
pagi hari tania, seperti biasa setelah membereskan semua pekerjaannya, tania mengantar secangkir kopi keruangan bayu, dan tania pun berpapasan dengan hendi yang juga akan masuk keruangan bayu dan hampir saja mereka bertabrakan.
" maaf pak, silahkan anda masuk duluan. "
kata tania dengan sopan dan ramah.
" terimakasih..."
jawab hendi sambil membalas senyuman tania.
hendi pun masuk dan duduk disofa yang ada diruangan kerja bayu.
dan dia tak henti-hentinya terus menatap tania.
meskipun tania menggunakan pakaian kerja sebagai OB, tapi tak mengurangi kecantikannya.
" Assalamualaikum... pak, silahkan diminum kopinya"
kata tania sambil menaruh secangkir kopi dan membungkukkan sedikit badannya.
" Waalaikumsalaam...jawab bayu datar dan tanpa menoleh sama sekali kearah tania.
" maaf, apa bapak mau minum kopi juga?
kata tania menawarkan kepada hendi .
" tidak, tidak usah repot-repot, saya juga masih kenyang. "
jawab hendi sambil tersenyum kearah tania.
" baiklah kalau begitu pak,
saya permisi dulu. "
pamit tania kepada hendi dengan sopan.
" iya, silahkan. "
kata hendi dengan tak henti-hentinya dia tersenyum melihat kearah tania.
tania pun pergi dari ruangan presdir itu.
dan hendi pun mendekati bayu sambil menepuk bahunya.
" hei bay, cantik sekali tu OB baru , masih muda lagi ."
kata hendi memuji tania.
tapi bayu hanya diam tidak menjawab apa-apa, karena memang apa yang dikatakan oleh hendi itu benar adanya.
__ADS_1
tiba-tiba diarah lain ada seorang perempuan yang bernama ika yang sama-sama bekerja sebagai OB yang sedang memperhatikan tania yang baru saja keluar dari lift.
tatapan sinis penuh dengan kebencian disaat dia menatap kearah tania.
ika sudah lama bekerja disana, dia sangat menyukai bayu, dan selalu mencari cara untuk mendekati bayu, tapi tak pernah mendapatkan kesempatan untuk itu.
bahkan tanpa diminta bayu, dia pernah menerobos masuk keruangannya untuk mengantar secangkir kopi tapi dia malah diberi sanksi untuk itu.
dan karena dia melihat tugas itu diberikan kepada tania, dia menjadi sangat kesal kepada tania.
" aku tidak terima dengan semua ini, seharusnya aku yang harus keluar masuk ruangan presdir itu bukan dia. "
gumam ika dengan sinisnya.
dan dia mendapatkan sebuah ide untuk membuat tania celaka.
ika berdiri dibawah tangga darurat yang ada disebelah lift khusus presdir, dan dia memanggil tania untuk datang menghampirinya dibawah tangga itu, karena tidak enak hati dengan ika, tania pun berjalan melangkahkan kakinya kearah ika yang sudah berada dibawah.
baru beberapa langkah, kakinya tiba-tiba terpeleset, dan tania jatuh berguling-guling dari atas tangga.
dan tania pun langsung pingsan tak sadarkan diri.
sementara ika yang hanya memperhatikan tania tanpa menolongnya.
" rasain kamu tania, kamu pasti akan mati , karena tidak akan ada yang bisa nemuin kamu disini. "
gumam ika dan langsung pergi meninggalkan tania sendiri disana.
" hari ini kita ada meeting di cafe Xe, jadi lebih baik kita segera berangkat. "
kata hendi kepada bayu.
" oke. baiklah, kita berangkat sekarang. "
kata bayu sambil membereskan dokumen-dokumen yang ada dihadapannya.
dan mereka berdua pun keluar dari ruang kerja bayu.
didepan lift, hendi menekan tombol lift namun tak kunjung terbuka.
dan mereka menunggu sampai beberapa menit didepan pintu lift, namun pintu tak kunjung terbuka.
" mungkin liftnya rusak, lebih baik kita turun lewat tangga saja biar lebih cepat. "
saran hendi sambil menatap kearah bayu.
" huft... "
bayu menghembuskan nafasnya kesal.
__ADS_1
" oke. dan segera kamu hubungi operatornya agar cepat di perbaiki ."
kata bayu datar.
hendi pun langsung menghubungi operator lift tersebut.
mereka berdua pun berjalan kearah tangga,
baru beberapa langkah mereka pun sangat terkejut melihat ada seorang wanita yang pingsan dibawah tangga.
bayu pun dengan segera turun dan hampir saja dia terjatuh, untung dia segera ditarik oleh hendi, dan betapa terkejutnya mereka melihat banyak minyak yang sengaja disiram ke lantai tangga.
bayu pun segera turun dengan hati-hati dan menghampiri wanita yang pingsan itu.
betapa terkejutnya dia bahwa yang pingsan itu adalah tania.
bayupun langsung menggendong tania keruangan p3k yang ada dikantornya.
" hendi, kau cari tau siapa yang telah melakukan ini. "
tegas bayu kepada hendi.
" baik, bos.. "
jawab hendi dengan serius.
sesampainya diruang p3k, tania di obati oleh suster yang ada disana.
" bagaimana keadaannya. "
tanya bayu kepada suster itu.
" dia tidak apa-apa pak, kakinya hanya terkilir, dan sedikit luka memar dikepalanya.
sebentar lagi dia juga akan sadar. "
kata suster yang bertuga hari itu.
hendi datang keruangan p3k itu untuk mengajak bayu pergi.
" yuk, bay, nanti kita telat lagi. "
" baiklah hen. "
" suster tolong jaga dia dan suruh dia untuk beristirahat. "
kata bayu kepada suster itu.
" baik, pak. "
__ADS_1
jawab suster tersebut.
bayu dan hendi pun pergi keluar dan melanjutkan perjalanannya untuk melakukan meeting diluar.