Ternyata Dia Bukan Duda

Ternyata Dia Bukan Duda
Episode 37. minta maaf


__ADS_3

tania melambaikan tangan kearah mobil yang didalamnya ada andri dan yuna.


Tania sengaja menolak ajakan andri, dia tak mau keberadaannya akan mengganggu mereka.


tania berjalan menuju busstop yang tak jauh dari gerbang kampusnya.


tania duduk dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi ojek online yang biasa menjadi langganannya dulu.


namun belum sempat tania menghubungi nomor ojek itu, sebuah mobil berhenti di busstop . tania tau itu adalah mobil punya bayu. tania menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.


bayu turun lalu membukakan pintu mobilnya untuk tania.


" masuklah. " kata bayu.


entah kenapa, tania seperti sudah terbiasa dengan hal itu. jadi tanpa menolak, dia pun langsung masuk dan duduk didalam mobil bayu.


setelah menutup pintunya, bayu segera memutar arah masuk kearah tempat duduknya.


bayu melajukan mobilnya ke danau yang kemarin.


" ngapain kita kesini lagi pak. " tanya tania.


" turunlah dulu, aku mau berbicara. "


bayu dan tania keluar dari mobil dan duduk ditempat yang sama seperti kemarin.


" maaf, kalau kamu ku ajak kesini lagi. sebenarnya ini adalah tempat favoritku dari dulu. " kata bayu.


" oh ya, apa ini tempat kenangan bapak dengan istri bapak?" tanya tania.


" bukan," kata bayu.


" lalu... " tanya tania.


" ini adalah tempatku berbagi suka dan dukaku. setiap kali aku ada masalah, atau apapun sejenisnya, aku pasti kesini. "


jelas bayu.


" ooohhh... " kata tania manggut-manggut."


" ini memang tempat kenangan bagiku, dulu aku pernah terjatuh disana."


Kata bayu menunjuk tempat didekat Tori Danau.


" oh ya... " Kata Tania.


" iya sampai bajuku basah." kata bayu senyum-senyum sendiri karena dia masih membayangkan dia yang dulu pernah terjatuh ditepi danau


" pasti lucu deh kalo liatin bapak yang nyebur ke danau itu, kalo aku ada disana pasti aku akan tertawa. " kata tania terkekeh.


" tapi... untung saja kamu tidak ada disana waktu itu tania. "


" kalau ada emangnya kenapa pak?"


" ya, aku pasti lebih milih tenggelam karena malu sama kamu. "


" hahahaha... " tania tertawa mendengar perkataan bayu.

__ADS_1


" pintar juga dia melawak ternyata. "


gumam tania dalam hati.


" oh ya tania, aku mau minta maaf soal tadi siang dikantor. "


kata bayu serius menatap wajah tania.


" oooh... tidak apa-apa pak, lagian aku sudah melupakannya koq. "


" aku merasa tak enak hati karena bekal tadi siang tak sempat aku memakannya. "


" tidak masalah pak, lagian ini bukan salah bapak koq. "


" ya, ini memang salah sari. "


" oh, jadi namanya sari. " kata tania s


menahan kesal didadanya.


" iya, dia itu sangat terobsesi ingin menjadi pacarku, aku bahkan sudah berkali-kali menolaknya, tapi dia tetap tak menyerah. "


tania hanya diam sambi menatap wajah bayu.


" tania, apa yang dikatakannya tadi siang kepadamu, jangan kamu ambil hati ya. itu omongan yang tak penting. "


tania masih hanya diam, tania terus menatap wajah bayu serius dengan menupang dagu diatas telapak tangannya.


tania memandangnya dalam. dari hidung, mata, rambut dan semuanya.


" kamu koq tampan sekali sih pak...jelas saja wanita itu sangat menginginkanmu. karena kamu itu perfect... "


" tania...kamu kenap liatin aku seperti itu. "


tania masih sama hanya diam sambil terus memperhatikan bayu.


" pak, jangankan wanita itu. akupun sekarang sudah mulai terobsesi denganmu.


walaupun kamu duda, aku tetap mau menjadi ibu dari anakmu."


tania terus bergumam dalam hatinya. dia tak konsentrasi terhadap apa yang dibicarakan oleh bayu.


bayu mendekat kearah telinga tania.


" tania..." teriak bayu tepat di telinganya.


" aaarghh... " tania menjerit karena kaget.


bayu tersenyum kearah tania dan meminta maaf.


" maaf, habisnya kamu melamun sih. " kata bayu.


" aku tidak melamun koq pak, yang aku katakan itu benar. kalau kamu itu terlalu tampan makanya wanita yang bernama sari itu terobsesi sama kamu, "


" memangnya kapan kamu bilang begitu. "


tanya bayu heran, karena tania tak mengatakan langsung kepadanya melainkan hanya berkata dalam hatinya.

__ADS_1


tania pun bingung dengan perkataannya sendiri.


"ya ampun... koq bisa salah ngomong sih... "


gumam tania dalam hatinya.


" ma maaf pak, aku salah ngomong. "


tania gugup dan malu.


" tapi... apa benar yang kamu bilang tadi, kalau aku tampan. " tukas bayu.


tania tak berkata, dia takut kalau keceplosan lagi. dia hanya menganggukkan kepalanya saja.


bayu yang melihat tingkah tania, langsung melebarkan senyumannya.


" kenapa hari ini sepi sekali ya pak. "


tanya tania yang heran dengan keadaan danau yang begitu sepi.


" inikan hari kerja, jadi disini memang sepi, kalau hari libur, disini pasti ramai. apalagi kalo malam minggu. banyak anak-anak muda kesini bersama pasangannya. "


jelas bayu.


" ooohh... jadi begitu. " tania mengangguk faham.


" oh ya tania, besok bisa nggak kamu bawa bekal makan siang lagi kekantor untukku. "


" tapi pak, kalau wanita yang bernama sari itu datang lagi, gimana?, pasti dia akan marah-marah lagi. "


" tidak, aku jamin dia tak akan datang ke kantorku lagi setelah kejadian tadi siang."


" baiklah pak, bapak mau dimasakin apa. "


tanya tania.


" apa aja boleh, yang penting itu masakan kamu. karena sebenarnya aku lebih suka masakan rumahan dibanding yang instan. lagi pula aku suka masakan kamu, masakan kamu itu enak sekali. "


jelas bayu.


" darimana bapak tau, apakah bapak sudah pernah mencoba masakanku?" tanya tania heran.


" sudah." jawab bayu.


" kapan." tanya tania lagi heran.


" kamu lupa sarapan pagi yang pernah kamu kasih untukku waktu itu. " jelas bayu.


" oh... iya. aku ingat. "


" nah, dari situ aku sudah tau kalau masakan kamu itu enak. " jelas bayu lagi sambil melebarkan senyumannya.


" oke, kalau begitu besok aku pasti akan membawakannya spesial untuk bapak. "


kata tania lalu tersenyum.


" terimakasih ya... "

__ADS_1


" sama-sama pak. "


mereka saling bertatapan dalam senyuman.


__ADS_2