
Episode 42
Para petugas sibuk membuat rencana kembali,Dan mereka harus mencari di mana bajingan itu meletakan dua bom itu.
Rencana penyergapan yang mereka buat mereka batalkan karna mereka tidak boleh meremehkan ancaman dari seseorang yang mengirimi komandan mereka surat.Karna akan banyak nyawa yang akan menjadi taruhannya.
Para petugas saling pandang mereka juga saling bertukar pikiran untuk memecahkan teka teki dimana orang itu meletakan bom itu,Mereka hanya punya waktu dua jam untuk menemukan bom itu.
para petugas benar - benar menguras otaknya untuk memikirkan masalah ini dengan serius apalagi mereka berpacu dengan waktu.
"Rudi,Kita berpencar,"Ucap Kiara
"Maksudmu,Kiara?"Semua mata tertuju kearahnya.
"Kiara,Tidak mungkin kita memeriksa semua peti kemas yang ada di pelabuhan ini,Sementara kita cuma punya waktu dua jam!" Ujar salah satu rekan Kiara.
"Tidak,Jangan tertipu oleh gertakannya,Aku rasa bom itu tidak hanya di sekitar pelabuhan ini,Mangkanya kita harus berpencar!"Jawab Kiara.
"Maksudmu,Kiara?"
__ADS_1
"Perhatikan kalimatnya,Menyelamatkan orang - prang?Aku rasa orang itu tidak akan menyimpan bom itu di dalam peti kemas,Karna tidak ada orang di dalam peti kemas,Aku rasa dia hanya ingin mengecoh kita saja,Aku yakin bom itu di letakkan di tempat ramai!'Ucap Kiara menjelaskan.
"Kau benar,Ayo kita mulai mencari dimana kemungkinan bom di simpan orang ini!"
Mereka mulai setuju dan mengeluarkan peta lokasi dimana saja orang - orang biasanya berkumpul dan yang jadi target mereka pusat perbelanjaan.
Team kembali di bentuk menjadi beberapa unit dan mereka akan berpencar.Alat untuk pelacak untuk mencari bom juga dibawa dan mereka juga harus melihat lokasi dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan.
Setelah selesai mereka segera berpencar menuju lokasi - lokasi yang telah di tentukan,Kiara pergi ke sebuah pusat perbelanjaan dengan dua rekan lainya dan begitu tiba mereka langsung berpencar di tempat itu.
Kiara berjalan dengan cepat sambil berbicara dengan dua rekannya melalui earphone yang terpasang di telinganya.
"Tidak,Aku rasa tidak ada di sini !" Jawab Kiara.
"Bagaimana sekarang?Kami juga tidak menemukan apapun di sini!"Ucap Rudi.
"Terus cari,Jika dalam waktu sepuluh menit kita tidak menemukan apapun maka kita berkumpul!"Perintah Kiara.
"Roger,"Jawab rekannya.
__ADS_1
Kiara mengedarkan pandangannya untuk melihat situasi,Bahkan dia mulai berlari karena dia tidak boleh membuang waktu.
Kiara terus berlari karena dia tidak mau membuang waktu,Sambil berlari Kiara menelpon Antony asistennya di mafia untuk segera menyusulnya,Karna Kiara lebih yakin kalo Antony ikut mencari pasti lebih mudah menemukan bom itu..
Tidak lama kemudian Antony sudah sampai dimana Kiara berada.
"Queen,dimana bomnya?"Tanya Antoni.
"Oh,Kau sudah di sini,Baiklah Antony kita jangan di sini,Mari ikuti aku,!" Ujar Kiara pada Antony.
Kiara berjalan menuju sebuah kursi yang di sediakan untuk pengunjung dan segera duduk di sana bersama dengan Antony.
Kiara mengeluarkan surat yang di berikan pria itu,Dan pada saat melihat surat itu Antony menyadari bahwa musuh merekalah yang melakukan ini.
Antony membaca surat itu dengan serius dan setelah selesai Antony nampak berpikir.
Antony memainkan jarinya di dagu dan bangkit berdiri,Dia berjalan kearah kaca jendela besar yang ada di pusat perbelanjaan sambil melihat keluar,Sedangkan Kiara melihatnya dengan heran,Apakah Antony tahu sesuatu?.
Maaf Reader semuanya baru bisa update lagi,Karna aku harus berbagi nulisnya sama novel aku yang baru,Jangan lupa mampir ya ke novel terbaru ku yang ikut event lomba tentang penghianatan
__ADS_1