Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
episode 20. cemburu part 1


__ADS_3

esok malamnya,rian menghubungi tania untuk mengajaknya bertemu. sebab, lusa rian harus pergi lagi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya kembali.


mereka janjian disebuah kafe yang Xx yang tak jauh dari rumah tania.


tania melihat rian yang menunggunya didepan pintu masuk kafe, rian tersenyum ramah kearah tania dan begitu juga tania.


bayu mengajak tania masuk kedalam dan duduk disebuah kursi yang sudah dipesan oleh rian.


rian menarik kursi untuk tania dan mempersilahkannya untuk duduk.


" terimakasih, " ucap tania.


bayu memanggil pelayan kafe untuk memesan makanan .


" kamu mau makan apa tania?" tanya rian yang tengah memegang daftar menu ditangannya.


" terserah kamu saja rian,"


"oke, kalau begitu mba', saya pesan pesan yang ini, dan yang ini. " kata bayu ke pelayan kafe sambil menunjuk menu makanan yang dipilihnya.


" tania, aku mau memperlihatkan sesuatu kepada mu" ucap bayu.


" apa? " tania menaikkan alisnya penasaran .


" aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untukmu, kamu harus mendengarnya baik-baik, " rian menjelaskan sambil menyunggingkan senyuman dari bibirnya.


" baiklah, aku akan mendengarnya, "


rian naik ke atas panggung kecil yg ada di kafe untuk bernyanyi, karena di zaman SMA dulu rian memang suka menyanyi.


rian dengan gagahnya mengambil sebuah microfon dan memegangnya. rian yang berpakaian rapi terlihat tampan sehingga membuat banyak pengunjung wanita di kafe itu terpukau oleh ketampanannya.



di sisi lain, bayu dan hendi baru saja memasuki kafe xx itu, karena kebetulan mereka ada janji temu dengan rekan bisnisnya disana.


dia juga melihat pria yang ada diatas panggung itu, dan juga memperhatikan pria itu. tapi dia tidak tau kalau itu adalah rian yang dia lihat kemarin bersama tania.


" hendi, mau ngapain pria itu naik ke panggung, " tanya bayu bingung.


" ya elah bay, ya tinggal lihat aja koq susah amat sih, " ketus hendi.


" lagu ini saya persembahkan khusus buat seseorang yang sangat spesial bagi saya. seseorang yang selalu ada didalam hati dan dan didalam hidup saya,"


itulah kata-kata pembukaan yang dikatakan oleh rian sambil menatap kearah tania,


tania pun membalasnya dengan senyuman.


" tania, lagu ini untuk kamu. " ucap rian sambil menunjuk kearah tania.


tania pun sangat terkejut sekaligus malu karena banyak pasang mata yang melihatnya.


bayu yang mendengar nama tania, langsung berdiri mencari keberadaan tania.

__ADS_1


seketika mata bayu terbelalak melihat apa yang tengah dilihatnya.


ya, ternyata itu memang tania.


rian pun menyanyikan sebuah lagu yang isinya menyatakan perasaan hatinya kepada tania, dia yang sedari dulu mencintai dan menyayangi tania.


"cih, jadi dia pria yang kulihat kemarin . "


bayu mendengus kesal.


" kenapa bay, kamu cemburu. " ucap hendi, dia tau apa yang tengah dirasakan bosnya itu.


namun bayu hanya diam tak menjawab.


" bay, siapa pria itu, sepertinya mereka berdua sudah saling mengenal." kata hendi.


bayu juga hanya diam.


" hendi, ayo kita pulang,"


" kenapa, urusan kita kan belum selesai bay, "


kata hendi yang merasa heran.


" batalkan saja. " tegas bayu dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kafe.


mau tak mau, hendi pun mengikuti langkah bayu keluar.


tapi bayu mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, hendi pun terkejut melihat tingkah bayu, tidak pernah bayu seperti ini, hendi tau dia sedang cemburu dengan tania.


" bay, tolong turunkan kecepatannya, aku tak mau mati bay, aku belum menikah, " teriak hendi.


namun bayu tak menghiraukan ucapan hendi.


" berhenti bayu, awaaaas, " teriak hendi karena bayu hampir saja menabrak pengendara motor yang ada didepannya.


bayu pun berhenti mendadak sehingga membuat kepala bayu terkena stir sehingga sedikit luka dan berdarah.


*********


setelah rian selesai menyanyi dia juga mendapatkan tepuk tangan yang riuh dari pengunjung kafe, dan juga dari tania.


wajah rian terlihat girang , dia turun dan duduk di kursi depan tania.


tak berapa lama makanan yang dipesan pun datang. mereka langsung menyantap makanan itu dengan lahap, sesekali rian mengganggu tania dengan mengambil sedikit lauk yang ada di piring tania, begitu juga tania, dia iseng menyuapi rian tapi suapannya malah dimasukin ke mulutnya sendiri.


mereka terlihat sangat bahagia.


berhubung hari sudah malam, selesai makan rian mengantar tania pulang.


rian membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan tania masuk, dan dia juga masuk kedalam mobil. sebelum menjalankan mobilnya, rian mengobrol terlebih dahulu bersama tania. sebab besok pagi-pagi sekali dia harus sudah ke bandara.


awalnya sih rian ragu, tapi dia memberanikan diri untuk menggenggam tangan tania.

__ADS_1


"tania, terimakasih untuk waktunya malam ini ." kata rian sambil menggenggam tangan tania, tania yang melihat itu pun terkejut.


namun dia membiarkan rian memegang tangannya.


" aku sangat bahagia. " reflek rian mencium tangan tania. tania juga semakin terkejut.


sebenarnya dulu, tania sempat suka kepada rian, dan rian juga suka kepada tania. tapi rian dan tania tak pernah saling mengungkapkan perasaan mereka, mereka hanya memendam perasaan mereka


masing-masing.


" akhirnya aku bisa mengatakan isi hatiku kepadamu, didepan semua orang, sesuai janjiku dengan diriku sendiri, "


" apa kamu mau menjadi pacarku? "


tanya rian.


tania menatap rian dengan wajah serius.


" rian, sebenarnya aku tuh juga sangat menyayangi kamu, tapi... "


kata tania ragu.


" tapi apa tania. " tanya rian lagi.


" maaf ya rian, waktu kamu mau berangkat kuliah ke luar negeri, aku datang ke bandara untuk nemuin kamu.


tapi ibumu marah dan melarangku menemuimu. dia juga menyuruhku untuk tidak menelfon dan mencari tau tentangmu.


" apa, " rian terkejut.


" kalau surat, apakah pernah kamu menerima surat dariku.


"surat. tidak, aku tak pernah menerimanya jawab tania yang tak percaya kalau rian mengirimkannya surat.


" apa ? pantesan saja aku tak pernah mendapatkan balasan dari semua surat-suratku.


" huft , jadi ini semua ulah mama, " ketus rian.


" jadi bagaimana dengan ku, apakah kamu menerimaku? tanya rian.


tania melepaskan tangan rian lembut.


" maafkan aku rian, aku tak bisa. "


" tapi kenapa? tanya rian


" karena ibumu tak menyukaiku.


aku akan menerimamu apabila ibumu juga mau menerimaku."


" baiklah, aku terima keputusanmu, dan suatu saat nanti aku akan membuat ibuku bisa menerimamu, karena tak ada gadis lain dihatiku selain kamu, tania. aku harap kamu juga mau menungguku. "


tania yang mendengar kata-kata bayu itu pun hanya terdiam.

__ADS_1


__ADS_2