lakukan untuk membuat dia tak bisa lepas dariku, dan membuatnya akan menikahiku,"


bathin tina.


" tina... kamu lagi liatin apa? "


tanya bu ana sambil menepuk bahu tina, sehingga membuat tina terperanjak dan kaget.

__ADS_1


" ah, nyonya... bikin saya kaget aja. tidak apa koq nya, saya hanya melihat den adam. saya kesini membawa susunya, karena ini waktunya dia minum susu. "


" oooohh... ya sudah, kenapa gak kamu samperin aja dia. " ucap bu ana lembut.


" baiklah, saya permisi dulu nyonya. "


tina pergi menghampiri bayu yang tengah asyik bersama adam.


sesekali terdengar suara bayu tertawa.


ibunya yang melihat bayu seperti itu merasa terheran-heran.


" aneh sekali, kenapa bayu jadi aneh begitu.


dia tak pernah terlihat bahagia seperti itu sebelumnya."


ucap bu ana dalam hati.


tina berjalan dan mendekati bayu .


"permisi tuan, sudah waktunya den adam meminum susunya. " ucap tina lembut.


" sini susunya, biar saya saja yang kasih ke dia. " jawab bayu tanpa menoleh kearah tina.


" ini pak, susunya. " ucal tina,


bayu pun mengambil botol dot yang berisi susu dari tangan tina, ia juga tak memandang tina.


" pergilah. " usir bayu sopan.


" baik tuan, saya permisi dulu, "


tina merasa sangat kesal kepada bayu, karena bayu begitu cuek kepadanya.


tina pun kembali kekamar adam untuk membersihkan kamar tidurnya.


karena mengurus adam dan membersihkam kamar adam adalah pekerjaan tina.


bayu duduk di bangku yang ada ditaman itu.


bayu pun segera memberikan dot itu ke mulut adam yang ada dipangkuannya.


adam pun dengan lahapnya menghisap dot itu, dan membuat susunya habis tak bersisa.


bayu yang melihatnya pun tertawa geli, ia merasa lucu melihat adam yang begitu cepatnya menghabiskan susunya.

__ADS_1


" jadi,kamu haus sekali ya?"


ucap bayu menatap adam lembut .


__ADS_2