
"Gubrak.."
Kiara menoleh kearah pintu dan mendapati seorang wanita berjongkok mengumpulkan berkas berkas yang berserakan di lantai,Ia pun segera menghampiri dan membantunya
" Maaf Bu,Saya tidak sengaja." Ucap wanita itu ketakutan,Tangannya gemetar saat memungut lembaran lembaran kertas yang berserakan di lantai
" Tidak apa apa,Ini sangat berat kau pasti tidak mampu membawanya,"Kiara langsung mengangkat tumpukan berkas yang sudah rapi dan menaruhnya di atas meja.
Lian sangat terkejut ternyata sekretaris yang baru tidak sejahat dan segalak dari apa yang orang - orang bicarakan di luar.Lian adalah OB di perusahaan itu,Dari awal Lian masuk perusahaan ini sampai sekarang,dirinya selalu ingin di jatuhkan oleh rekan - rekanya yang lain
" Sial pasti mereka sengaja membodohi dan ingin menakut - nakuti aku." Ujarnya kesal dengan wajah memerah menahan amarah
Kiara berbalik kearah Lian yang masih membelakanginya
__ADS_1
" Ibu kau sangat baik maaf aku sangat ceroboh," Lian langsung menghampiri Kiara dengan wajahnya samar - samar malu dan canggung.
" Siapa namamu?"Tanya Kiara ramah ia tertarik dengan wanita di depannya Lian memiliki aura imut,Lugu,Pemalu,tapi terlihat seperti bukan wanita dengan otak di bawah standar,Lian juga terlihat wanita pekerja keras
Lian mengerutkan wajahnya saat Kiara bertanya namanya,Tidak sopan sampai atasan bertanya seperti itu.Seharusnya dari tadi dia mengenalkan diri.
" Nama saya Lian,Saya OB di kantor ini maaf karna saya sangat tidak sengaja bu," Lian menundukkan kepalanya.
" Tidak perlu meminta maaf,Tidak ada yang salah dengan itu. "Balas Kiara sedikit menyindir agar dirinya tidak di perlakukan seperti ini.
"Untuk ibu pelajari"
"Deg..." Seketika Kiara ingin menghilang dengan segera,Andai ada pintu Dora Emon mungkin ia sudah masuk ke pintu ajaib tersebut.
__ADS_1
Tinggi tumpukan lebih tinggi dari buku pelajarannya saat SMA,Bahkan lebih tebal dari berkas perkara kejahatan yang akan di selidiki juga tidak setinggi ini
"Ini berkas - berkas yang harus ibu pelajari dan harus ibu ingat,Mengingat ibu adalah sekretaris baru di sini,Mangkanya tadi pak asisten bos menyuruh saya mengantarkan berkas - berkas ini keruangan ibu." Lian mengambil stop map bewarna biru,Kemudian membukanya dan memberikannya kepada Kiara.
Dengan sangat terpaksa Kiara mengambil alih stop map itu dengan tangan lemasnya.Itulah mengapa Kiara tidak mau mengambil alih perusahaan papanya,Karna ia tidak mau di repot kan dengan tumpukan - tumpukan berkas yang memusingkan kepalanya,Bahkan perusahaannya saja yang diam - diam ia bangun ia suruh orang kepercayaannya untuk mengelolanya,Paling ia tinggal tanda tangan doang
Kiara meletakan stop map nya di pangkuan dan mulai membaca deretan huruf yang menyatu yang membentuk kata - kata yang sama sekali tidak penting dan menarik.Hanya sekedar membaca tidak masuk di kepala dan lewat begitu saja
" Mending gue berkelahi sama dua puluh orang atau lebih,Daripada gue liatin ne huruf - huruf bikin gue pusing,"
" Apa Bu," Kiara baru sadar bahwa OB tadi belum keluar dari ruangannya.
" Ngapain kamu masih di sini?" Kiara melihat Lian yang masih berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
" Takutnya nanti ibu perlu sesuatu ! " Ujar Lian masih berdiri di sebelah Kiara
" Udah kamu lanjutin kerjaan kamu lagi,Nanti kamu malah di pecat kalo kamu tetap di sini," Ujar Kiara menyuruh Lian keluar dari ruangannya