
"Babe,Apakah kau masih menganggap bahwa kaulah orang yang paling bersalah atas apa yang menimpa pacarmu itu?"
"Entahlah,"Jawab Kiara singkat.
"Sebab itu babe,Lupakan lah Masa lalu mu,Masih ada lelaki yang lain yang menunggu untuk kau cintai!"
'Dan kau gadis bodoh yang masih terjerembab di dalam masa lalu!" Ucap Robert lagi.
"Apa?Aku tidak bodoh!"Ucap Kiara.
"Ya,kau tidak bodoh dalam beberapa hal,Tapi kau bodoh dalam percintaan!"
"Kau tidak akan mengerti,Dia cinta pertamaku!"
"So,Apa kau pikir setiap orang harus memiliki cinta pertamanya?"
Kiara diam saja apakah benar?Apakah dia sudah harus melupakan Bram?Mungkin dia harus melupakan ini baik - baik.
__ADS_1
Mereka masih diam di sisi jalan dan Robert masih memeluk Kiara,Rasanya dia tidak mau melepaskan gadis itu tapi jika tidak di lepaskan maka mereka akan jadi patung di sisi jalan.
Malam semakin larut tapi Kiara tidak bisa tidur,Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam tapi dia belum merasa mengantuk.
Kiara membolak balikkan badannya diatas ranjang dan tampak gelisah dengan banyak pikiran di kepalanya.
Dia sedang memikirkan perkataan Robert dan memikirkan cinta dan kesalahannya pada Bram,Haruskah dia melupakan Bram dan mulai membuka hatinya lagi.
Sungguh dia di dalam dilema,Bukanya dia cinta mati pada Bram tapi Bram adalah pria pertama yang memberikan rasa nyaman untuknya,Pria itulah yang mengerti bahwa dia seorang polisi dengan begitu banyak tugas yang terkadang mendadak harus membatalkan janji karna dia harus bertugas.Dan dialah pria pertama yang mengenalkannya akan cinta yang tulus Tampa pamrih.
Di Jerman sudah pagi karna perbedaan waktu kedua negara dan dia merasa mereka pasti sudah di kantor.
Kiara meraih ponsel yang ada di sampingnya setelah mendapatkannya dia segera menghubungi Clarisa.
'Hallo?"
"Clarisa,Ini aku Kiara!"
__ADS_1
"Aku tahu,Apa kabarmu?Aku dengar kasus mu belum tuntas juga ya?" Tanya Clarisa.
"Aku baik - baik saja Clarisa,Ya aku sangat bosan dengan kasus satu ini,Membuatku frustasi dan capek padahal kami akan menyusul kalian kesan untuk berlibur!"Ujar Kiara dengan suara yang kesal.
"Wow,Itu pasti sangat menyenangkan,Kita bisa berkumpul kembali,Tapi aku ingatkan kau ya Kiara jangan kau bawa es kemari karna di sini sudah dingin."Ujar Clarisa meledek Kiara.
"Kau itu ya,Selalu saja menganggap aku ini es di kutub Utara,kau lupa aku ini wanita yang cantik!" Ujar Kiara membanggakan dirinya.
Clarisa hanya memutar bola matanya mendengar tu gunung es memuji dirinya sendiri.
"Ngomong - ngomong bagaimana kabar Widia dan Tony? Apakah mereka baik - baik saja?Tanya Kiara.
"Mereka baik - baik saja,Mereka sekarang lagi sibuk dengan proyek baru yang mereka kerjakan bersama!"Jawab Clarisa.
"Astaga mereka itu tidak pernah pisah seperti prangko dan amplop,Kemana - mana selalu berdua."Ujar Kiara lagi.
"Cih,Seperti kau tidak saja,Apa kau lupa kau dan Rudi itu seperti kepala dan ekor,Dimana ada kamu di situ pasti ada Rudi," Ujar Clarisa jengah dengan omongan Kiara yang mengatakan Tony dan Widia.Ya persahabatan mereka memang sangat solid dan kompak bahkan mereka sering mengabaikan pacar - pacar mereka dan lebih memilih untuk pergi dengan sahabat.Bukanya egois tapi kerjaan merekapun di lakukan bersama - sama.
__ADS_1